Museum Malang Tempoe Doeloe adalah sebuah museum yang berlokasi di Jalan Gajah Mada 18-6, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lokasi bangunan Museum Malang Tempo Doeloe berada di belakang Balai Kota Malang. Kepemilikan Museum Malang Tempoe Doeloe oleh Dwi Cahyono. Pada tahun 1996, Dwi mulai mendirikan Museum Malang Tempoe Doeloe dengan mengumpulkan sebanyak 72 arca yang tercecer di sekitar Kota Malang. Sempat gagal beberapa kali, akhirnya museum ini bisa berdiri atas izin pemerintah daerah. Pembangunannya di bawah pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Malang. Museum Malang Tempoe Doeloe menempati sebuah bangunan yang memiliki luas 1.000 m2. Di dalam Museum Malang Tempo Doeloe terdapat sebanyak 20 ruang pameran.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Museum Malang Tempoe Doeloe adalah sebuah museum yang berlokasi di Jalan Gajah Mada 18-6, Kecamatan Klojen, Kota Malang.[1] Lokasi bangunan Museum Malang Tempo Doeloe berada di belakang Balai Kota Malang.[2] Kepemilikan Museum Malang Tempoe Doeloe oleh Dwi Cahyono.[3] Pada tahun 1996, Dwi mulai mendirikan Museum Malang Tempoe Doeloe dengan mengumpulkan sebanyak 72 arca yang tercecer di sekitar Kota Malang.[4] Sempat gagal beberapa kali, akhirnya museum ini bisa berdiri atas izin pemerintah daerah. Pembangunannya di bawah pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Malang.[butuh rujukan] Museum Malang Tempoe Doeloe menempati sebuah bangunan yang memiliki luas 1.000 m2.[5] Di dalam Museum Malang Tempo Doeloe terdapat sebanyak 20 ruang pameran.[6]
Setiap ruangannya memiliki tema sejarah wilayah Malang, yang mencakup tema sejarah, arkeologi, Kerajaan Kanjuruhan, Mataram Kuno, Kerajaan Singasari, Kerajaan Majapahit, pertapaan Ken Arok, dan benteng Malang yang saat ini menjadi RSUD dr Sjaiful Anwar. Selain itu, ada juga lorong sejarah yang berisi foto-foto zaman dulu, mulai dari pendapa Kabupaten Malang, masa penjajahan, hingga pembumi hangusan Malang oleh pejuang pada 8 Maret 1949, dan peresmian Alun-alun Tugu oleh Ir. Soekarno.