Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Paradoks keterketahuan Fitch

Paradoks keterketahuan Fitch adalah sebuah teka-teki dalam logika epistemik. Paradoks ini menantang apa yang disebut sebagai tesis keterketahuan, yakni gagasan bahwa setiap kebenaran, pada prinsipnya, dapat diketahui. Namun, paradoks ini menunjukkan bahwa anggapan tersebut justru menyiratkan sebuah konsekuensi radikal: prinsip kemahatahuan, yang menyatakan bahwa setiap kebenaran memang sudah diketahui. Dengan kata lain, paradoks Fitch menegaskan bahwa keberadaan suatu kebenaran yang tak diketahui berarti kebenaran itu mustahil untuk diketahui. Maka, jika benar semua kebenaran dapat diketahui, kesimpulannya ialah bahwa semua kebenaran sesungguhnya telah diketahui.

Wikipedia article
Diperbarui 28 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Paradoks keterketahuan Fitch adalah sebuah teka-teki dalam logika epistemik. Paradoks ini menantang apa yang disebut sebagai tesis keterketahuan, yakni gagasan bahwa setiap kebenaran, pada prinsipnya, dapat diketahui. Namun, paradoks ini menunjukkan bahwa anggapan tersebut justru menyiratkan sebuah konsekuensi radikal: prinsip kemahatahuan, yang menyatakan bahwa setiap kebenaran memang sudah diketahui. Dengan kata lain, paradoks Fitch menegaskan bahwa keberadaan suatu kebenaran yang tak diketahui berarti kebenaran itu mustahil untuk diketahui. Maka, jika benar semua kebenaran dapat diketahui, kesimpulannya ialah bahwa semua kebenaran sesungguhnya telah diketahui.

Paradoks ini menjadi perhatian serius bagi aliran verifikasionis maupun anti-realis tentang hakikat kebenaran, sebab bagi mereka tesis keterketahuan tampak sangat masuk akal,[1] sementara prinsip kemahatahuan nyaris tak dapat dipertahankan.

Paradoks ini pertama kali muncul sebagai sebuah teorema kecil dalam tulisan tahun 1963 oleh Frederic Brenton Fitch, berjudul "A Logical Analysis of Some Value Concepts". Selain berangkat dari tesis keterketahuan, pembuktiannya hanya memerlukan asumsi sederhana mengenai sifat modal dari pengetahuan dan dari kemungkinan. Fitch juga memperluas pembuktiannya pada berbagai bentuk modalitas lain. Paradoks ini kemudian kembali disorot pada tahun 1979, ketika W. D. Hart menyebut bukti Fitch sebagai sebuah "permata logis yang secara tidak adil terabaikan".

Catatan

  1. ↑ Müller, Vincent C. W.; Stein, Christian (1996). Epistemic theories of truth: The justifiability paradox investigated. Universidade de Santiago de Compostela. hlm. 95–104.

Referensi

  • Frederic Fitch, "A Logical Analysis of Some Value Concepts". Journal of Symbolic Logic Vol. 28, No. 2 (Jun., 1963), pp. 135–142
  • W. D. Hart. "The Epistemology of Abstract Objects", Proceedings of the Aristotelian Society, suppl. vol. 53, 1979, pp. 153–65.
  • Jonathan Kvanvig. The Knowability Paradox. Oxford University Press, 2006.
  • Joe Salerno, ed. New essays on the knowability paradox Diarsipkan 2009-02-17 di Wayback Machine.. Oxford University Press, 2009.

Pranala luar

  • (Inggris) Entri Fitch's Paradox of Knowability di Stanford Encyclopedia of Philosophy
  • (Inggris) Knowability di PhilPapers
  • (Inggris) Paradoks keterketahuan Fitch di Indiana Philosophy Ontology Project

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Pengetahuan

kepemilikan mental atas informasi atau keterampilan, berkontribusi pada pemahaman

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026