Muara Batang Toru adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kota kecamatan ini berada di desa Huta Raja. Kecamatan Muara Batang Toru, satu-satunya kecamatan di kabupaten Tapanuli Selatan yang berada di tepi laut. Kecamatan ini juga berbatasan dengan kabupaten Tapanuli Tengah dan kabupaten Mandailing Natal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Muara Batang Toru | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Peta lokasi Kecamatan Muara Batang Toru | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Utara | ||||
| Kabupaten | Tapanuli Selatan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Arman Pasaribu | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 18,038 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 51/km2 (130/sq mi) | ||||
| Kode pos | 22736 | ||||
| Kode Kemendagri | 12.03.29 | ||||
| Kode BPS | 1203102 | ||||
| Luas | 308,01 km² | ||||
| Kepadatan | 51 | ||||
| Desa/kelurahan | 6 desa 3 kelurahan | ||||
| |||||
Muara Batang Toru adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kota kecamatan ini berada di desa Huta Raja. Kecamatan Muara Batang Toru, satu-satunya kecamatan di kabupaten Tapanuli Selatan yang berada di tepi laut. Kecamatan ini juga berbatasan dengan kabupaten Tapanuli Tengah dan kabupaten Mandailing Natal.
Terdapat 3 kelurahan dan 6 desa di kecamatan Muara Batang Toru, yakni;
Dalam Sensus Penduduk Indonesia 2024, jumlah penduduk kecamatan ini sebanyak 18.038 jiwa.[1] Penduduk kabupaten Tapanuli Selatan, pada umumnya merupakan suku Batak Angkola, dan ada juga sebagian besar lainnya suku Batak Toba dan Batak Mandailing. Beberapa suku lainnya juga ada seperti Batak Karo, Batak Simalungun, Nias dan suku pendatang di luar Sumatera Utara seperti suku Aceh, Jawa, Minangkabau, dan lainnya.
Mayoritas penduduk Kecamatan Muara Batang Toru memeluk agama Islam.
Meskipun mayoritas penduduk Kabupaten Tapanuli Selatan menggunakan bahasa Batak Angkola, mayoritas penduduk Kecamatan Muara Batang Toru menggunakan bahasa Pesisir, sebuah dialek bahasa Minangkabau dengan pengaruh bahasa-bahasa Batak. Sebagian lainnya adalah penutur bahasa Batak Angkola, Batak Mandailing, dan sebagian kecil penutur bahasa Batak Toba.[3]