Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pandemi influenza 1557

Pada 1557, sebuah jenis pandemi influenza muncul di Asia, kemudian menyebar ke Afrika, Eropa, dan kemudian Amerika. Flu tersebut sangat meular dan diperhatikan secara mendalam, terkadang dengan gejala-gejala mematikan. Para sejarawan medis seperti Thomas Short, Lazare Rivière dan Charles Creighton mengumpulkan deskripsi-deskripsi demam kataral yang dianggap sebagai influenza oleh para dokter modern yang menyerang populasi dengan intensitas terbesar antara 1557 dan 1559. Mungkin untuk pertama kalinya, flu tahun 1557 membuat memerintah mengundang para dokter untuk menghimpun organisasi birokratik sebagai tanggapan terhadap epidemi. Peristiwa tersebut juga merupakan pandemi pertama di mana secara patologi berhubungan dengan keguguran dan tercatat secara jelas karena tersebar secara global. Influenza menyebabkan tingkat penguruan yang lebih tinggi, infeksi yang nyaris universal, dan dampak ekonomi ketika pandemi tersebut kembali dalam gelombang-gelombang berulang.

Wikipedia article
Diperbarui 6 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pandemi flu 1557
PenyakitInfluenza
Galur virustidak diketahui
LokasiAsia, Afrika, dan Eropa
Tanggal1557–1559
Kematian
tidak diketahui

Pada 1557, sebuah jenis pandemi influenza muncul di Asia, kemudian menyebar ke Afrika, Eropa, dan kemudian Amerika. Flu tersebut sangat meular dan diperhatikan secara mendalam, terkadang dengan gejala-gejala mematikan. Para sejarawan medis seperti Thomas Short, Lazare Rivière dan Charles Creighton mengumpulkan deskripsi-deskripsi demam kataral yang dianggap sebagai influenza oleh para dokter modern[1][2][3][4][5] yang menyerang populasi dengan intensitas terbesar antara 1557 dan 1559.[6][7] Mungkin untuk pertama kalinya, flu tahun 1557 membuat memerintah mengundang para dokter untuk menghimpun organisasi birokratik sebagai tanggapan terhadap epidemi.[4] Peristiwa tersebut juga merupakan pandemi pertama di mana secara patologi berhubungan dengan keguguran[8] dan tercatat secara jelas karena tersebar secara global. Influenza menyebabkan tingkat penguruan yang lebih tinggi, infeksi yang nyaris universal, dan dampak ekonomi ketika pandemi tersebut kembali dalam gelombang-gelombang berulang.

Referensi

  1. ↑
  2. ↑
  3. ↑ Eichel, Otto R. (December 1922). "The Long-Time Cycles of Pandemic Influenza". Journal of the American Statistical Association. 18 (140). Taylor & Francis: 451. doi:10.1080/01621459.1922.10502488. JSTOR 2276917.
  4. 1 2 Alibrandi, Rosemarie (2018). "When early modern Europe caught the flu. A scientific account of pandemic influenza in sixteenth century Sicily". Medicina Historica. 2: 19–26.
  5. ↑ Taubenberger, J.K.; Morens, D.M. (April 2009). "Pandemic influenza – including a risk assessment of H5N1". Revue Scientifique et Technique (International Office of Epizootics). 28 (1): 187–202. doi:10.20506/rst.28.1.1879. ISSN 0253-1933. PMC 2720801. PMID 19618626.
  6. ↑ Creighton, Charles (1894). A History of Epidemics in Britain: From the extinction of plague to the present time (dalam bahasa Inggris). Cambridge, England: Oxford University Press. hlm. 307–308.
  7. ↑
  8. ↑ Institute of Medicine (US) Forum on Microbial Threats; Knobler, Stacey L.; Mack, Alison; Mahmoud, Adel; Lemon, Stanley M. (2005). The Story of Influenza (dalam bahasa Inggris). National Academies Press (US).
  • l
  • b
  • s
Pandemi, epidemi, dan wabah penyakit ternama
  • Daftar wabah
Lokal
Kuno
  • Wabah Athena (429–426 BC)
  • Wabah Antoninus (165–180)
  • Wabah Siprianus (250–266)
Global
  • Pandemi influenza (1510)
  • Pandemi influenza (1557-1559)
  • Pandemi pes kedua (1348–19)
  • Pandemi kolera pertama (1816–1826)
  • Pandemi kolera kedua (1829–1851)
  • Pandemi kolera ketiga (1852–1860)
  • Pandemi pes ketiga (1855–1960)
  • Pandemi kolera keempat (1863–1879)
  • Pandemi kolera kelima (1881–1896)
  • Flu 1889 (1889–1890)
  • Pandemi kolera keenam (1899–1923)
  • Flu Spanyol (1918–1920)
  • Flu Asia (1957–1958)
  • Pandemi kolera ketujuh (1961–1975)
  • Flu Hong Kong (1968–1970)
  • AIDS (1981–kini)
  • SARS (2002–2004)
  • Flu burung (2003–2005)
  • Beguk (2009)
  • Flu babi (2009–2010)
  • MERS (2012–2015)
  • Chikungunya (2013–2014)
  • Zika (2015–2016)
  • COVID-19 (2019–kini)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Virus dalam sejarah manusia

pengaruh virus dan infeksinya dalam riwayat peradaban manusia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026