Museum Merah Putih Sangasanga adalah sebuah museum sejarah yang terletak di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Museum ini didedikasikan untuk mengenang dan melestarikan sejarah Peristiwa Merah Putih Sangasanga, sebuah perjuangan heroik rakyat setempat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dikelola oleh Komunitas Pemerhati Sejarah Sangasanga (PS3), museum ini menjadi pusat dokumentasi yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah terkait perjuangan di Sangasanga maupun Kalimantan Timur secara umum.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Museum Merah Putih Sangasanga adalah sebuah museum sejarah yang terletak di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Museum ini didedikasikan untuk mengenang dan melestarikan sejarah Peristiwa Merah Putih Sangasanga, sebuah perjuangan heroik rakyat setempat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dikelola oleh Komunitas Pemerhati Sejarah Sangasanga (PS3), museum ini menjadi pusat dokumentasi yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah terkait perjuangan di Sangasanga maupun Kalimantan Timur secara umum.[1]
Museum Merah Putih Sangasanga didirikan sebagai pengingat akan peristiwa bersejarah yang dikenal sebagai Peristiwa Merah Putih Sangasanga. Museum ini berfungsi sebagai lokasi utama yang merangkum profil dan kronologi perjuangan tersebut. Keberadaannya menjadi bagian tak terpisahkan dari Peringatan Peristiwa Merah Putih yang diadakan setiap tahunnya.[2]
Dalam rangka Peringatan ke-77, museum ini mendapat kunjungan resmi dari Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kunjungan ini menegaskan pentingnya museum sebagai sarana edukasi dan pewarisan nilai-nilai kepahlawanan bagi generasi muda, yang ditandai dengan sambutan meriah dari para pelajar setempat.[1]
Museum ini menyimpan beragam benda bersejarah yang terbagi dalam beberapa kategori utama:[1]
Fotografi Sejarah: Terdapat koleksi 48 foto veteran dan pejuang yang terlibat langsung dalam Peristiwa Merah Putih Sangasanga. Selain itu, lebih dari 200 foto yang menggambarkan suasana Sangasanga pada masa lampau (tempo dulu) juga dipamerkan.
Tokoh Perjuangan: Museum ini secara khusus menyoroti peran sentral beberapa tokoh. Salah satu yang paling menonjol adalah Tukiman Gondo, yang menjabat sebagai Komandan atau Kapten Pejuang Sangasanga. Selain itu, terdapat pula dokumentasi foto mengenai seorang pejuang lokal yang bertindak sebagai mata-mata di dalam tubuh Koninklijke Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) atau tentara kerajaan Hindia Belanda, yang bertugas membocorkan informasi strategis kepada para pejuang kemerdekaan.[2]
Persenjataan dan Benda Antik: Sebagian besar senjata yang dipamerkan di museum merupakan replika untuk tujuan edukasi. Senjata-senjata asli dari masa perjuangan tersebut kini tersimpan dengan baik di Komando Daerah Militer VI/Mulawarman. Namun, terdapat satu senjata asli yang menjadi koleksi unggulan, yaitu sebuah pistol jenis Tipe 14 buatan Jepang dengan kaliber 8 milimeter (mm). Menurut Heriono, "Senjata ini hasil rampasan (dari Belanda)."[2]
Selain koleksi utama tersebut, museum ini juga memamerkan berbagai benda antik lainnya dari zaman perjuangan yang memberikan gambaran utuh mengenai kondisi pada masa itu.[1]