Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiOceanografi kimia
Artikel Wikipedia

Oceanografi kimia

Oseanografi kimia juga dikenal sebagai kimia oseanografi atau kimia laut, merupakan cabang ilmu yang mempelajari komposisi kimia, sifat fisikokimia, serta proses kimia yang terjadi di lautan. Bidang ini menelusuri bagaimana berbagai unsur, ion, dan senyawa berinteraksi di dalam air laut serta bagaimana perubahan tersebut memengaruhi keseimbangan lingkungan laut secara keseluruhan. Kajian oseanografi kimia meliputi interaksi kompleks antara air laut, atmosfer, dasar laut, serta organisme laut, yang bersama-sama membentuk sistem kimia yang dinamis. Topik penelitian dalam bidang ini mencakup siklus karbon, nitrogen, dan fosfor, perilaku logam jejak, serta distribusi dan peran gas serta nutrien dalam ekosistem laut.

Wikipedia article
Diperbarui 10 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025)

Oseanografi kimia juga dikenal sebagai kimia oseanografi (ocean chemistry) atau kimia laut (marine chemistry), merupakan cabang ilmu yang mempelajari komposisi kimia, sifat fisikokimia, serta proses kimia yang terjadi di lautan.[1] Bidang ini menelusuri bagaimana berbagai unsur, ion, dan senyawa berinteraksi di dalam air laut serta bagaimana perubahan tersebut memengaruhi keseimbangan lingkungan laut secara keseluruhan. Kajian oseanografi kimia meliputi interaksi kompleks antara air laut, atmosfer, dasar laut, serta organisme laut, yang bersama-sama membentuk sistem kimia yang dinamis. Topik penelitian dalam bidang ini mencakup siklus karbon, nitrogen, dan fosfor, perilaku logam jejak (trace metals), serta distribusi dan peran gas serta nutrien dalam ekosistem laut.[2][3]

Penelitian di bidang ini berperan dalam menjelaskan bagaimana aktivitas manusia, seperti pencemaran laut, peningkatan keasaman air laut akibat peningkatan CO₂ atmosfer, dan perubahan iklim global, memengaruhi sistem oseanik.[4] Sebagai ilmu interdisipliner, oseanografi kimia menggabungkan prinsip kimia, geologi, biologi kelautan, dan oseanografi fisik untuk memahami siklus biogeokimia global dan mekanisme sirkulasi laut.[5][6]

Senyawa Organik di Laut

Bahan Organik Terlarut (Dissolved Organic Matter, DOM)

Bahan organik terlarut (DOM) merupakan komponen penting dari cadangan karbon laut dan terdiri atas berbagai molekul, seperti asam amino, gula, dan lipid. DOM mencakup sekitar 90% dari total karbon organik di lingkungan laut.[7] Salah satu bentuknya yaitu bahan organik terlarut berwarna (Colored Dissolved Organic Matter, CDOM), diperkirakan menyumbang antara 20–70% kandungan karbon laut, dengan konsentrasi yang lebih tinggi di wilayah muara sungai dan lebih rendah di laut terbuka.[8]

DOM memiliki kemampuan untuk didaur ulang dan dimasukkan kembali ke dalam jaring makanan laut melalui proses yang disebut siklus mikroba, yang berperan penting dalam siklus nutrien serta mendukung produktivitas primer di laut.[9] Selain itu, DOM memainkan peran penting dalam pengaturan global penyimpanan karbon laut, karena beberapa bentuk DOM tahan terhadap degradasi mikroba dan dapat bertahan di laut selama berabad-abad.[10] Secara biokimia, organisme laut memiliki kesamaan dengan organisme darat, dan lautan merupakan sumber utama senyawa organik yang terhalogenasi secara alami.[11]

Bahan Organik Partikulat (Particulate Organic Matter, POM)

Bahan organik partikulat (POM) terdiri atas partikel organik berukuran besar seperti organisme mikroskopis, pelet feses,[12][13] dan detritus, yang bergerak turun melalui kolom air laut. POM merupakan komponen utama dari pompa biologis, yaitu proses di mana karbon dipindahkan dari permukaan laut ke laut dalam. Selama proses penurunan, POM mengalami dekomposisi oleh aktivitas bakteri, yang melepaskan kembali nutrien dan karbon dioksida ke dalam air. Fraksi POM yang bersifat refrakter atau sulit terurai dapat mengendap di dasar laut dan berkontribusi secara signifikan terhadap penyimpanan karbon jangka panjang di lautan.[14]

