Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Air ketuban

Air ketuban atau cairan amnion adalah cairan yang terdapat dalam ruangan yang diliputi selaput janin. Bobot jenis cairan ini sekitar 1.080. Makin tua kehamilan, makin turun berat jenisnya, hingga menjadi 1.025-1.010.

Wikipedia article
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Air ketuban
Janin manusia 10 minggu dengan kantung ketuban

Air ketuban atau cairan amnion adalah cairan yang terdapat dalam ruangan yang diliputi selaput janin.[1]
Bobot jenis cairan ini sekitar 1.080.[1] Makin tua kehamilan, makin turun berat jenisnya, hingga menjadi 1.025-1.010.[1]

Fungsi air ketuban

Air ketuban berfungsi antara lain untuk:[2]

  • Sebagai pelindung yang akan menahan janin dari trauma akibat benturan.
  • Melindungi dan mencegah tali pusat dari kekeringan, yang dapat menyebabkannya mengerut sehingga menghambat penyaluran oksigen melalui darah ibu ke janin.
  • Berperan sebagai cadangan cairan dan sumber nutrien bagi janin untuk sementara.
  • Memungkinkan janin bergerak lebih bebas, membantu sistem pencernaan janin, sistem otot dan tulang rangka, serta sistem pernapasan janin agar berkembang dengan baik.
  • Menjadi inkubator yang sangat istimewa dalam menjaga kehangatan di sekitar janin.

Selaput ketuban dengan cairan ketuban di dalamnya merupakan penahan janin dan rahim terhadap kemungkinan infeksi.

  • Pada waktu persalinan, air ketuban dapat meratakan tekanan atau kontraksi di dalam rahim, sehingga leher rahim membuka.
  • Dan saat kantung ketuban pecah, air ketuban yang keluar sekaligus akan membersihkan jalan lahir.

Pada saat kehamilan, air ketuban juga bisa digunakan untuk mendeteksi kelainan yang dialami janin, khususnya yang berhubungan dengan kelainan kromosom.

  • Kandungan lemak dalam air ketuban dapat menjadi penanda janin sudah matang atau lewat waktu.

A. Komposisi Cairan Amnion:

1. Terdiri dari 98% air 2. Bahan padat lain 2% yang terdiri dari:

  1. Elektrolit, derifat protein (kreatinin, ureum, dan asam urat), glukosa, lemak, dan lemak protein (fosfolipid dan kolesterol)
  2. Hormon (HCG, Hpl, Estrogen, Progesteron, Prolaktin)
  3. Enzim (seluruh enzim dalam tubuh manusia)
  4. Pigmen ( bilirubin pada awal kehamilan yang akan menghilang saat hepar menjadi matang) e) Bahan-bahan dari janin seperti rambut, verniks

Tindakan Darurat Saat Air Ketuban Pecah

Air ketuban pecah bisa menjadi pertanda bahwa bayi akan segera lahir. Berikut ini 3 tindakan darurat yang harus segera diambil saat air ketuban pecah pada masa janin belum waktunya lahir:

Jangan Panik

Atur napas dan sebisa mungkin jangan banyak bergerak. Air ketuban pecah sebelum waktunya, bisa terjadi karena kondisi ibu hamil yang sedang sakit atau kecelakaan.

Catat jam dan menit saat air ketuban pecah.

Tujuannya, agar dokter dan paramedis bisa mengetahui secara pasti kesempatan janin anda untuk bisa diselamatkan. Jika ketuban pecah, janin berisiko terkena infeksi dari luar. oleh karena itu, penanganan cepat dan tepat waktu perlu dilakukan agar janin anda selamat. Perhatikan juga kondisi air ketuban. AIr ketuban normal itu berwarna bening dan tidak berbau busuk. Jika air ketuban berwarna keruh dan berbau tidak sedap, kemungkinan sudah terkena infeksi dan membahayakan kondisi janin Anda

Segera Bawa ke dokter / paramedis

Penanganan serius secara cepat dan tepat dapat menyelamatkan bayi anda dari kematian. Penanganan yang terlambat bisa membuat bayi terkena risiko infeksi atau terlalu lama menelan air ketuban.

Referensi

  1. 1 2 3 Ensiklopedi Nasional Indonesia. 2004. Bekasi: Delta Pamungkas. ISBN 979-9327-00-8. Hal.184.
  2. ↑ "Air Ketuban". Diakses tanggal 2011-08-04.

