Pangi adalah salah satu desa di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pangi | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Kantor Desa Pangi, Pulang Pisau | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Tengah | ||||
| Kabupaten | Pulang Pisau | ||||
| Kecamatan | Banama Tingang | ||||
| Kode pos | 74863 | ||||
| Kode Kemendagri | 62.11.04.2013 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Pangi adalah salah satu desa di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.
Desa Pangi adalah desa yang berada di pinggir sungai Kahayan, yang diapit oleh dua anak sungai yaitu di ujung kampung sebelah utara Sungai Baringen dan sebelah selatan Sungai Kamambus.[butuh rujukan]
Asal-usul nama Desa Pangi ini berasal ketika sebuah keluarga menetap di sebuah tempat yang banyak ditumbuhi oleh Pohon Pangi, yaitu buah yang rasanya masam. Dari tahun ke tahun keluarga ini semakin berkembang dan bertambah banyak, sehingga persebaran penduduknya pun meluas dan semakin ramai. [butuh rujukan]
Seiring dengan perkembangan penduduk yang bertambah banyak dan menyebar, maka nama Desa berubah menjadi Desa Labehu Garantung. Menurut cerita tokoh-tokoh masyarakat perubahan nama ini berawal ketika pada zaman dulu di Desa Pangi ini ada seorang perempuan yang memiliki ilmu kedigdayaan yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, sehingga ia menjadi orang yang sangat dikenal dan disegani. Kabar mengenai kedigdayaan perempuan cantik ini rupanya tidak hanya tersebar kepada manusia saja tetapi sampai ke kaum makhluk halus yang bernama Jata yang tinggal di dasar sungai Kahayan, tempatnya seperti teluk, di mana kalau musim air dalam arus airnya memutar dan membentuk Lesung. [butuh rujukan]
Perubahan nama kampung/desa menjadi Kampung Pangi Lebehu Garantung terjadi, awalnya dari tiga desa yaitu : Pangi, Betang dan Pukung Diwung, pada tahun 1897 dan ketiga desa tersebut masyarakatnya semua keluarga, karena dari tiga orang Paken, jadi saling mengambil menantu sesama mereka (dijodohkan orang tua).[butuh rujukan]
Setelah Indonesia merdeka, tahun 1947 nama Kampung Pangi Lebehu Garantung diubah nama menjadi Desa Pangi saja menurut pemerintah.[butuh rujukan] Tetapi kalau secara umum masyarakat masih ada yang menyebut nama yang asal dulu dan untuk Pemimpin/Kepala Kampung disebut Pemangku Adat, setelah itu lalu Kepala Kampung kemudian disebut menjadi Kepala Desa sampai sekarang, Pemangku Adat yang pertama mulai tahun 1919-1946 ditunjuk masyarakat adalah Jalan.[butuh rujukan]