Paradoks keterketahuan Fitch adalah sebuah teka-teki dalam logika epistemik. Paradoks ini menantang apa yang disebut sebagai tesis keterketahuan, yakni gagasan bahwa setiap kebenaran, pada prinsipnya, dapat diketahui. Namun, paradoks ini menunjukkan bahwa anggapan tersebut justru menyiratkan sebuah konsekuensi radikal: prinsip kemahatahuan, yang menyatakan bahwa setiap kebenaran memang sudah diketahui. Dengan kata lain, paradoks Fitch menegaskan bahwa keberadaan suatu kebenaran yang tak diketahui berarti kebenaran itu mustahil untuk diketahui. Maka, jika benar semua kebenaran dapat diketahui, kesimpulannya ialah bahwa semua kebenaran sesungguhnya telah diketahui.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Paradoks keterketahuan Fitch adalah sebuah teka-teki dalam logika epistemik. Paradoks ini menantang apa yang disebut sebagai tesis keterketahuan, yakni gagasan bahwa setiap kebenaran, pada prinsipnya, dapat diketahui. Namun, paradoks ini menunjukkan bahwa anggapan tersebut justru menyiratkan sebuah konsekuensi radikal: prinsip kemahatahuan, yang menyatakan bahwa setiap kebenaran memang sudah diketahui. Dengan kata lain, paradoks Fitch menegaskan bahwa keberadaan suatu kebenaran yang tak diketahui berarti kebenaran itu mustahil untuk diketahui. Maka, jika benar semua kebenaran dapat diketahui, kesimpulannya ialah bahwa semua kebenaran sesungguhnya telah diketahui.
Paradoks ini menjadi perhatian serius bagi aliran verifikasionis maupun anti-realis tentang hakikat kebenaran, sebab bagi mereka tesis keterketahuan tampak sangat masuk akal,[1] sementara prinsip kemahatahuan nyaris tak dapat dipertahankan.
Paradoks ini pertama kali muncul sebagai sebuah teorema kecil dalam tulisan tahun 1963 oleh Frederic Brenton Fitch, berjudul "A Logical Analysis of Some Value Concepts". Selain berangkat dari tesis keterketahuan, pembuktiannya hanya memerlukan asumsi sederhana mengenai sifat modal dari pengetahuan dan dari kemungkinan. Fitch juga memperluas pembuktiannya pada berbagai bentuk modalitas lain. Paradoks ini kemudian kembali disorot pada tahun 1979, ketika W. D. Hart menyebut bukti Fitch sebagai sebuah "permata logis yang secara tidak adil terabaikan".