Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiOrang Hindu Punjabi
Artikel Wikipedia

Orang Hindu Punjabi

Orang Hindu Punjabi adalah para penganut Hindu yang teridentifikasi secara etnis, linguistik, budaya, dan silsilah sebagai orang Punjabi dan berasal dari wilayah Punjab di anak benua India. Hindu Punjabi adalah kelompok agama terbesar ketiga dari komunitas Punjabi, setelah orang Islam Punjabi dan orang Sikh Punjabi. Meskipun orang Hindu Punjabi kebanyakan mendiami negara bagian Punjab, serta Haryana, Himachal Pradesh, Delhi, dan Chandigarh saat ini, kebanyakan leluhurnya menyebar di wilayah Punjab yang lebih luas, yang dipisahkan antara India dan Pakistan pada 1947.

kelompok etnolinguistik di India
Diperbarui 5 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Punjabi Hindus
पंजाबी हिंदू  · ਪੰਜਾਬੀ ਹਿੰਦੂ  · پنجابی ہندو
Panjābī Hindū
Jumlah populasi
ca 25.293.746-27.140.416[1][2]
Daerah dengan populasi signifikan
Punjab, India10.678.140 (Sensus 2011)[3]
Delhi4.029.110 – 5.875.780 (perkiraan 2011)[4][a][b][c]
Haryana9.652.000 (perkiraan 2011)[d]
Rajasthan281.050 (perkiraan 2011)[8][9]
Himachal Pradesh222.410 (perkiraan 2011)[10][11]
Punjab, Pakistan249.716 (Sensus 2023)[12]
Chandigarh94.150 (perkiraan 2011)[8]
Jammu59.930 (perkiraan 2011)[13][8]
Uttarakhand27.240 (perkiraan 2011)[14][8]
Bahasa
Punjabi dan dialek-dialeknya
Hindi
Agama
Hindu (termasuk Nanakpanthi)
Kelompok etnik terkait
  • Orang Sikh Punjabi
  • Orang Islam Punjabi
  • Orang Kristen Punjabi

Orang Hindu Punjabi adalah para penganut Hindu yang teridentifikasi secara etnis, linguistik, budaya, dan silsilah sebagai orang Punjabi dan berasal dari wilayah Punjab di anak benua India. Hindu Punjabi adalah kelompok agama terbesar ketiga dari komunitas Punjabi, setelah orang Islam Punjabi dan orang Sikh Punjabi. Meskipun orang Hindu Punjabi kebanyakan mendiami negara bagian Punjab, serta Haryana, Himachal Pradesh, Delhi, dan Chandigarh saat ini, kebanyakan leluhurnya menyebar di wilayah Punjab yang lebih luas, yang dipisahkan antara India dan Pakistan pada 1947.

Sejarah

Masa kuno

Regweda adalah teks Hindu Sanskerta Weda tertua yang bermula di wilayah Punjab barat laut.

Hindu adalah agama tercatat tertua yang dipraktekkan oleh orang Punjabi.[15] Agama Weda dari zaman Weda (1500–500 SM) meliputi gagasan agama dan praktek di Puonjab, utamanya terpusat dalam pemujaan Indra, dewa surga dan petir Hindu.[16] Suku-suku Weba bergerak ke timur di Lembah Indus utara dan menuju pinggiran Gangga-Yamuna pada zaman Weda akhir, dan Brhaminisme mengembangkan cikal bakal Weda di wilayah Kurukshetra. Agama Zaman Weda adalah salah satu pendahulu Hindu, dan zaman Weda berakhir kala sintesis Hindu mengembangkan interaksi antara Brahminisme, Sramanisme, dan agama-agama lokal.[17][18][e]

Sebagian besar Regweda dikomposisikan di wilaayh Punjab antara sekitar tahun 1500 dan 1200 SM,[19] meskipun naskah Weda berikutnya dikompsisikan lebih ke timur, antara sungai Yamuna dan sungai Gangga. Sebuah kitab hukum India kuno bernama Manusmriti, yang dikembangkan oleh para pendeta Hindu Brahmin, membentuk kehidupan keagamaan Punjabi sejak tahun 200 SM.[20]

