Oligohidramnion merupakan kondisi gangguan pada cairan ketuban, yang mengakibatkan berkurangnya volume cairan ketuban. Pada kehamilan normal, pertambahan usia kehamilan akan diikuti dengan bertambahnya volume cairan ketuban. Hingga puncaknya pada usia kehamilan 34 minggu, volume cairan ketuban berkisar antara 800 ml hingga 1000 ml. Volume cairan akan mengalami penurunan pada usia kehamilan 40 minggu hingga mendekati masa persalinan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Oligohidramnion merupakan kondisi gangguan pada cairan ketuban, yang mengakibatkan berkurangnya volume cairan ketuban. Pada kehamilan normal, pertambahan usia kehamilan akan diikuti dengan bertambahnya volume cairan ketuban. Hingga puncaknya pada usia kehamilan 34 minggu, volume cairan ketuban berkisar antara 800 ml hingga 1000 ml. Volume cairan akan mengalami penurunan pada usia kehamilan 40 minggu hingga mendekati masa persalinan.[1]
Pada gangguan oligohidramnio, volume cairan ketuban tidak mencapai 500 ml di usia kehamilan 32 hingga 36 minggu. Perhitungan oligohidramnion juga bisa diagnosis dari volume cairan ketuban yang tidak mencapai 50% dari jumlah yang seharusnya, sesuai dengan usia kehamilan. Kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan pada janin, seperti gangguan paru-paru, gangguan perkembangan janin, kelahiran prematur, serta meningkatkan risiko komplikasi persalinan[1][2]
Pada kehamilan, pemeriksaan ballotement atau sensasi pantulan pada rahim, dilakukan untuk merasakan gerakan pantulan janin. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengetuk atau menekan perlahan janin melalui perut ibu.
Pemeriksaan ballotement pada kehamilan normal, akan terasa adanya sensasi lunak dan memantul pada janin. Hasil ini mengindikasikan jumlah air ketuban yang cukup dan mampu melindungi janin. Sedangkan pada kasus oligohidramnio, efek pantul terasa kecil atau bahkan tidak terasa.
Pada pemeriksaan fisik perut ibu hamil, janin akan terasa dengan jelas. Hal ini diakibatkan dari kurangnya air ketuban yang melindungi janin, sehingga janin lebih mudah teraba dengan jelas.
Fundus uteri merupakan jarak antara rahim bagian atas dan tulang kemaluan. Pada kehamilan normal, tinggi fundus uteri akan bertambah sesuai usia kehamilan. Jika setelah dilakukan pemeriksaan tinggi fundus tidak bertambah signifikan, ada indikasi terdapat gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin.
Diagnosis oligohidramnio dapat ditegakkan dengan pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG memungkinkan dokter kandungan mengukur volume cairan ketuban dengan melihat kedalaman kantong ketuban.
Cairan ketuban memiliki banyak fungsi untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Pada usia 16 sampai 24 minggu, cairan ketuban perperan besar dalam proses perkembangan paru-paru. Kurangnya cairan ketuban dapat menghambat perkembangan sel paru-paru janin, dan berisiko janin terlahir dengan permasalah pernafasan.[3] Cairan ketuban juga berfungsi sebagai pembawa oksigen dan media pernafasan janin.
Selama masa pertumbuhan janin, cairan ketuban melindungi janin dari bahaya terjadinya benturan. Cairan ketuban berguna sebagai ruang gerak janin. Dengan cairan ketuban yang cukup, janin dapat bergerak bebas, seperti melakukan gerakan menendang, serta berputar. Apabila cairan ketuban kurang, gerakan janin dapat terhambat dan meningkatkan risiko gangguan pada sendi janin.