Nanga Mahap adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, yang merupakan ibukota kecamatan. Desa ini memiliki luas wilayah 12,23 km² dengan populasi pada tahun 2020 berjumlah 3.056 jiwa, dan kepadatan 249,88 jiwa/km².
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Nanga Mahap | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Barat | ||||
| Kabupaten | Sekadau | ||||
| Kecamatan | Nanga Mahap | ||||
| Kode pos | 79585[1] | ||||
| Kode Kemendagri | 61.09.04.2001 | ||||
| Luas | 12,23 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 3.056 jiwa (2020) | ||||
| Kepadatan | 249,88 jiwa/km² | ||||
| |||||
Nanga Mahap adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, yang merupakan ibukota kecamatan. Desa ini memiliki luas wilayah 12,23 km² dengan populasi pada tahun 2020 berjumlah 3.056 jiwa, dan kepadatan 249,88 jiwa/km².[2]
Perkiraan jumlah penduduk desa ini tahun 2020 berjumlah 3.056 jiwa, di mana laki-laki sebanyak 1.565 jiwa dan perempuan sebanyak 1.491 jiwa. Desa ini terbagi menjadi 4 dusun, 4 Rukun Warga (RW) dan 19 Rukun Tetangga (RT).[2] Penduduk asli Kalimantan Barat ialah suku Dayak dan Melayu demikian juga halnya di Kabupaten Sekadau secara umum dan kecamatan Nanga Mahap secara khusus, mayoritas merupakan penduduk suku Dayak. Ada juga suku pendatang lainnya yang seperti Jawa, Bugis, Madura, Tionghoa, Batak, dan lainnya.[3]
Sementara itu di Sekadau, terdapat 15 sub suku Dayak, yaitu Benawas, Jawant, Kancing, Ketungau, Ketungau Banyur, Kerabat, Kerabat Ulu Sekado, Maam'p Mualang, Mentrab Kabut, Ntukan, Sawe, Seberuang, dan Taman.[4] Ada juga Dayak Senganan, yang merupakan suku Dayak yang beragama Islam, atau orang luar mengenalnya sebagai Melayu Sekadau.[3] Sementara itu, bahasa yang digunakan di kawasan ini selain bahasa Indonesia, penduduk lokal memakai bahasa Dayak.[4]
Dalam bidang keagamaan, Badan Pusat Statistik kabupaten Sekadau 2020 mencatat tentang jumlah pemeluk agama warga di desa ini. Persentasi pemeluk agama di desa ini yakni Islam 68,63%, kemudian Kristen 30,27% (Katolik 23,78% dan Protestan 6,49%), pemeluk agama Budha berjumlah 0,63%, dan Konghucu 0,47.[2]
Komoditas unggulan Kabupaten Sekadau yaitu sektor perkebunan, pertanian dan jasa. Dalam sektor perkebunan, komoditas unggulannya yakni perkebunan kelapa sawit, kakao, karet, kopi, kelapa, dan lada. Sementara itu untuk sektor pertanian, komoditas yang diunggulkan berupa tanaman jagung, ubi jalar, dan ubi kayu. Dan untuk sektor jasa, pariwisata yaitu wisata alam, yang menjadi unggulan di Sekadau.[3]
Data usia kerja penduduk memiliki beragam macam atau jenis pekerjaan. Data tahun 2020 mencatat bahwa pada umumnya penduduk bekerja sebagai petani, ada juga sebagian sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), guru, pensiunan, Tentara / Polisi, buruh, pedagang, dan pekerjaan lainnya.[2]