Referensi

  1. ↑ "Census of India Website : Office of the Registrar General & Census Commissioner, India". Diarsipkan dari asli tanggal 13 November 2019.
  2. ↑ "Behind the decline". 16 September 2015.
  3. ↑ "Population by religion community – 2011". The Registrar General & Census Commissioner, India. Diarsipkan dari asli tanggal 23 September 2015.
  4. 1 2 "Delhi (India): Union Territory, Major Agglomerations & Towns – Population Statistics in Maps and Charts". City Population. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 March 2017. Diakses tanggal 28 February 2017.
  5. ↑
  6. ↑
  7. ↑ Kumar, Virender (28 October 2014). "Punjabis population in Haryana". Indian Express. Diakses tanggal 9 September 2021.
  8. 1 2 3 4 "Language – India, States and Union Territories" (PDF). Census of India 2011. Office of the Registrar General. hlm. 13–14. Diakses tanggal 24 November 2018.
  9. ↑ "RSGPC to publicize issue of Punjabi in Rajasthan". The Times of India. 17 January 2018.
  10. ↑ "Una, amalgam of Punjabi and Pahari cultures".
  11. ↑ "Himachal Pradesh Youth status report: Sex ratio up but total fertility rate declining". The Indian Express. Shimla. Express News Service. 5 January 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 April 2018. Diakses tanggal 17 April 2018.
  12. ↑ "Population by Religion" (PDF).
  13. ↑ "Include Punjabi as official language in Jammu and Kashmir: Punjab CM Amarinder".
  14. ↑ "A Mini Punjab in Uttrakhand That Has Given Punjabi Cinema a Superstar Diva!".
  15. ↑ Nayar, Kamala Elizabeth (2012). The Punjabis in British Columbia: Location, Labour, First Nations, and Multiculturalism (dalam bahasa Inggris). McGill-Queen's Press - MQUP. hlm. 7. ISBN 978-0-7735-4070-5. Hinduism is the oldest of the religions practiced by the Punjabis
  16. ↑ Berry, Thomas (1996). Religions of India: Hinduism, Yoga, Buddhism. Columbia University Press. hlm. 20–21. ISBN 978-0-231-10781-5.
  17. ↑ name="Vedic religion">"Vedic religion". Encyclopedia Britannica. 10 November 2023. It Vedic religion takes its name from the collections of sacred texts known as the Vedas. Vedism is the oldest stratum of religious activity in India for which there exist written materials. It was one of the major traditions that shaped Hinduism.
  18. ↑ Virdee, Pippa (February 2018). From the Ashes of 1947 (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 24. ISBN 978-1-108-42811-8. The Rig Veda and the Upanishads, which belonged to the Vedic religion, were a precursor of Hinduism, both of which were composed in Punjab.
  19. ↑ Flood, Gavin (13 July 1996). An Introduction to Hinduism. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-43878-0.
  20. ↑ Nayar, Kamala Elizabeth (2012). The Punjabis in British Columbia: Location, Labour, First Nations, and Multiculturalism (dalam bahasa Inggris). McGill-Queen's Press - MQUP. hlm. 7–8. ISBN 978-0-7735-4070-5.
  • Punjabrevenue.nic.in Diarsipkan 2010-08-22 di Wayback Machine., Religion and castes in Punjab

Bacaan tambahan

  • Talib, Gurbachan (1950). Muslim League Attack on Sikhs and Hindus in the Punjab 1947. India: Shiromani Gurdwara Prabandhak Committee.Online 1 Diarsipkan 2009-12-31 di Wayback Machine. Online 2 Online 3 Diarsipkan 2003-08-27 di Wayback Machine. (A free copy of this book can be read from any 3 of the included "Online Sources" of this free "Online Book")
  • ^ a b c Brass, Paul R. (2005). Language, Religion and Politics in North India. iUniverse. p. 326. ISBN 978-0-595-34394-2.

Pranala luar

  • Very Nice Info About Jalandhar, The Punjab (India)
  • The Punjab—An Overview Diarsipkan 2017-10-21 di Wayback Machine.
  • Punjab History Diarsipkan 2006-04-23 di Wayback Machine.
  • Punjab Historical Background Diarsipkan 2006-05-06 di Wayback Machine.
  • Shri Durgiana Tirath Diarsipkan 2006-06-13 di Wayback Machine.
  1. ↑
  2. ↑
  3. ↑ Punjabi Hindus represent between 24 and 35 per cent of Delhi's population, determined from 1991 and 2015 estimates.[5][6] Based on the 2011 official census counts out of a total population of 16,787,941, this amounts to between 4,029,106 and 5,875,779 persons.[4]
  4. ↑ “Punjabis population in Haryana."[7]
  5. ↑ (Michaels 2004, hlm. 38): "The legacy of the Vedic religion in Hinduism is generally overestimated. The influence of the mythology is indeed great, but the religious terminology changed considerably: all the key terms of Hinduism either do not exist in Vedic or have a completely different meaning. The religion of the Veda does not know the ethicised migration of the soul with retribution for acts (karma), the cyclical destruction of the world, or the idea of salvation during one's lifetime (jivanmukti; moksa; nirvana); the idea of the world as illusion (maya) must have gone against the grain of ancient India, and an omnipotent creator god emerges only in the late hymns of the rgveda. Nor did the Vedic religion know a caste system, the burning of widows, the ban on remarriage, images of gods and temples, Puja worship, Yoga, pilgrimages, vegetarianism, the holiness of cows, the doctrine of stages of life (asrama), or knew them only at their inception. Thus, it is justified to see a turning point between the Vedic religion and Hindu religions."
    Jamison, Stephanie; Witzel, Michael (1992). "Vedic Hinduism" (PDF). Harvard University. hlm. 3.: "... to call this period Vedic Hinduism is a contradictio in terminis since Vedic religion is very different from what we generally call Hindu religion – at least as much as Old Hebrew religion is from medieval and modern Christian religion. However, Vedic religion is treatable as a predecessor of Hinduism."
    See also Halbfass 1991, hlm. 1–2

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Masa kuno
  3. Referensi
  4. Bacaan tambahan
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Kelompok etnik di Filipina

kelompok etnolinguistik, banyak di antaranya yang tergolong sebagai "Orang Pribumi" menurut Undang-Undang Hak Orang Pribumi 1997. Kelompok-kelompok Muslim

Kelompok etnik di Asia Selatan

komposisi suku-bahasa populasi Asia Selatan

Kelompok etnik di Thailand

Ektis Thailand

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026