Panta Pauh atau Panta Pauah merupakan salah satu nagari yang terdapat dalam kecamatan Matur, kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Nagari Panta Pauah berada di akses darat antara kota Bukittinggi dengan Lubuk Basung sebelum melewati danau Maninjau.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Panta Pauh | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Barat | ||||
| Kabupaten | Agam | ||||
| Kecamatan | Matur | ||||
| Kodepos | 26162 | ||||
| Kode Kemendagri | 13.06.04.2006 | ||||
| Luas | - km² | ||||
| Jumlah penduduk | -/+ 3.000jiwa | ||||
| |||||
Panta Pauh atau Panta Pauah (dalam bahasa Minangkabau) merupakan salah satu nagari yang terdapat dalam kecamatan Matur, kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Nagari Panta Pauah berada di akses darat antara kota Bukittinggi dengan Lubuk Basung sebelum melewati danau Maninjau.
Nagari ini terbagi ke dalam 2 (dua) jorong, yaitu jorong Panta dan Jorong Pauh. Jarak jorong Panta ke pusat kecamatan yaitu 6,6 Km, ibu kota kabupaten 46,7 Km, dan ibu kota provinsi 94,8 Km. Jarak jorong Pauh ke ibu kota kecamatan yaitu 4,4 Km, pusat kabupaten 48,7 Km, dan ibu kota provinsi 94,8 Km.[1]
Dahulu kala nenek moyangnya berasal dari Panta, karena air yang sangat sulit di dapat di Panta serta kontour tanah yang tidak mendukung untuk menanam padi akhirnya banyak yg pergi berladang ke daerah Pauh. di pauh air sangat melimpah dan tanah masih luas. Karena jaraknya yang sangat jauh lambat laut mereka membuat pemukiman di pauh. Sekarang untuk masuk ke jorong pauh dan jorong panta sudah bisa di lalui dengab rute melingkar. kedua jorong tersebut sangat strategis letaknya. jika bukit apik terjadi longsor maka jalan akan di belokan ke jorong pauh. begitu juga jorong panta. kalau terjadi longsor di balingka atau sungai landia maka jalan akan di belokan ke panta terus ke lambah.
di 2 jorong Panta dan Pauh jorong masih banyak warung warung kopi yang buka sampai larut malam biarpun udara sangat dingin. Di jorong Panta ada sebuah bukit (Bukit Layang layang) daerah wisata yang belum disentuh secara profesional, juga Bukit Cangang. Di Jorong Pauh kita bisa menemukan air terjun banda mudiak yang sangat dingin dan segar airnya.
Nagari Pantau Pauh memiliki total area 11,48 Km atau 12,25% dari luas total kecamatan Matur yaitu 93,69 Km.[1] Nagari Panta Pauh hanya memiliki dua jorong, yaitu:
| Utara | Nagari Matua Hilia |
| Timur | Nagari Koto Panjang |
| Selatan | Nagari Sungai Landia |
| Barat | Nagari Parik Panjang, Nagari Matua Mudiak |
Penduduk asli nagari Panta Pauh adalah masyarakat Minangkabau yang masuk dalam subkultur masyarakat Luhak Agam. Mayoritas penduduk di nagari ini bekerja di sektor pertanian dan sebagian dari kaum perempuan bekerja sebagai pengrajin bordir mukena dan tarompa (sendal khas Minangkabau).
Pada tahun 2024, jumlah penduduk di nagari Panta Pauh adalah 2016 orang dengan penduduk laki-laki berjumlah 1023 jiwa dan penduduk perempuan 993 jiwa. Jumlah rumah tangga di nagari ini adalah 657 keluarga dengan rata-rata penduduk per rumah tangga adalah 3 orang. Kepadatan penduduknya adalah 176 orang per km.[1]
Mayoritas penduudk nagari Panta Pauh adalah pemeluk agama Islam dengan adanya 2 masjid dan 5 surau. Masjid di nagari Panta Pauh adalah: