Kantung ketuban dan cairan ketuban di dalamnya merupakan cairan ketuban atau air ketuban yang sama pecah sesaat sebelum kelahiran. Kantung tersebut terdiri dari dua selaput dan merupakan rumah bayi Anda saat berada di dalam rahim fungsinya yaitu membuat bayi tetap hangat, aman, dan dikelilingi oleh cairan lembut. Selaput ini biasanya pecah saat bayi lahir dan bisa bocor atau bocor ke luar tubuh. Dalam beberapa kasus, jika kantung ketuban belum pecah dan dokter perlu menginduksi persalinan, kantung ketuban mungkin perlu dipecah menggunakan alat khusus untuk menginduksi persalinan dan menginduksi persalinan. Kebanyakan wanita mulai mengalami kontraksi dalam beberapa jam setelah ini. Namun, jika selaput ketuban pecah sebelum persalinan dimulai, metode induksi lain dapat digunakan, bayi tidak dapat bertahan hidup dalam waktu lama tanpa cairan ketuban tanpa risiko infeksi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kantung ketuban dan cairan ketuban di dalamnya merupakan cairan ketuban atau air ketuban yang sama pecah sesaat sebelum kelahiran. Kantung tersebut terdiri dari dua selaput dan merupakan rumah bayi Anda saat berada di dalam rahim fungsinya yaitu membuat bayi tetap hangat, aman, dan dikelilingi oleh cairan lembut. Selaput ini biasanya pecah saat bayi lahir dan bisa bocor atau bocor ke luar tubuh. Dalam beberapa kasus, jika kantung ketuban belum pecah dan dokter perlu menginduksi persalinan, kantung ketuban mungkin perlu dipecah menggunakan alat khusus untuk menginduksi persalinan dan menginduksi persalinan. Kebanyakan wanita mulai mengalami kontraksi dalam beberapa jam setelah ini. Namun, jika selaput ketuban pecah sebelum persalinan dimulai, metode induksi lain dapat digunakan, bayi tidak dapat bertahan hidup dalam waktu lama tanpa cairan ketuban tanpa risiko infeksi.[1]
Kantung ketuban memiliki beberapa fungsi bagi ibu hamil dan anak dalam kandungan yaitu:[2]
Beberapa kondisi dapat menyebabkan jumlah cairan ketuban lebih banyak atau justru lebih sedikit dari jumlah normal. Oligohidramnion adalah kondisi ketika cairan ketuban terlalu sedikit, sedangkan polihidramnion adalah kondisi ketika ada terlalu banyak cairan.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan oligohidramnion adalah:[3]