Museum Umum Daerah Mandhilaras adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Cokro Aminoto Nomor 01, Kawasan Monumen Arek Lancor, Kabupaten Pamekasan,, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Museum Umum Daerah Mandhilaras dibangun khusus untuk menjelaskan tentang sejarah terbentuknya Kabupaten Pamekasan. Peresmian museum diadakan pada tanggal 18 Maret 2010. Nama Mandhilaras diambil dari cerita rakyat yang mengisahkan tentang pemindahan pusat pemerintahan oleh Panembahan Ronggo Sukowati dari Keraton Labangan Daja ke Keraton Mandhilaras. Sebagian besar informasi sejarah berkaitan dengan abad ke-16 Masehi. Jumlah koleksinya lebih dari 200 benda.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022) |
museum | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 7°9′36.82087″S 113°28′57.22028″E / 7.1602280194°S 113.4825611889°E / -7.1602280194; 113.4825611889 | |
| Negara berdaulat | Indonesia |
| Provinsi di Indonesia | Jawa Timur |
| Kabupaten | Pamekasan |
| Kecamatan | Pamekasan |
| Kelurahan | Barurambat Kota |
| Negara | Indonesia |
Museum Umum Daerah Mandhilaras adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Cokro Aminoto Nomor 01, Kawasan Monumen Arek Lancor, Kabupaten Pamekasan,, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.[1][2] Museum Umum Daerah Mandhilaras dibangun khusus untuk menjelaskan tentang sejarah terbentuknya Kabupaten Pamekasan. Peresmian museum diadakan pada tanggal 18 Maret 2010. Nama Mandhilaras diambil dari cerita rakyat yang mengisahkan tentang pemindahan pusat pemerintahan oleh Panembahan Ronggo Sukowati dari Keraton Labangan Daja ke Keraton Mandhilaras. Sebagian besar informasi sejarah berkaitan dengan abad ke-16 Masehi. Jumlah koleksinya lebih dari 200 benda.[3]
Bangunan Museum Mandhilaras dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1918.[4] Awalnya, bangunan tersebut hanya digunakan sebagai tempat peristirahatan untuk umum sekaligus taman bermain.[5] Pada tahun 1980, bangunan tersebut dijadikan sebagai perpustakaan kabupaten.[6] Pemakaian bangunan sebagai museum baru dimulai pada tahun 2009. Kepemilikan museum ini diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pamekasan. Pengelolaannya diserahkan kepada Dinas pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan. Museum Umum Daerah Mandhilaras memamerkan beberapa jenis koleksi berupa senjata, peralatan rumah tangga, fosil, numismatika, dan diorama. Koleksi utamanya adalah kitab yang ditulis dengan menggunakan daun lontar. Selain itu ada pula Al-Qur'an peninggalan Ki Aryo Menak Sonoyo, serta pusaka milik Raden Aryo Menak Sonoyo. Letak Museum Umum Daerah Mandhilaras berada di titik koordinat 7°09’36.0” Lintang Selatan dan 113°28’48.9” Bujur Timur. Akses ke museum dapat dari Bandar Udara Trunojoyo dengan jarak tempuh sejauh 60 kilometer. Museum ini dapat pula dicapai dari Terminal Pamekasan dengan jarak tempuh sejauh 5 kilometer.[1]