Museum Pustaka Lontar berada pada Desa Wisata Dukuh Penaban, Bali. Museum ini berdiri pada 14 November 2017. Pada tahun 2019, Kelompok Sadar Wisata Dukuh Penaban mendapat juara 1 dari Gubernur Bali pada lomba Kelompok Sadar Wisata. Dibangunnya Museum Pustaka Lontar bertujuan untuk mengenalkan lontar warga Penaban yang kurang mendapat perhatian. Sebelumnya, bangunan yang sudah ada adalah “Bale Sangkul Putih”.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Koordinat: 8°25′17.3503″S 115°36′42.5102″E / 8.421486194°S 115.611808389°E / -8.421486194; 115.611808389Lihat peta diperbesar Koordinat: 8°25′17.3503″S 115°36′42.5102″E / 8.421486194°S 115.611808389°E / -8.421486194; 115.611808389Lihat peta diperkecil | |
| Didirikan | 14 November 2017 |
|---|---|
| Lokasi | Bali, Indonesia |
| Koordinat | 8°25′17″S 115°36′43″E / 8.421486°S 115.611808°E / -8.421486; 115.611808[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Museum_Pustaka_Lontar¶ms=8.421486_S_115.611808_E_type:landmark <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">8°25′17″S</span> <span class=\"longitude\">115°36′43″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">8.421486°S 115.611808°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-8.421486; 115.611808</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwCA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt8\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwCQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Museum_Pustaka_Lontar&params=8.421486_S_115.611808_E_type:landmark\" class=\"external text\" id=\"mwCw\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwDA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwDQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDg\">8°25′17″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDw\">115°36′43″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwEA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwEw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwFA\">8.421486°S 115.611808°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwFQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFw\">-8.421486; 115.611808</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwGA\"/></span>"}' id="mwGQ"/> |
| Jenis | Lontar |
| Situs web | desawisatadukuhpenaban |
Museum Pustaka Lontar berada pada Desa Wisata Dukuh Penaban, Bali. Museum ini berdiri pada 14 November 2017.[1] Pada tahun 2019, Kelompok Sadar Wisata Dukuh Penaban mendapat juara 1 dari Gubernur Bali pada lomba Kelompok Sadar Wisata.[2] Dibangunnya Museum Pustaka Lontar bertujuan untuk mengenalkan lontar warga Penaban yang kurang mendapat perhatian. Sebelumnya, bangunan yang sudah ada adalah “Bale Sangkul Putih”.[3]
Museum Pustaka Lontar memiliki ribuan koleksi catatan yang ditulis di atas daun lontar kering. Isi dari catatan ini adalah pedoman adat untuk masyarakat Bali. Semua catatan ini dijaga oleh Jero Mangku, pendeta-pendeta yang berkewajiban memelihara catatan-catatan ini. Jero Mangku juga mempunyai tugas lain yaitu menuliskan kembali catatan yang sudah mulai rusak. Jka beruntung, para pengunjung dapat bertemu Jero Mangku. Jero Mangku akan menceritakan tugas-tugas mereka di museum.[4]