Olanzapin adalah golongan antipsikotik atipikal yang digunakan untuk mengatasi skizofrenia dan gangguan bipolar. Pada pasien skizofrenia, obat ini bisa digunakan untuk jangka pendek dan bisa digunakan terapi pemeliharaan jangka panjang. Rute pemberian obat melalui oral atau bisa penyuntikan intraotot.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Olaz, Remital, Sopavel, Zypin, Zyprexa, dll[1] |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a601213 |
| License data |
|
| Kategori kehamilan |
|
| Rute pemberian | Oral, injeksi intramuskular |
| Status hukum | |
| Status hukum | |
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | 60-65%[2][3][4] |
| Pengikatan protein | 93%[5] |
| Metabolisme | Hati (glukuronidasi langsung dan oksidasi yang dimediasi CYP1A2) |
| Waktu paruh eliminasi | 33 jam; 51,8 jam (lansia)[5] |
| Ekskresi | Urin (57%; 7% sebagai obat yang tidak berubah), feses (30%)[5][6] |
| Pengenal | |
| |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.125.320 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C17H20N4S |
| Massa molar | 312.439 |
| Model 3D (JSmol) | |
| Titik leleh | 195 °C (383 °F) |
| Kelarutan dalam air | Tidak larut dalam air mg/mL (20 °C) |
| |
| |
Olanzapin adalah golongan antipsikotik atipikal yang digunakan untuk mengatasi skizofrenia dan gangguan bipolar .[7] Pada pasien skizofrenia, obat ini bisa digunakan untuk jangka pendek dan bisa digunakan terapi pemeliharaan jangka panjang.[7] Rute pemberian obat melalui oral atau bisa penyuntikan intraotot .[7]
Kemunculan efek samping yang umum pada penggunaan obat ini meliputi penambahan berat badan, gangguan pergerakan, pusing, rasa lelah, sembelit, dan mulut kering.[7] Efek samping lainnya yang bisa terjadi pada penggunaan obat ini yakni hiptensi ostostatik, reaksi alergi, sindrom neuroleptik maligna, hiperglikemia, sawan, ginekomastia, disfungsi ereksi, dan tardive dyskinesia .[7] Penggunaan obat ini golongan lansia dengan riwayat demensia, meningkatkan risiko kematian.[7] Untuk penggunaan trismester akhir pada kehamilan bisa menyebabkan gangguan pergerakan pada bayi selama beberapa waktu pasca dilahirkan.[7] Walaupun mekanisme kerjan dari obat ini belum sepenuhnya jelas, obat ini bisa memblokir reseptor dopamin dan serotonin.[7]