Oculus adalah film horor psikologis supernatural Amerika Serikat tahun 2013, yang ditulis, disunting dan disutradarai oleh Mike Flanagan. Film ini berdasarkan film pendek Flanagan, Oculus: Chapter 3 – The Man with the Plan, dan dibintangi oleh Karen Gillan dan Brenton Thwaites sebagai dua saudara kandung yang yakin bahwa cermin antik bertanggung jawab atas kematian dan kemalangan yang dialami keluarga mereka.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Oculus | |
|---|---|
Poster resmi | |
| Sutradara | Mike Flanagan |
| Produser |
|
| Skenario |
|
Berdasarkan | Oculus: Chapter 3 – The Man with the Plan oleh Mike Flanagan |
| Pemeran |
|
| Penata musik | The Newton Brothers |
| Sinematografer | Michael Fimognari |
| Penyunting | Mike Flanagan |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Relativity Media[1] |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 103 menit[2] |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $5 juta[3] |
Pendapatan kotor | $44 juta[4] |
Oculus adalah film horor psikologis supernatural Amerika Serikat tahun 2013, yang ditulis, disunting dan disutradarai oleh Mike Flanagan.[5] Film ini berdasarkan film pendek Flanagan, Oculus: Chapter 3 – The Man with the Plan,[6] dan dibintangi oleh Karen Gillan dan Brenton Thwaites sebagai dua saudara kandung yang yakin bahwa cermin antik bertanggung jawab atas kematian dan kemalangan yang dialami keluarga mereka.
Film ini ditayangkan perdana pada 5 September 2013, di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) 2013 dan dirilis secara luas di bioskop pada 11 April 2014. Film ini mendapat ulasan yang umumnya positif dari para kritikus, dan sukses di box office.
Tim Russell (Brenton Thwaites) baru saja keluar rumah sakit jiwa, ia dinyatakan sembuh dari trauma dan gangguan kejiwaan delusi yang kerap menghampirinya. Sampai di pintu gerbang, ia dijemput kakaknya Kaylie Russell (Karen Gillan). Saat mereka tengah makan disuatu restauran, kaylie menagih janji yang di ikrarkan tim bersamanya dahulu, tetapi tim tidak mengingat apa yang pernah ia janjikan.
Flashback pada 11 tahun yang lalu ketika tim berusia 10 tahun, keluarga kaylie dan tim baru saja pindah ke suatu rumah, perabotan satu persatu dimasukkan kedalam rumah, salah satunya adalah barang antik berupa sebuah cermin kuno, cermin itu diletakkan di ruang kerja ayah mereka. Kaylie dan tim tampak berlarian bermain tembak-tembakan, ayah dan ibunya tampak mesra diruang kerja ayah mereka, semua harmonis tidak ada yang janggal, baik hubungan antara mereka atau perilaku yang menyimpang.
Tim masih tidak mengingat apa yang pernah ia ikrarkan. Kakaknya mengajak tim ke apartment yang sudah dipersiapkan untuknya, dan esok hari akan mengajaknya ke rumah mereka yang lama, disana akan dijelaskan rencana kaylie. Beberapa hari sebelum kaylie menjemput tim, ia mengikuti suatu lelang sebuah cermin tua dan kuno, ya, cermin yang dulu pernah menjadi milik keluarganya, meski harga nya tinggi, kaylie berhasil memenangkan lelang tersebut.
Keesokan harinya, tim dan kaylie memasuki rumah masa kecil mereka, perlahan tim mengingat masa lalu, namun ia tak yakin apa yang dialaminya, ingatan palsu atau kenyataan. Dirumah itu ternyata beragam persiapan dilakukan kaylie, beberapa jam weker (time watch) yang telah dipasang pada waktu tertentu sebagai pengingat waktu minum atau makan, beberapa kamera diletakkan disekitar cermin, beberpa laptop, termostat, hingga sebuah tuas yang dikaitkan dengan jangkar kapal, yang akan berayun bila time watch berbunyi.
