Muflih Safitra adalah seorang pendakwah asal Balikpapan, Indonesia. Ia merupakan lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Raja Saud, Arab Saudi. Pada masa Muflih menempuh studi di jurusan teknik industri di Universitas Raja Saud, Riyadh, ia menghadiri kajian keagamaan yang dipimpin Syekh Prof. Dr. Sa'ad Asy Syatsri, ulama Arab Saudi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Muflih Safitra | |
|---|---|
Ustaz Muflih Safitra | |
| Kehidupan pribadi | |
| Lahir | Muflih Safitra 19 Juli 1984 |
| Orang tua |
|
| Almamater | Universitas Islam Indonesia (S.T.), Universitas Raja Saud (M.A.) |
| Pekerjaan |
|
| Kehidupan religius | |
| Agama | Islam |
| Denominasi | Sunni |
| Gerakan | Salafiyah |
| Muslim leader | |
Influenced by | |
Muflih Safitra (lahir 19 Juli 1984) adalah seorang pendakwah asal Balikpapan, Indonesia. Ia merupakan lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Raja Saud, Arab Saudi.[1][2] Pada masa Muflih menempuh studi di jurusan teknik industri di Universitas Raja Saud, Riyadh, ia menghadiri kajian keagamaan yang dipimpin Syekh Prof. Dr. Sa'ad Asy Syatsri, ulama Arab Saudi.[1][3]
Muflih mulai mendalami aktivitas dakwah sejak masih menempuh studi di tingkat tsanawiyah. Muflih mengaku sering berceramah keliling di bulan Ramadan semenjak ia berusia 13 tahun. Hal ini ia lakukan mengikuti jejak ayahnya, M. Saad Ali, seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang aktif menjadi pendakwah. Muflih mengklaim bahwa ia menemani ayahnya berdakwah, dan ikut menjadi pendengar ceramah ayahnya.[4]
Muflih menempuh kuliah teknik di Universitas Islam Indonesia (UII). Sumber menyebutkan bahwa Ia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 5 bulan dan lulus dengan peringkat cumlaude.[4]
Seusai menyelesaikan studi nya di bidang teknik di UII, Muflih sempat berpartisipasi dalam lomba menghafal AL-Qur'an tahun 2010 untuk pegawai negeri sipil di kota Balikpapan. Ia memperoleh peringkat pertama, dan sebagai hadiah, ia diberangkatkan umroh dengan fasilitas dari pemerintah kota Balikpapan.[4] Muflih menerima beasiswa dengan ikatan dinas dari pemerintah kota Balikpapan untuk menempuh studi di Universitas Raja Saud, Arab Saudi. Menurut klaim Muflih, ia merupakan mahasiswa dengan masa penyelesaian studi tercepat dan juga IPK tertinggi di antara angkatannya.[4]
Sepulangnya dari studi di Arab Saudi, Muflih menjalani masa pengabdian sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kota Balikpapan. Selain menjadi PNS aktif, ia juga menjadi pendakwah. Muflih aktif menyebarkan ilmu agama yang ia dapat dari kajian-kajian agama yang ia ikuti di Arab Saudi. Selain itu ia juga sering diundang oleh pengurus-pengurus masjid dan kelompok kajian Islam di sekitar kota Balikpapan untuk menjadi penceramah. Karena aktivitas dakwah yang semakin meningkat, Muflih secara sepihak memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai PNS.[4]
Sebagai konsekuensi dari pelanggaran terhadap perjanjian ikatan dinas (berhenti sebelum masa ikatan dinas selesai), Muflih diwajibkan untuk mengembalikan gaji PNS yang ia terima selama ia menjalani tugas belajar di Arab Saudi. Salah satu sumber menyebutkan klaim dari Muflih bahwa ia telah mengembalikan uang sebesar Rp87.000.000 kepada pemberi beasiswa.[5]