Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Muhammad bin Marwan

Abu Abdurrahman Muhammad bin Marwan bin al-Hakam adalah seorang pangeran Umayyah, salah satu jenderal khalifah yang paling penting pada periode 690–710, serta salah satu jenderal yang memimpin Penaklukan Armenia. Ia mengalahkan Bizantium dan menaklukkan wilayah Armenia, menghancurkan pemberontakan Armenia pada 704–705 dan menjadikan daerah tersebut sebagai provinsi Umayyah. Putranya, Marwan bin Muhammad, adalah khalifah Umayyah terakhir.

komandan Umayyah
Diperbarui 29 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Muhammad bin Marwan
Gubernur Mesopotamia,
Armenia dan Azerbaijan
Masa jabatan
Tidak diketahui–709/10
Pengganti
Maslamah bin Abdul Malik
Sebelum
Informasi pribadi
Meninggal719 atau 720
Suami/istri
  • Ummu Jumail binti Abdurrahman bin Zaid bin Khattab
  • Ramlah binti Yazid bin Ubaidullah bin Syaibah bin Rabi'ah
  • Budak-selir
AnakMarwan
Abdul Aziz
Manshur
Abdurrahman
Yazid
Ummu Abdul Malik (putri)
Ramlah (putri)
Orang tua
  • Marwan bin al-Hakam (ayah)
  • Zainab (ibu)
JulukanAbu Abdurrahman
Karier militer
Pertempuran/perang
  • Pertempuran Maskin
  • Pertempuran Sebastopolis
  • Pemberontakan Ibnul Asy'ats
  • Penaklukan Armenia
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Abu Abdurrahman Muhammad bin Marwan bin al-Hakam[1] (bahasa Arab: أبو عبد الرحمن محمد بن مروان بن الحكمcode: ar is deprecated ; meninggal 719/720) adalah seorang pangeran Umayyah, salah satu jenderal khalifah yang paling penting pada periode 690–710, serta salah satu jenderal yang memimpin Penaklukan Armenia. Ia mengalahkan Bizantium dan menaklukkan wilayah Armenia, menghancurkan pemberontakan Armenia pada 704–705 dan menjadikan daerah tersebut sebagai provinsi Umayyah. Putranya, Marwan bin Muhammad (berkuasa 744–750), adalah khalifah Umayyah terakhir.

Biografi

Kehidupan awal

Muhammad adalah putra dari Khalifah Marwan bin al-Hakam atau Marwan I (berkuasa 684–685) dari seorang budak perempuan bernama Zainab, dan karenanya ia adalah saudara tiri dari Khalifah Abdul Malik bin Marwan (berkuasa 685–705).[1][2]

Ketika Marwan menjadi khalifah, ia mengirim Muhammad ke Mesopotamia Hulu untuk mengamankan Armenia. Selama Fitnah Kedua, Muhammad memimpin barisan depan pasukan saudaranya di Pertempuran Maskin melawan Mush'ab bin az-Zubair, saudara dari Abdullah bin az-Zubair (khalifah saingan Abdul Malik di Makkah).[1] Dengan bantuan dokter Kristen Persia bangsawan Mardanshāh, ia mampu merebut kembali Nisibis dan memercayakan Mardanshāh sebagai gubernur.[3] Pada tahun 692, setelah kemenangan atas Ibnu az-Zubair, ia diangkat menjadi gubernur Bēt Nahrīn (Mesopotamia Utara) dan Tur Abdin sambil memegang kekuasaan di Harran.[4] Menurut Kehidupan Simeon dari Zaitun, yang menjadi uskup Harran selama masa jabatan gubernur Muhammad, ia mendirikan sebuah madrasah di sana.[5]

Pada tahun 692/693, ia mengalahkan tentara Bizantium dalam Pertempuran Sebastopolis, dengan membujuk pasukan Slavia yang besar untuk membelot mendukungnya. Pada tahun berikutnya, ia menyerang Bizantium Asia Kecil dengan bantuan yang sama dari orang Slavia, dan mencetak sukses melawan tentara Bizantium di dekat Germanikeia, sementara pada tahun 695, ia menyerbu provinsi Armenia Keempat.[1][6][7]

Penaklukan Armenia

Pada tahun 699–701, bersama dengan keponakannya, Abdullah bin Abdul Malik, dia dikirim ke Irak untuk membantu gubernur Al-Hajjaj bin Yusuf dalam penumpasan pemberontakan Abdurrahman bin Muhammad bin Asy'ats.[1] Pada tahun 701 Muhammad berperang melawan Bizantium yang menguasai Armenia wilayah timur Sungai Efrat, lalu memaksa penduduknya dan gubernur setempat, Baanes, untuk tunduk kepada khalifah. Segera setelah kepergiannya, penduduk Armenia memberontak dan meminta bantuan Bizantium. Pertempuran kembali terjadi pada tahun 703 dan 704 oleh Muhammad bersama Abdullah bin Abdul Malik yang menghancurkan pemberontakan, dan Muhammad selanjutnya mengontrol secara ketat wilayah Armenia dengan mengatur pembantaian besar-besaran keluarga nakharar pangeran Armenia pada tahun 705.[1][6][8]