Mulanya kaylie menjelaskan didepan kamera, sejarah cermin itu, mulai pemilik pertama hingga yang terakhir beserta tragedi demi tragedi yang mengiringi cermin tersebut. Tim selalu menyangkal bahwa cermin itu penyebab utama keluarganya hancur, kematian sang ibu ditangan ayahnya yang dia pikir karena ayahnya selingkuh, dan kematian sang ayah yang ia pikir merupakan pembelaan diri karena ayahnya mencekik kakaknya.
Tragedi keluarganya perlahan ia ingat runutannya, kejadian-kejadian aneh diruang kerja ayahnya, penampakan seorang wanita, hingga ibunya yang mendadak jadi gila dan ingin membunuh anak-anaknya, ibunya seperti kesurupan roh jahat, karena itu ayahnya selalu menolak memberikan perawatan medis atau memanggil dokter.
Dirumah itu hanya tim dan kaylie, kekasih kaylie juga telah dipersiapkan untuk menghubungi kaylie sejam sekali, mempersiapkan kalau terjadi sesuatu, kejadian kejadian aneh ternyata masih menghantui tim dan kaylie, namun tim bersikeras bahwa itu semua hanya delusi dan berpikir kakaknya juga butuh perawatan psikologis seperti dirinya, sampai pada mereka mendapati kamera yang dipersiapkan berubah letaknya, saling berhadapan, karena merasa tidak memindahkan kamera kamera itu, kaylie memutar kembali rekaman beberapa saat sebelumnya, dan ternyata direkaman itu kaylie dan tim memindahkan sendiri kamera-kamera itu, padahal keduanya sama sekali tak menyentuh kamera-kamera itu. Saat kaylie kembali menyusun kamera ketempat semula, tim melihat dilayar laptop kakaknya sedang berdiri diam menghadap kamera, padahal jelas-jelas sedang sibuk menyusun kamera.
Kejadian masa kecilnya pun terulang, detail detik detik ibu dan ayahnya tewas kembali mereka alami, seolah mereka kembali kemasa itu, seolah masa sekarang dan masa lalu tercampur, antara ilusi dan kenyataan tidak bisa dibedakan, sampai-sampai tanpa sadar dalam kepanikan, kaylie menikam sang kekasih yang tiba-tiba muncul dibelakangnya. Tim dan kaylie terus diburu teror masa lalu dan kutukan cermin itu, puncaknya adalah ketika tim dengan sengaja mempercepat tuas jangkar dengan maksud segera menghancurkan cermin terkutuk itu, tetapi naas ternyata kakaknya berdiri didepan cermin dan jangkar itu menembus dadanya, polisi yang datang memutar kembali detik detik david memutar timewatch untuk melepaskan jangkar, tampak direkaman kakaknya telah berdiri didepan cermin sebelum tim berlari ke pengatur waktunya, padahal saat itu tim melihat sendiri kakaknya tidak berada disana. Dengan berontak dan histeria, tim digelandang memasuki mobil polisi, ia berteriak bahwa pelaku sebenarnya adalah cermin iblis terkutuk itu, yang mampu membuat delusi, ilusi ilusi untuk memanipulasi dirinya dan kaylie.[7]
Di agregator ulasan Rotten Tomatoes, 75% dari 157 kritikus memberikan ulasan positif untuk film ini, dan peringkat rata-ratanya adalah 6,50/10. Konsensus kritikus situs tersebut berbunyi, "Dengan penekanan pada kengerian daripada gore dan akhir yang membuka pintu lebar untuk sekuel, Oculus bisa menjadi bab pertama yang menggetarkan tulang punggung dalam waralaba baru untuk penggemar horor yang cerdas."[8] Di Metacritic, film ini memiliki skor rata-rata tertimbang 61 dari 100 berdasarkan 28 kritikus, yang menunjukkan "ulasan yang umumnya menguntungkan".[9] Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberi film ini nilai rata-rata "C" pada skala A+ hingga F.[10]