Metoklopramid adalah obat yang digunakan untuk mengatasi beberapa masalah di perut dan usus. Masalah itu berupa nyeri ulu hati (heartburn), asam lambung, dan maag yang tak kunjung sembuh. Obat ini juga digunakan oleh penderita diabetes yang kesulitan dalam mengosongkan perut (gastroparesis). Metoklopramid juga digunakan untuk mengatasi rasa mual atau muntah akibat kemoterapi atau radiasi untuk pengobatan kanker.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Data klinis | |
|---|---|
| Pengucapan | /ˌmɛtəˈklɒprəmaɪd/ |
| Nama dagang | Metolon, Vosea, Primperan, Reglan, Tomit, dll[1] |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a684035 |
| License data | |
| Kategori kehamilan | |
| Rute pemberian | Oral, intravena, intramuskular, semprot hidung |
| Kelas obat | D2 receptor antagonist; 5-HT3 receptor antagonist; 5-HT4 receptor agonist; Prolactin releaser |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum | |
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | 80 ± 15% (Oral) |
| Metabolisme | Hati |
| Waktu paruh eliminasi | 5–6 jam |
| Ekskresi | Urin: 70–85% Feses: 2% |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS |
|
| PubChem CID | |
| IUPHAR/BPS | |
| DrugBank |
|
| ChemSpider |
|
| UNII | |
| KEGG | |
| ChEBI | |
| ChEMBL |
|
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.006.058 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C14H22ClN3O2 |
| Massa molar | 299,80 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| Titik leleh | 1.473 °C (2.683 °F) |
| |
| |
| (verify) | |

Metoklopramid adalah obat yang digunakan untuk mengatasi beberapa masalah di perut dan usus. Masalah itu berupa nyeri ulu hati (heartburn), asam lambung, dan maag yang tak kunjung sembuh. Obat ini juga digunakan oleh penderita diabetes yang kesulitan dalam mengosongkan perut (gastroparesis). Metoklopramid juga digunakan untuk mengatasi rasa mual atau muntah akibat kemoterapi atau radiasi untuk pengobatan kanker.[4]
Metoklopramid termasuk dalam golongan obat antiemetik dan prokinetik. Obat ini dapat diperoleh dengan menggunakan resep dokter. Ia dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak. Bentuk metoklopramid berupa tablet, sirop, dan suntik.[5]
Metoklopramid (methoxychloroprocainamide) telah digunakan sebagai antiemetik selama hampir 40 tahun. Pertama kali dideskripsikan oleh Justin-Besançon dan Laville pada tahun 1964. Uji klinis pertama tentang kemanjurannya diterbitkan oleh Tourneu et al. pada tahun 1964 dan selanjutnya oleh Boisson dan Albott pada tahun 1966.[6]
Efek samping umum yang dapat terjadi, antara lain: merasa gelisah, merasa mengantuk atau lelah, kekurangan energi, mual, muntah, sakit kepala, kebingungan, gangguan tidur atau insomnia.[7]