Ketika Al-Walid menjadi khalifah pada tahun 705, Muhammad mulai dikalahkan oleh keponakannya, Maslamah bin Abdul Malik, yang seperti Muhammad yang juga lahir dari seorang budak perempuan. Maslamah memimpin peperangan melawan Bizantium, dan akhirnya menggantikan Muhammad sepenuhnya dalam kapasitasnya sebagai gubernur Mesopotamia, Armenia dan Azerbaijan pada 709/710. Muhammad meninggal pada 719/720.[1][6]

Pasangan dan anak

Muhammad adalah ayah dari khalifah Umayyah terakhir, Marwan bin Muhammad atau Marwan II (berkuasa 744–750) melalui seorang wanita yang tidak disebutkan namanya, kemungkinan besar berasal dari non-Arab (berasal dari Kurdi menurut beberapa catatan). Beberapa sumber menjelaskan bahwa Muhammad telah mengambilnya sebagai tawanannya selama penumpasan Ibnu az-Zubair.[9]

Muhammad juga menikah dengan dua wanita dari suku Quraisy, yaitu Ummu Jumail binti Abdurrahman cucu Zaid bin Khattab dari klan Bani 'Adi,[10] dan Ramlah binti Yazid bin Ubaidullah, cucu dari Syaibah bin Rabi'ah dari klan Bani Abdu Syams, klan induk Bani Umayyah.[11]

Selain Marwan, Muhammad juga memiliki anak yang bernama Yazid dan Ramlah. Ibu mereka adalah Ramlah binti Yazid. Dari Ummu Jumail binti Abdurrahman, ia memiliki putra bernama Abdurrahman. Abdul Aziz, Manshur, dan Ummu Abdul Malik lahir dari istri Muhammad yang merupakan budak-selir.[12]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Zetterstéen 1993, hlm. 408.
  2. ↑ Donner 2014, hlm. 110.
  3. ↑ Hoyland, Brunner & Tannous 2021, hlm. 20,75.
  4. ↑ Hoyland, Brunner & Tannous 2021, hlm. 68,70,122.
  5. ↑ Hoyland, Brunner & Tannous 2021, hlm. 122.
  6. 1 2 3 Lilie et al. 2000, hlm. 322–333.
  7. ↑ Treadgold 1997, hlm. 335–336.
  8. ↑ Treadgold 1997, hlm. 339, 341.
  9. ↑ Hawting 1991, hlm. 623.
  10. ↑ Robinson 2020, hlm. 144.
  11. ↑ Ahmad bin Yahya bin Jabir al-Baladzuri (1996), جمل من كتاب أنساب الأشراف (dalam bahasa Arab), vol. 9, Beirut: Dār al-Fikr, hlm. 376–377, OCLC 122969004, Wikidata Q114665392
  12. ↑ Mush'ab az-Zubairi. Kitab Nasab Quraisy (dalam bahasa Arab). hlm. 169.

Daftar pustaka

  • Donner, Fred (2014). "Was Marwan ibn al-Hakam the First "Real" Muslim". Dalam Savant, Sarah Bowen; de Felipe, Helena (ed.). Genealogy and Knowledge in Muslim Societies: Understanding the Past. Edinburgh: Edinburgh University Press. ISBN 978-0-7486-4497-1.
  • Hawting, G. R. (1991). "Marwān II". Dalam Bosworth, C. E.; van Donzel, E. & Pellat, Ch. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume VI: Mahk–Mid (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. hlm. 623–625. ISBN 978-90-04-08112-3.
  • Hoyland, Robert G.; Brunner, Kyle B.; Tannous, Jack Boulos Victor (2021). The Life of Simeon of the Olives: An Entrepreneurial Saint of Early Islamic North Mesopotamia (dalam bahasa Inggris). Gorgias Press LLC. ISBN 978-1-4632-4346-3. Diakses tanggal 16 January 2025.
  • Treadgold, Warren (1997). A History of the Byzantine State and Society. Stanford, California: Stanford University Press. ISBN 0-8047-2630-2.
  • Lilie, Ralph-Johannes; Ludwig, Claudia; Pratsch, Thomas; Zielke, Beate (2000). "Muḥammad ibn Marwān (# 5189)". Prosopographie der mittelbyzantinischen Zeit: 1. Abteilung (641–867), Band 3: Leon (# 4271) – Placentius (# 6265) (dalam bahasa German). Berlin and Boston: De Gruyter. hlm. 322–323. ISBN 978-3-11-016673-6. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Robinson, Majied (2020). Marriage in the Tribe of Muhammad: A Statistical Study of Early Arabic Genealogical Literature. Berlin: Walter de Gruyter. ISBN 9783110624168. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-12. Diakses tanggal 2021-01-17. ;
  • Zetterstéen, K. V. (1993). "Muḥammad b. Marwān". Dalam Bosworth, C. E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W. P. & Pellat, Ch. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume VII: Mif–Naz (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. hlm. 408. ISBN 978-90-04-09419-2.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Kehidupan awal
  3. Penaklukan Armenia
  4. Pasangan dan anak
  5. Referensi
  6. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Kekhalifahan Umayyah

Kekalifahan Islam kedua (661–750)

Revolusi Abbasiyah

as-sawdā), adalah istilah yang mengacu kepada penggulingan Kekhalifahan Umayyah (661–750 M), kekhalifahan kedua dari empat kekhalifahan utama dalam sejarah

Ubaidillah bin Ziyad

Umayyah di Basra, Kufah dan Khurasan selama masa pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan dan Yazid bin Muawiyah. Ia menjabat sebagai komandan pasukan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026