Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

PS Bandung Raya

Bandung Raya FC adalah salah satu klub sepak bola semi-profesional yang berbasis di Bandung, Indonesia. Klub ini berdiri pada tahun 1985 pada era kompetisi Galatama. Sejak tahun 1994, Bandung Raya berlaga di kompetisi Liga Indonesia yang merupakan penggabungan dari kompetisi Perserikatan dan Galatama. Bandung Raya memiliki julukan Maung Totol. Bandung Raya FC dan suporternya sering menampilkan karakter burung rajawali dalam atributnya termasuk saat tim PS Bandung Raya meraih trofi Liga Dunhil II.

klub sepak bola di Indonesia
Diperbarui 17 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

PS Bandung Raya
Artikel ini bukan mengenai Pelita Bandung Raya.
Bandung Raya FC
Logo Bandung Raya
Nama lengkapBandung Raya Football Club
JulukanMaung Totol
Berdiri17 Juni 1987
DibubarkanMaret 2012 (melebur dengan Pelita Jaya FC menjadi Pelita Bandung Raya)
StadionStadion Siliwangi
Bandung Indonesia
(Kapasitas: 15.000)
DirekturIndonesia Ari D. Sutedi
LigaDivisi Utama Liga Indonesia
1996–972
Kostum kandang
Kostum tandang

Bandung Raya FC adalah salah satu klub sepak bola semi-profesional yang berbasis di Bandung, Indonesia. Klub ini berdiri pada tahun 1985 pada era kompetisi Galatama. Sejak tahun 1994, Bandung Raya berlaga di kompetisi Liga Indonesia yang merupakan penggabungan dari kompetisi Perserikatan dan Galatama. Bandung Raya memiliki julukan Maung Totol. Bandung Raya FC dan suporternya sering menampilkan karakter burung rajawali dalam atributnya termasuk saat tim PS Bandung Raya meraih trofi Liga Dunhil II.

Bandung Raya membubarkan diri setelah Liga Indonesia 1996/97 selesai dikarenakan krisis keuangan. Pada tahun 2007, nama Bandung Raya kembali muncul di Divisi Tiga Zona Jawa Barat, di mana Bandung Raya gagal lolos ke tingkat Antarzona se-Jawa.

Pada tahun 2012, Ari D. Sutedi, pemilik 65% saham klub Bandung Raya, mengakuisisi seluruh saham Pelita Jaya dan mengganti nama klub tersebut menjadi Pelita Bandung Raya. Pelita Bandung Raya bermain pada kompetisi Liga Super Indonesia musim 2012-2013, hingga klub tersebut dijual lagi menjadi Madura United di tahun 2016.

Sejarah

Bandung Raya sudah beredar di pentas sepak bola Indonesia sejak 1987. Saat itu Bandung Raya berlaga pada kompetisi semi profesional Galatama. Bandung Raya menjadi klub Galatama ketiga yang bermarkas di Bandung setelah Sari Bumi Raya dan Tempo Utama.

Pada awal berdirinya Bandung Raya berintikan pemain klub PS UNI, termasuk pelatihnya Risnandar yang juga mantan pemain Persib dan nasional. Sesepuh UNI seperti H.R.A Marzuki, Nugraha Besoes dan Syamsudin Curita menjadi pelopor berdirinya klub ini. Pada perjalanannya pimpinan Bandung Raya diserahterimakan dari Syamsudi Curita ke Soeheod Warnaen.

Selama Berkiprah di Kompetisi Galatama, beberapa pelatih silih berganti menjadi arsitek tim, dimulai dari Risnandar, Sunarto, Ishak Udin, Parhim hingga Nandar Iskandar. Sayang prestasinya kurang bersinar. Hasil Terbaik diraih pada musim kompetisi 1988/1989. Bandung Raya yang ditangani Risnandar bertengger di peringkat 7 dari 18 peserta sekaligus menempatkan Dadang Kurnia sebagai top skor dengan 18 gol bersama pemain Arema, Mecky Tata.

Menjelang berakhirnya era kompetisi Galatama, Bandung Raya sempat akan dibubarkan karena kesulitan dana. Namun nasib baik masih memayungi klub ini, karena ketua Komda PSSI Jabar, Ukman Sutaryan mengucurkan dana segar sehingga Bandung Raya bisa berlaga pada musim perdana Liga Indonesia 1994/1995.

