Museum Dirgantara A. Sulaksono merupakan museum khusus yang mengoleksi benda-benda bersejarah milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Pendirian museum dilandasi oleh adanya ruang sejarah di tiap skuadron pada Pangkalan Udara Abd. Saleh. Museum ini diresmikan pada tanggal 8 Mei 2013.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
museum | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 7°55′45.75166″S 112°42′14.33045″E / 7.9293754611°S 112.7039806806°E / -7.9293754611; 112.7039806806 | |
| Negara berdaulat | Indonesia |
| Provinsi di Indonesia | Jawa Timur |
| Kota di Indonesia | Malang |
| Negara | Indonesia |
| Sejarah | |
| Pembuatan | 8 Mei 2013 |
| Peresmian | 8 Mei 2013 |
| Informasi tambahan | |
| Kode pos | 65154 |
| Zona waktu | |
Museum Dirgantara A. Sulaksono merupakan museum khusus yang mengoleksi benda-benda bersejarah milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.[1] Pendirian museum dilandasi oleh adanya ruang sejarah di tiap skuadron pada Pangkalan Udara Abd. Saleh.[2] Museum ini diresmikan pada tanggal 8 Mei 2013.[3]
Nama ‘A. Sulaksono’ merupakan nama almarhum Albertus Sulaksono yang meninggal ketika sedang melaksanakan tugas ketentaraan.[4] Ia meninggal akibat kecelakaan pesawat setelah melaksanakan tugas uji kamera pemetaan digital buatan Jerman. Pesawat ini terjatuh di Gunung Salak, Kota Bogor.
Kepemilikan sekaligus pengelolaan museum dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Museum ini beralamat di Krajan, Saptorenggo, Pakis, Malang, Jawa Timur.[5] Museum ini dapat dicapai dari Bandar Udara Abdul Rachman Saleh dengan jarak tempuh sejauh 2 km. Selain itu, museum juga dapat dicapai melalui Terminal Arjosari dengan jarak tempuh sejauh 10 km.[2]