Referensi

  1. ↑ "Marine chemistry - Latest research and news | Nature". www.nature.com. Diakses tanggal 2025-11-07.
  2. ↑ Pilson, Michael E. Q. (2012). An Introduction to the Chemistry of the Sea (Edisi 2). Cambridge: Cambridge University Press. doi:10.1017/cbo9781139047203. ISBN 978-0-521-88707-6.
  3. ↑ "Marine Chemistry | University of Gothenburg". www.gu.se (dalam bahasa Inggris). 2025-05-14. Diakses tanggal 2025-11-07.
  4. ↑ 10. Aquatic Photosynthesis in Biogeochemical Cycles. Princeton University Press. 2013-12-31. hlm. 364–410.
  5. ↑ "Marine Chemistry & Geochemistry (MCG) | Scripps Institution of Oceanography". scripps.ucsd.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-07.
  6. ↑ Gillis, Justin (2012-03-02). "Pace of Ocean Acidification Has No Parallel in 300 Million Years, Paper Says". Green Blog (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-07.
  7. ↑ Hansell, Dennis A.; Carlson, Craig A., ed. (2002). Biogeochemistry of marine dissolved organic matter. Amsterdam ; Boston: Academic Press. ISBN 978-0-12-323841-2.
  8. ↑ Coble, Paula G. (2007-02-01). "Marine Optical Biogeochemistry:  The Chemistry of Ocean Color". Chemical Reviews. 107 (2): 402–418. doi:10.1021/cr050350+. ISSN 0009-2665.
  9. ↑ Azam, F; Fenchel, T; Field, JG; Gray, JS; Meyer-Reil, LA; Thingstad, F (1983). "The Ecological Role of Water-Column Microbes in the Sea". Marine Ecology Progress Series. 10: 257–263. doi:10.3354/meps010257. ISSN 0171-8630.
  10. ↑ Hansell, Dennis A.; Carlson, Craig A.; Repeta, Daniel J.; Schlitzer, Reiner (2015-10-02). "Dissolved Organic Matter in the Ocean: A Controversy Stimulates New Insights". Oceanography. 22 (4): 202–211. doi:10.5670/oceanog.2009.109.
  11. ↑ Gribble, Gordon W. (2004-10-01). "Natural Organohalogens: A New Frontier for Medicinal Agents?". Journal of Chemical Education. 81 (10): 1441. doi:10.1021/ed081p1441. ISSN 0021-9584.
  12. ↑ Schrader, H. J. (1971-10-01). "Fecal pellets: role in sedimentation of pelagic diatoms". Science (New York, N.Y.). 174 (4004): 55–57. doi:10.1126/science.174.4004.55. ISSN 0036-8075. PMID 17755696.
  13. ↑ Honjo, Susumu; Roman, Michael (1978-01-01). "Marine copepod fecal pellets: Production, preservation and sedimentation". Journal of Marine Research. 36 (1).
  14. ↑ Hedges, John I.; Baldock, Jeffrey A.; Gélinas, Yves; Lee, Cindy; Peterson, Michael; Wakeham, Stuart G. (2001-02). "Evidence for non-selective preservation of organic matter in sinking marine particles". Nature (dalam bahasa Inggris). 409 (6822): 801–804. doi:10.1038/35057247. ISSN 1476-4687.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Senyawa Organik di Laut
  2. Bahan Organik Terlarut (Dissolved Organic Matter, DOM)
  3. Bahan Organik Partikulat (Particulate Organic Matter, POM)
  4. Referensi

Artikel Terkait

Oseanografi

cabang ilmu sosial | Sains yang mencakup pembelajaran ihwal samudra dan lautan beserta seluk-beluknya

Kolom air

digunakan dalam bidang oceanografi untuk mendefinisikan karakteristik fisik air (suhu, salinitas, penetrasi cahaya) dan karakteristik kimia (pH, oksigen terlarut

Pusat Pendidikan Hidrografi dan Oseanografi

dalam membekali personel TNI AL dengan keahlian di bidang hidrografi dan oceanografi. Berikut adalah penjelasan yang lebih mendalam mengenai Pusdikhidros

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026