Museum Istana Nasional adalah sebuah museum nasional yang berpusat di Taipei, Taiwan. Meskipun didirikan di Beijing pada tahun 1925, museum ini didirikan ulang di Shilin, Taipei, pada tahun 1965, kemudian diperluas dengan sebuah cabang selatan di Taibao, Chiayi, pada tahun 2015.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

國立故宮博物院 | |
Koordinat: 25°6′8″N 121°32′55″E / 25.10222°N 121.54861°E / 25.10222; 121.54861Lihat peta diperbesar Koordinat: 25°6′8″N 121°32′55″E / 25.10222°N 121.54861°E / 25.10222; 121.54861Lihat peta diperkecil | |
| Didirikan | 10 Oktober 1925 (di Beijing) 12 November 1965 (di Taipei) |
|---|---|
| Lokasi | Distrik Shilin, Taipei, Republik Tiongkok |
| Jenis | Museum nasional |
| Ukuran koleksi | 698.905 (per November 2025)[1] |
| Wisatawan | Cabang Utara: 1.874.994 (2024)[2] Cabang Selatan: 996.713 (2024)[3] |
| Direktur | Hsiao Tsung-huang |
| Arsitek | Huang Baoyu (Cabang Utara) Kris Yao (Cabang Selatan) |
| Situs web | www.npm.gov.tw |
| Museum Istana Nasional | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 國立故宮博物院code: zh is deprecated | ||||||||
| Hanzi sederhana: | 国立故宫博物院code: zh is deprecated | ||||||||
| |||||||||
Museum Istana Nasional[4] (Hanzi: 國立故宮博物院; Pinyin: Guólì gùgōng bówùyuàn) adalah sebuah museum nasional yang berpusat di Taipei, Taiwan.[5] Meskipun didirikan di Beijing pada tahun 1925, museum ini didirikan ulang di Shilin, Taipei, pada tahun 1965, kemudian diperluas dengan sebuah cabang selatan di Taibao, Chiayi, pada tahun 2015.
Museum ini memiliki hampir 700.000 buah koleksi tetap artefak dan karya seni, terutama terdiri dari benda-benda yang dipindahkan dari Museum Istana Beijing dan institusi-institusi lainnya di Tiongkok daratan selama pengunduran pemerintahan Republik Tiongkok ke Taiwan. Sebelum museum ini didirikan kembali di Shilin pada tahun 1965, koleksi-koleksi tersebut sementara disimpan di berbagai tempat di seluruh Taiwan.
Mencakup sejarah selama 8.000 tahun, dari periode Neolitikum hingga era modern, koleksi museum ini mencerminkan catatan sejarah Tiongkok yang komprehensif.[6] Seperti Museum Istana di Beijing, ragam artefak dan karya seni museum yang sangat luas ini berasal dari koleksi kekaisaran dari Dinasti Ming dan Qing yang ada di Kota Terlarang.
Dalam bahasa Inggris, institusi di Taipei ini dibedakan dari museum satunya lagi yang berada di Beijing dengan tambahan sebutan "Nasional". Dalam penggunaan umum dalam bahasa Tionghoa, institusi yang berada di Taipei dikenal sebagai "Bekas Istana Taipei" (臺北故宮), sedangkan yang terdapat di Beijing dikenal sebagai "Bekas Istana Beijing"(北京故宮).

Museum Istana Nasional awalnya didirikan sebagai Museum Istana di Kota Terlarang pada tanggal 10 Oktober 1925, tidak lama setelah pengusiran Puyi,[7][8] kaisar terakhir Tiongkok, dari Kota Terlarang oleh panglima perang Feng Yuxiang. Benda-benda yang ada di dalam museum tersebut terdiri atas barang-barang berharga milik bekas keluarga kekaisaran.
Pada tahun 1931, tidak lama setelah Insiden Mukden, Pemerintahan Nasionalis memerintahkan museum mempersiapkan evakuasi koleksi paling berharga mereka ke luar kota agar tidak jatuh ke tangan Tentara Kekaisaran Jepang. Akibatnya, sejak tanggal 6 Februari hingga 15 Mei 1933, sebanyak 13.491 peti dari Museum Istana serta 6.066 peti berisi benda-benda dari Kantor Pameran Artefak Kuno, Istana Musim Panas dan Akademi Kekaisaran Hanlin dipindahkan dalam lima kelompok ke Shanghai.[9] Pada tahun 1936, koleksi tersebut dipindahkan ke Nanjing setelah fasilitas penyimpanan di biara Taois Istana Chaotian selesai dibangun.[10] Saat Tentara Kekaisaran Jepang terus melaju ke pedalaman selama Perang Tiongkok–Jepang Kedua, yang kemudian menjadi bagian dari konflik Perang Dunia II yang lebih luas, koleksi tersebut dipindahkan ke arah barat melalui tiga jalur ke beberapa lokasi, termasuk Anshun dan Leshan, hingga Jepang menyerah pada tahun 1945. Pada tahun 1947, koleksi tersebut dikirim kembali ke gudang di Nanjing.
