Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Munju dari Baekje

Munju dari Baekje adalah raja kedua puluh dua, Baekje, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea. Pemerintahannya melihat perpecahan di antara kerajaan Baekje diikuti oleh jatuhnya ibu kota di yang sekarang adalah Seoul.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Munju dari Baekje (?-477, bertahta tahun 475-477[1]) adalah raja kedua puluh dua, Baekje, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea. Pemerintahannya melihat perpecahan di antara kerajaan Baekje diikuti oleh jatuhnya ibu kota di yang sekarang adalah Seoul.

Munju dari Baekje
Hangul
문주왕code: ko is deprecated
Hanja
文周王code: ko is deprecated
Alih AksaraMunju-wang
McCune–ReischauerMunju-wang

Latar Belakang

Ia merupakan raja pertama yang memerintah dari ibu kotanya yang baru di Ungjin, yang sekarang adalah Gongju, setelah bukit Sungai Han dikalahkan oleh Goguryeo. Ia naik tahta setelah kematian ayahnya di dalam kehancuran bekas ibu kota Baekje di Hanseong.

Sebelum tahun 475, Munju melayani sebagai kepala menteri (Sangjwapyeong) di bawah kepemimpinan ayahnya, Gaero. Dalam serangan mendadak Goguryeo pada tahun 475, ia pergi ke Silla untuk meminta bantuan. Menurut riwayat Samguk Sagi, ia kembali dengan 10,000 orang pejuang Silla tetapi terlambat untuk mencegah jatuhnya ibu kota tersebut ke tangan musuh.

Pemerintahan

Setelah ibu kota dipindahkan, kekuatan struktur Baekje jatuh kedalam kekacauan karena keturunan aristokrat tradisional negara Buyeo bentrok dengan klan orang lokal yang berasal dari Mahan. Bahkan persaingan di antara aristokrasi tua yang ditindas oleh para raja terdahulu mulai bermunculan.

Ia mencari upaya untuk membentengi kembali sisa-sisa pertahanan Baekje dan memperkuat posisi negara dalam melawan Goguryeo. Ia berhasil pada tahun 476 mendapatkan hak atas kerajaan Tamna di pulau Jeju.

Di tengah-tengah ketidakstabilan ini, ketua jenderal Hae Gu mengambil kontrol militer dan setelah kematian putra Munju (adik Samgeun) Gonji pada tahun 477, menerapkan pemerintahan yang efektif di segala penjuru negara.

Tahun itu, Munju tewas terbunuh oleh seorang utusan dari Hae Gu.

Referensi

  1. ↑ Il-yeon: Samguk Yusa: Legends and History of the Three Kingdoms of Ancient Korea, translated by Tae-Hung Ha and Grafton K. Mintz. Book Two, page 120. Silk Pagoda (2006). ISBN 1-59654-348-5

Lihat Pula

  • Tiga Kerajaan Korea
  • Sejarah Korea
  • l
  • b
  • s
Monarki Korea — Baekje
Onjo 18 SM–29 M · Daru 29–77 · Giru 77–128 · Gaeru 128–166 · Chogo 166–214 · Gusu 214–234 · Saban 234 · Goi 234–286 · Chaekgye 286–298 · Bunseo 298–304 · Biryu 304–344 · Gye 344–346 · Geunchogo 346–375 · Geungusu 375–384 · Chimnyu 384–385 · Jinsa 385–392 · Asin 392–405 · Jeonji 405–420 · Guisin 420–427 · Biyu 427–455 · Gaero 455–475 · Munju 475–477 · Samgeun 477–479 · Dongseong 479–501 · Muryeong 501–523 · Seong 523–554 · Wideok 554–598 · Hye 598–599 · Beop 599–600 · Mu 600–641 · Uija 641–660

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Pemerintahan
  3. Referensi
  4. Lihat Pula

Artikel Terkait

Baekje

kerajaan di barat daya Korea (16 SM – 660 M)

Samgeun dari Baekje

Raja Baekje

Dongseong dari Baekje

raja kedua puluh dua, Munju yang kembali ke Baekje dari Yamato Jepang pada tahun 477 setelah mendengar jatuhnya ibu kota Baekje. Gonji wafat pada tahun

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026