Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Mu dari Balhae

Dae Muye, lebih dikenal dengan nama Raja Mu, adalah raja kedua kerajaan Balhae.

Wikipedia article
Diperbarui 27 Januari 2017

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mu dari Balhae
Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 大武藝 (武王)code: zh is deprecated
Hanzi sederhana: 大武艺 (武王)code: zh is deprecated
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Dà Wǔyì (Wǔ Wáng)
Nama Korea
Hangul: 대무예 (무왕)code: ko is deprecated
Hanja: 大武藝 (武王)code: ko is deprecated
Alih aksara
- Romanisasi: Dae Muye (Mu-Wang)
- McCune-Reischauer: Tae Muye (Mu-Wang)

Dae Muye, lebih dikenal dengan nama Raja Mu (hangul: 무왕 & hanja:武王}}) (bertahta pada tahun 718 - 737), adalah raja kedua kerajaan Balhae.

Latar Belakang

Dae Muye merupakan putra Dae Joyeong, pendiri kerajaan kuno Balhae. Ia naik tahta setelah kematian ayahnya pada tahun 719. Ia diberikan gelar "Raja Propinsi Gyeru" oleh Kaisar Xuanzong. Ia memeberikan nama Anumerta kepada ayahnya Raja Go, dan mendeklarasikan nama eranya In-an, sebuah perilaku independen dari Cina Dinasti Tang. Di lain sisi, ia scara berkala mengirimkan duta besar ke Tang Tang, termasuk anak-anak dan saudara laki-lakinya.

Pemerintahan

Ekspansi agresif Balhae memicu friksi dengan Tang, Silla di Korea bagian selatan, Bangsa Khitan, bangsa Xi, suku Göktürk, dan beberapa suku Mohe. Ketika Heisui Mohe di bagian utara Balhae datang dibawah kontrol langsung Tang pada tahun 727, Dae Muye menyerang Heisui Mohe yang cemas atas serangan jepitan.

Saudara laki-lakinya yang pro terhadap Tang, Dae Munye menentang kampanye militer dan opposed the military campaign and defected membelot kepada Tang. Pada tahun 732 Dae Muye memerintahkan Jang Munhyu untuk menyerang Tang di Shandong dengan angkatan laut Balhae. Sebagai balasannya, Tang memerintahkan saudara laki-laki Dae Muye, Dae Munye, untuk menyerang Balhae, tetapi Dae Munye menolaknya.

Dae Muye konon merupakan seorang yang pandai berpedang, dan secara langsung memimpin kebanyakan dari ekspansi kampanyenya selama masa pemerintahannya. Di dalam legenda dijelaskan bahwa ia begitu gesitnya sehingga dapat mengiris seekor lalat menjadi empat bagian dengan pedangnya.

Untuk menghindari isolasi internasional, Balhae mulai mengirimkan duta besar ke Jepang pada tahun 729. Jepang, yang hubungannya dengan Silla merenggang, menyambut mereka sebagai pembangkit Goguryeo.

Dae Muye digantikan oleh putranya Dae Heummu pada tahun 737.

Keluarga

  • Ayah
    • Dae Joyeong (대조영, 大祚榮)
  • Ibu
    • Tidak jelas
  • Saudara laki-laki
    • Dae Munye (대문예, 大門藝)
    • Dae Changbalga (대창발가, 大昌勃價)
    • Dae Hoa (대호아, 大胡雅)
    • Dae Nang-a (대낭아, 大郎雅)
    • Dae Rim (대림, 大琳)
    • Dae Bo-bang (대보방, 大寶方)
  • Keturunan
    • Dae Dorihaeng (대도리행, 大都利行)
    • Dae Ui-sin (대의신)
    • Dae Heummu (대흠무, 大欽茂)
    • Dae Won-ui (대원의, 大元義)

Lihat Pula

  • Daftar Penguasa Korea
  • Sejarah Korea

Pranala luar

  • Encyclopedia Britannica
  • Britannica Concise Encyclopedia
  • Columbia Encyclopedia
  • U.S. Library of Congress: Country Studies
  • Provinces of Balhae Kingdom
  • (Korea) The extension of Balhae Kingdom under King Mu
Didahului oleh:
Dae Joyeong
Penguasa Balhae
718–737
Diteruskan oleh:
Dae Heummu
  • l
  • b
  • s
Raja Balhae

Dae Jung-sang · Go · Mu · Mun · Dae Won-ui · Seong · Gang · Jeong · Hui · Gan · Seon · Dae Ijin · Dae Geonhwang · Dae Hyeonseok · Dae Wihae · Dae Inseon

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Pemerintahan
  3. Keluarga
  4. Lihat Pula
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Kaisar Mun dari Balhae

Mun dari Balhae (bertahta pada tahun 737–793) merupakan nama personal Dae Heummu, raja ketiga dan yang terlama memerintah di dalam Kerajaan Balhae, negara

Balhae

Kerajaan Pasca Goguryeo

Pemakaman Kuno di Gunung Longtou

Gunung Longtou adalah tempat pemakaman dua belas tokoh kerajaan dari kerajaan Balhae (Bohai). Terletak di Gunung Longtou, tenggara Kota Toudao (头道镇code:

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026