Pariwisata alternatif merupakan produk wisata atau layanan wisata tertentu yang berbeda dari pariwisata massal, baik dari segi penawaran, cara pengelolaan, maupun sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Pariwisata alternatif bertujuan untuk memperbaiki dampak negatif pada lingkungan sebagai dampak dari adanya pembangunan massal. Dengan adanya pariwisata alternatif, potensi dari suatu daerah diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga memberikan hasil dan manfaat bagi generasi selanjutnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Pariwisata alternatif merupakan produk wisata atau layanan wisata tertentu yang berbeda dari pariwisata massal, baik dari segi penawaran, cara pengelolaan, maupun sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Pariwisata alternatif bertujuan untuk memperbaiki dampak negatif pada lingkungan sebagai dampak dari adanya pembangunan massal. Dengan adanya pariwisata alternatif, potensi dari suatu daerah diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga memberikan hasil dan manfaat bagi generasi selanjutnya.[1]
Pariwisata alternatif menekankan berbagai nilai seperti nilai alam, sosial, serta komunitas yang memungkinkan interaksi positif, juga pengalaman berharga yang bisa dibagikan antara wisatawan maupun tuan rumah. Contoh julukan lain untuk pariwisata alternatif ini antara lain yaitu pariwisata cerdas dan pariwisata motivasi. Selain itu, pariwisata alternatif juga dipandang sebagai pendekatan yang sejalan dengan konsep pariwisata berbasis komunitas dan ekowisata karena sama-sama menekankan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan kualitas pengalaman daripada kuantitas pengunjung. Dengan demikian pengalaman yang “dibagikan” antara wisatawan dan tuan rumah menjadi pengalaman berharga yang memberi nilai edukatif, sosial, dan ekonomi jangka panjang bagi kedua belah pihak.[2]
Pariwisata alternatif menawarkan sesuatu yang berbeda dari pariwisata konvensional yang identik dengan pariwisata massal. aktivitasnya memberikan dampak bagi lingkungan maupun bagi para individunya.[3] Adapun contoh aktivitas pariwisata alternatif adalah sebagai berikut.