Perang Saudara Tiongkok berlanjut kembali setelah Jepang menyerah, yang pada akhirnya menyebabkan Generalissimo Chiang Kai-shek memutuskan untuk mengevakuasi karya-karya seni tersebut ke Taiwan, yang telah diserahkan kepada Republik Tiongkok pada tahun 1945. Ketika pertempuran makin memburuk pada tahun 1948 antara pasukan Komunis dan Nasionalis, Museum Istana Beijing Nasional dan lima institusi lainnya membuat keputusan untuk mengirimkan beberapa dari benda paling berharga mereka ke Taiwan.[11] Hang Li-wu, yang kemudian menjadi direktur di museum tersebut, mengawasi pengangkutan sebagian koleksi dalam tiga kelompok dari Nanjing ke pelabuhan di Keelung, Taiwan antara bulan Desember 1948 dan Februari 1949. Saat barang-barang tersebut tiba di Taiwan, pasukan Komunis sudah menguasai koleksi Museum Istana Nasional di Beijing, sehingga tidak semua koleksi dapat dikirim ke Taiwan. Sebanyak 2.972 peti berisi artefak dari Kota Terlarang yang dipindahkan ke Taiwan hanya mencakup 22% dari peti-peti yang awalnya dipindahkan ke selatan, meskipun benda-benda tersebut mewakili sebagian dari yang terbaik dalam koleksi.
| Institusi | Jumlah peti dalam pengiriman | Total | ||
|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | ||
| Museum Istana Beijing Nasional | 320 | 1.680 | 972 | 2.972 |
| Museum Sentral Nasional | 212 | 486 | 154 | 852 |
| Perpustakaan Sentral Nasional | 60 | 462 | 122 | 644 |
| ISF di Academia Sinica | 120 | 856 | 976 | |
| Kementerian Luar Negeri | 60 | 60 | ||
| Perpustakaan Beijing Nasional | 18 | 18 | ||
| Total | 772 | 3.502 | 1.248 | 5.522 |
Koleksi dari Museum Istana Beijing Nasional, Kantor Persiapan Museum Sentral Nasional, Perpustakaan Sentral Nasional, dan Perpustakaan Beijing Nasional disimpan gudang kereta api di Yangmei setelah dipindahkan melintasi Selat Taiwan dan kemudian dipindahkan ke tempat penyimpanan di pabrik tebu dekat Taichung.[11] Pada tahun 1949, Yuan Eksekutif membentuk Kantor Manajerial Bersama untuk Museum Istana Beijing Nasional, Kantor Persiapan Museum Sentral Nasional, dan Perpustakaan Sentral Nasional, untuk mengawasi pengelolaan koleksi.[7] Untuk alasan keamanan, Kantor Manajerial Bersama memilih desa pegunungan Beigou, yang terletak di Wufeng, Taichung, sebagai tempat penyimpanan yang baru untuk koleksi tersebut.[11] Pada tahun berikutnya, koleksi yang disimpan di pabrik tebu diangkut ke tempat yang baru di Beigou.[12]
Setelah pemulihan Perpustakaan Sentral Nasional pada tahun 1955, koleksi dari Perpustakaan Beijing Nasional pada saat yang sama dimasukkan ke dalam Perpustakaan Sentral Nasional.[11] Kantor Manajerial Bersama untuk Museum Istana Beijing Nasional dan Kantor Persiapan Museum Sentral Nasional tetap berada di Beigou selama sepuluh tahun berikutnya. Selama dasawarsa tersebut, kantor tersebut menerima dana hibah dari The Asia Foundation untuk membangun aula pameran skala kecil pada musim semi 1956.[13] Aula pameran yang dibuka pada bulan Maret 1957, dibagi menjadi empat galeri di mana lebih dari 200 barang dapat dipamerkan.
Pada musim gugur 1960, kantor tersebut menerima dana hibah senilai NT$32 juta dari AID.[13] Pemerintah Republik Tiongkok juge menyumbangkan lebih dari NT$30 juta untuk mendirikan sebuah dana khusus untuk pembangunan sebuah museum di suburban Waishuanxi, di pinggiran kota Taipei. Pembangunan museum di Waishuanxi selesai pada bulan Agustus 1965.[8] Situs museum yang baru diberi nama "Museum Chung-Shan" untuk menghormati bapak pendiri Republik Tiongkok, Sun Yat-sen, dan pertama kali dibuka untuk umum pada seratus tahun ulang tahun Sun Yat-sen. Sejak itu, museum di Taipei tersebut telah mengelola, melestarikan, dan memamerkan koleksi-koleksi dari Museum Istana Beijing Nasional dan Kantor Persiapan Museum Sentral Nasional.[butuh rujukan]