Pranala

  • Air Ketuban Diarsipkan 2013-08-14 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Kehamilan dan Kelahiran
Perencanaan
  • Kontrol kelahiran
  • Keluarga berencana alami
  • Konseling pra-konsepsi
Pembuahan
  • Teknologi reproduksi berbantuan
    • inseminasi buatan
    • penipuan kesuburan
    • obat kesuburan
    • fertilisasi in vitro
    • reproduksi dengan bantuan pasangan
  • Kesadaran kesuburan
  • Kehamilan yang tidak diinginkan
Tes
  • USG 3D
  • USG Obstetri
  • Tes kehamilan
    • pengujian di rumah
  • Pengujian pralahir
  • Pencitraan medis
Jenis
  • Serviks
  • Kriptik
  • Ektopik
  • Perut
  • Heterotopik
  • Molar
  • Ovarium
  • Hamil lewat waktu
  • Tidak diinginkan
  • Interstitial
  • Tanduk rudimenter
Persalinan
Persiapan
  • Metode Bradley
  • Hypnobirthing
  • Lamaze
  • Insting bersarang
Peran
  • Ibu
  • Bayi Baru Lahir
    • kelahiran prematur
  • Kehamilan lewat waktu
  • Doula
  • Penolong Kelahiran
  • Peran laki-laki
  • Bidan
    • Bidan perawat bantu
  • Dokter Obstetri
  • Perawat perinatal
  • Penolong persalinan tradisional
Kelahiran
  • Pelvimetri / Skor Bishop
    • pelebaran serviks
    • penipisan serviks
    • posisi
  • Pertunjukan berdarah
  • Kontraksi rahim
  • Persalinan normal
  • Presentasi
    • sungsang
    • cephalic
    • bahu
  • Pecahnya selaput
  • Caesar
  • Posisi Melahirkan
  • Melahirkan di rumah
  • Induksi persalinan
  • Kelahiran ganda
  • Persalinan alami
  • Kelahiran tanpa suara
  • Melahirkan tanpa bantuan
  • Persalinan di air
  • Pengusiran plasenta
  • Gentle birth
  • Lotus Birth
Sebelum melahirkan
Anatomi
  • Air ketuban
  • Kantung ketuban
  • Endometrium
  • Plasenta
Perkembangan
  • Janin
  • Tinggi fundus
  • Usia kehamilan
  • Embriogenesis manusia
  • Perubahan fisiologis ibu
  • Perubahan fisiologis setelah melahirkan
Perawatan
  • Nutrisi
    • peracunan lingkungan
    • dalam kehamilan
    • prenatal
  • Imunisasi
  • Kondisi bersamaan
    • Anemia
    • Hipertensi
    • Hiperkoagulabilitas
    • Penggunaan zat
      • Merokok
      • Alkohol
      • Ganja
    • Penyakit endokrin
      • Diabetes
      • Penyakit tiroid
    • Penyakit hati
      • Perlemakan hati akut
      • Kolestasis intrahepatik
    • Infeksi
      • HIV
      • COVID-19
      • Hepatitis C
      • Malaria
    • Penyakit kulit
      • Lupus
      • Folikulitis pruritus
      • Dermatosis
    • Yang lain
      • Obat
      • Flora vagina
      • Pendarahan
      • Emisi kendaraan bermotor
      • Penyakit yang sudah ada sebelumnya
Prosedur
  • Amniosentesis
  • Kardiotokografi
  • Pengambilan sampel chorionic villus
  • Uji nonstres
  • Aborsi
Pascapersalinan
Ibu
  • Perawatan setelah melahirkan
  • Kurungan setelah melahirkan
  • Seks setelah kehamilan
  • Gangguan kejiwaan saat melahirkan
  • Perubahan fisiologis setelah melahirkan
Peran
  • Doula
  • Pengunjung kesehatan
  • Konsultan laktasi
  • Perawat bulanan
  • Pengasuh bayi
Anak
  • Adaptasi dengan kehidupan ekstrauterin
  • Skor APGAR
  • Penitipan anak
  • Kelainan bawaan
Riwayat kebidanan
  • Graviditas dan paritas
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Fungsi air ketuban
  2. Tindakan Darurat Saat Air Ketuban Pecah
  3. Jangan Panik
  4. Catat jam dan menit saat air ketuban pecah.
  5. Segera Bawa ke dokter / paramedis
  6. Referensi
  7. Pranala
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026