Di bawah pimpinan Tri Goestoro sebagai manajer tim, Bandung Raya yang diperkuan para pemain tenar seperti Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Hermansyah, dan Peri Sandria plus eks pemain muda eks tim PON Jabar 1996 Nuralim dan M. Ramdan menjelma menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan lawan-lawannya.

Pada LI musim perdana Bandung Raya yang ditangani Nandar Iskandar tertahan di babak 8 besar. Namun, sukses mengantarkan Peri Sandria sebagai top skor dengan koleksi 34 gol. Perolehan gol Peri belum ada yang mampu melewati hingga saat ini.

Setahun kemudian Bandung Raya merger dengan Masyarakat Transportasi (Mastrans) Sehingga namanya berubah menjadi Mastrans Bandung Raya. Kursi pelatih beralih ke pelatih asal Belanda, Henk Wullems. Beberapa pemain baru pun bergabung termasuk bomber asal Yugoslavia, Dejan Glusevic.

Dengan Slogan "Kagok Edan Juara Sakalian" Bandung Raya sukses menyabet mahkota juara Liga Indonesia 1995/1996 dan menempatkan Dejan Glusevic sebagai top skor dengan 30 gol. Musim ini merupakan musim terbaik bagi Bandung Raya.

Pada Liga Indonesia 1996/1997 Bandung Raya ditinggalkan Henk Wullems yang dipercaya menjadi pelatih timnas Indonesia. Penggantinya adalah Albert fafie yang juga berasal dari Belanda. Di tangan Fafie, Melaju ke final sebelum akhirnya ditaklukan Persebaya. Meski begitu Nuralim dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Setelah itu dengan berbagai alasan Bandung Raya resmi dibubarkan dan menghilang dari pentas sepak bola nasional. Setelah bertahun-tahun mati suri, pada 2007 Bandung Raya muncul lagi di kompetisi divisi III 2007.

Akuisisi Pelita Jaya

Pada tahun 2012, Ari D. Sutedi, pemilik 65% saham Bandung Raya, mengakuisisi seluruh saham Pelita Jaya FC dan mengganti namanya menjadi Pelita Bandung Raya. Pada Oktober 2012 Bandung Raya yang sudah berada di divisi II menjelma menjadi Pelita Bandung Raya, setelah PT Kreasi Performa Pasundan selaku pemilik baru Bandung Raya membeli PT Nirwana Pelita Jaya yang menaungi klub Liga Super Indonesia, Pelita Jaya. Dengan demikian, mulai musim kompetisi 2012/2013 nama Bandung Raya pun kembali beredar di pentas Liga Super Indonesia.[1] Setelah musim 2015, klub tersebut dijual dan sekarang bernama Madura United.

Prestasi

Di Liga Indonesia, prestasi Bandung Raya cukup membanggakan. Pemain-pemain seperti Herry Kiswanto, Peri Sandria, Dejan Gluscevic dan Olinga Atangana bahu membahu membangun Bandung Raya. Pelatihnya saat itu adalah Henk Wullems dan manajernya, Tri Gustoro.

Pada Liga Indonesia 1994/95, Bandung Raya berhasil lolos ke babak 8 besar. Langkahnya terhenti setelah pada putaran berikutnya di Grup A, Bandung Raya hanya menempati urutan ke-3. Urutan pertama, Bontang PKT, dan ke-2, Barito Putra lolos ke semifinal Liga Indonesia 1994/95. Striker Bandung Raya, Peri Sandria menjadi pencetak gol terbanyak, 34 gol dari 37 pertandingan.[2]

Prestasi tertinggi Bandung Raya diraih di musim berikutnya, Liga Indonesia 1995/96. Bandung Raya tampil sebagai juara setelah mengalahkan PSM Ujungpandang 2-0. Di musim ini, Dejan Gluscevic menjadi pencetak gol terbanyak dengan 30 gol dari 33 pertandingan.[3]

Pada Liga Indonesia 1996/97, Bandung Raya kembali mencapai Grand Final. Namun sayang, Bandung Raya tidak mampu mempertahankan gelarnya setelah dikalahkan Persebaya, 3-1. Partai final ini menjadi partai terakhir yang dilakoni Bandung Raya yang akhirnya bubar dan tidak mengikuti kompetisi musim berikutnya Liga Indonesia 1997/98. Nuralim, pemain belakang Bandung Raya, dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia 1996/97.[4]

Di Tingkat Asia, Bandung Raya pernah mengikuti Piala Winners Asia (Asian Cup Winners Cup) mewakili Indonesia sebagai Juara Liga Indonesia 1995/96. Langkahnya dihentikan South China asal Hongkong pada putaran ke-2 dengan agregat 1-5 (1-1, 1-4).[5]

