Musik Bia adalah seni musik tradisional yang menggunakan alat musik Tahuri, yaitu alat musik tiup dari cangkang kerang yang berasal dari Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Musik Bia secara resmi terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2015 dengan nomor registrasi 201500281.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Klasifikasi | Alat musik perkusi dan aerofon |
|---|---|
| Dikembangkan | Indonesia |
Musik Bia adalah seni musik tradisional yang menggunakan alat musik Tahuri,[1] yaitu alat musik tiup dari cangkang kerang yang berasal dari Minahasa Utara, Sulawesi Utara.[2] Musik Bia secara resmi terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2015 dengan nomor registrasi 201500281. [3]
Diketahui Musik Bia muncul sejak tahun 1941 dari daerah pesisir daerah tersebut hingga merambah menjadi kekayaan budaya di daerah Sulawesi Utara.[4] Umumnya, orkes Musik Bia diadakan untuk mengiringi Tarian Cakalele hingga menjadi festival musik tersendiri. Pada tahun 2010, Musik Bia mendapatkan penghargaan Guinness World Records dengan rekor peniup kerang terbesar, yaitu sebanyak 339 pemain dalam acara Festival Watu Pinewetangan di Desa Pinabetengan, Tompaso.[5] [6]
Awalnya, masyarakat Sulawesi Utara menggunakan cangkang kerang ini untuk berkomunikasi untuk memberi berbagai tanda seperti bahaya, panggilan, ataupun upacara. Seiring waktu, penggunaan cangkang kerang ini berkembang menjadi ekspresi dalam bermusik sebagai alat musik tiup yang juga dikenal sebagai Tahuri oleh masyarakat Maluku.[7]