Museum Daerah Kabupaten Sambas adalah museum yang terletak di Jalan Siapat, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Museum ini khusus mengoleksi berbagai macam benda-benda peninggalan Kesultanan Sambas. Pemilik museum adalah pemerintah Kabupaten Sambas, sebagai pengelolanya adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Museum Daerah Kabupaten Sambas | |
|---|---|
Koordinat: 1°21′53.53″N 109°17′49.49″E / 1.3648694°N 109.2970806°E / 1.3648694; 109.2970806 | |
| Informasi | |
| Didirikan pada | 1999 |
| Koordinat | 1°21′54″N 109°17′49″E / 1.36487°N 109.29708°E / 1.36487; 109.29708 |
| Alamat | Jalan Siapat, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. |
| Kategori di Commons | Museum Daerah Kabupaten Sambas |
Museum Daerah Kabupaten Sambas dari arah depan | |
Koordinat: 1°21′53.53″N 109°17′49.49″E / 1.3648694°N 109.2970806°E / 1.3648694; 109.2970806Lihat peta diperbesar Koordinat: 1°21′53.53″N 109°17′49.49″E / 1.3648694°N 109.2970806°E / 1.3648694; 109.2970806Lihat peta diperkecil | |
| Didirikan | 1999 |
|---|---|
| Lokasi | Jalan Siapat, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat |
| Jenis | Museum Umum |
| Kurator | Muriadi |
Museum Daerah Kabupaten Sambas adalah museum yang terletak di Jalan Siapat, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.[1][2] Museum ini khusus mengoleksi berbagai macam benda-benda peninggalan Kesultanan Sambas.[3] Pemilik museum adalah pemerintah Kabupaten Sambas, sebagai pengelolanya adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas.[1]
Museum Daerah Kabupaten Sambas merupakan museum khusus pengganti dari Museum Negeri Perjuangan Sambas yang gedungnya diambil kembali oleh ahli warisnya. Kemudian dibentuklah museum baru yang letaknya di bekas rumah Bupati Sambas dengan koleksi yang berasal dari Museum Negeri Perjuangan Sambas. Gedung museum yang sekarang merupakan bekas kantor Wakil Residen Belanda yang dibangun pada tahun 1881 setelah zaman kemerdekaan gedung tersebut berfungsi sebagai kantor dan rumah dinas Wedana Sambas, rumah dinas Camat Sambas, Rumah dinas Pembantu Bupati Sambas setelah ibukota berpindah ke Sambas pada tahun 1999 maka rumah tersebut dijadikan sebagai rumah dinas Bupati Sambas. Sekarang sebagian dari rumah tersebut dijadikan sebagai Museum Daerah Kabupaten Sambas.[4]
Museum ini mengoleksi kuningan, besi, perak, keramik, kayu, kertas, kaca, ijuk dan kain. Jenis koleksinya termasuk dalam benda bersejarah dan etnografi. Koleksi utamanya adalah tali wangkang Cina abad ke-16 Masehi, kain benang emas motif mawar, guci keramik hijau, wadah air berbahan tembaga, pedang Mogul milik Maharaja Imam Sambas, dan pedang Cina abad ke-17 Masehi.[1] Pada tahun 2021 sudah terdapat 561 koleksi yang dipamerkan.[5][6]
Museum ini beralamat di Kampung Lorong, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Titik koordinatnya di 1°31’21.2” Lintang Utara dan 109°17’12.8” Bujur Timur. Museum ini dapat diakses dari arah Bandar Udara Paloh sejauh 51,9 km atau dari Terminal Angkutan Darat Sambas sejauh 1,7 km.[7] Museum ini buka setiap hari (kecuali tanggal merah) sejak pukul 07.00 s.d 15.00 WIB.[4] Kunjungan ke museum pada tahun 2023 mencapai 7.000 orang baik dari lokal, provinsi, termasuk beberapa dari luar negeri.[8]
Kegiatan museum antara lain meliputi pameran, tur museum untuk pengunjung, karya tulis, konservasi dan preparasi koleksi. Pada tahun 2023, Museum Daerah Kabupaten Sambas melaksanakan pameran temporer sebagai rangkaian peringatan hari jadi Kota Sambas ke-391 dan perpindahan Ibukota Sambas ke-23 yang berhasil meningkatkan kunjungan ke museum.[9][10][8]