Rujukan

  1. ↑ "Pelita Jaya di Jual ke Bandung Raya". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-29. Diakses tanggal 2012-12-27.
  2. ↑ http://www.rsssf.com/tablesi/indo95.html Liga Indonesia 1994/95
  3. ↑ http://www.rsssf.com/tablesi/indo96.html Liga Indonesia 1995/96
  4. ↑ http://www.rsssf.com/tablesi/indo97.html Liga Indonesia 1996/97
  5. ↑ http://www.rsssf.com/tablesa/ascup97.html Asian Club Competitions 1996/97
  • l
  • b
  • s
Tim sepak bola di Jawa Barat
Super League
  • Persib
Championship
  • FC Bekasi City
  • Garudayaksa
  • Persikad
Liga Nusantara
  • Dejan FC
  • Persikabo 1973
  • PSGC
Liga 4 2025 Seri 1
  • Al Jabbar FC
  • ASAD Purwakarta
  • Bandung United
  • Cimahi Putra
  • Cimahi United
  • Depok Raya
  • EASGA
  • Ebod Jasukars
  • Karawang United
  • Patriot Bekasi
  • Perkesit
  • Perses
  • Persigar
  • Persika 1951
  • Persikab
  • Persikabumi
  • Persikasi
  • Persikotas
  • Persima
  • Persindra
  • Persipasi
  • Persipu FC
  • Persitas
  • Pesik
  • PSB
Liga 4 2025 Seri 2
  • Abinaya Squad
  • Bandung Barat United
  • Bandung Legend
  • Banjar Patroman
  • Benpica
  • Bhatara United
  • Bionsa
  • Bogor Raya
  • Bojong Gede Raya
  • BRT Subang
  • Buaran Putra
  • Cibinong Poetra
  • Cikarang City
  • Cirebon United
  • Citeureup Raya
  • Depok City
  • Depok United
  • Diklat ISA
  • Diklat Sepakbola Kuningan
  • Fanshop FA
  • Galuh
  • Gemilang Raya
  • Germanesia
  • GWR Family
  • Indramayu United
  • Inspire
  • Mandala
  • Maung Bandung
  • Pakuan City
  • Pelita Yudha
  • Persika
  • Persikabo Bogor
  • Persipo
  • Perssi
  • Progresif Indonesia
  • PS Amdesta
  • PS Bara Siliwangi
  • PS Java Top
  • PSIT
  • R-MIFA
  • R2B Legend
  • Rancaekek
  • Riverside Forest
  • Satria Sanggeni
  • TS Maung Garut
  • UNI Bandung
  • Waanal Bhintuka
Tidak Aktif
  • Bandung FC
  • Bandung Barat FC
  • Bandung Raya FC
  • Bandung Timur
  • Bareti 1698
  • Batalyon Bintang Primavera
  • Bekasi United
  • Bina Putra Sentra
  • Bintang Muda FC
  • Bintang Timur FC
  • Blaster FC
  • Bone FC
  • Bogor FC
  • Bravensia Selaras Mandiri
  • Brazilian Soccer School
  • Cirebon FC
  • Cirebon Barat FC
  • Fearless Rambo FC
  • Gapura FC
  • Lemahtamba
  • Lintas Putra
  • Loreng FC
  • Kabomania FC
  • Mars Gelatik FC
  • Maung Anom
  • Mutiara 97
  • Parma FC
  • Patriot CB
  • Persebam
  • Persekabtas
  • Persigarsel
  • Persikabbar
  • Persikoban
  • Persikas
  • PLG Parahyangan
  • Prima Con
  • Pro Tunas Rifo
  • PSGJ
  • PSKC
  • Putra Jaya FC
  • RCK Nusantara
  • Roksi FC
  • Saint Prima
  • Saswco
  • Sayid Sabiq FC
  • Sidolig
  • Siliwangi Cimahi
  • Sukabumi FC
  • Sultan Muda
  • Tasik Raya
  • Wisdom FC
  • YMA Sukabumi 28
  • Young Tigers
Pindah asosiasi
  • Mavericks FC

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Akuisisi Pelita Jaya
  3. Prestasi
  4. Rujukan

Artikel Terkait

Daftar klub sepak bola di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Tim nasional sepak bola wanita Indonesia

tim nasional sepak bola wanita

Daftar klub sepak bola

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026