Malam Tahun Baru Imlek merupakan hari yang jatuh tepat sebelum perayaan Tahun Baru Imlek, biasanya berlangsung antara 21 Januari hingga 20 Februari dalam kalender Gregorian. Hari ini dikenal sebagai momen penting untuk berkumpulnya keluarga etnis Tionghoa. Tradisi merayakan Malam Tahun Baru Imlek diyakini telah ada sejak sekitar 3.500 tahun yang lalu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Malam Tahun Baru Imlek | |
|---|---|
| Nama resmi | 除夕code: zh is deprecated (chúxī) in China |
| Dirayakan oleh | Tiongkok, Korea, Malaysia, Singapura, Indonesia, Taiwan, Vietnam |
| Jenis | Budaya, Keagamaan |
| Makna | Merayakan akhir tahun |
| Tanggal | Hari terakhir bulan lunisolar tradisional Tiongkok ke-12[1] |
| Tahun 2026 | 28 Januari |
| Tahun 2027 | 16 Februari |
| Tahun 2028 | 5 Februari |
| Frekuensi | Tahunan |
| Terkait dengan | Tahun Baru Imlek |
Malam Tahun Baru Imlek merupakan hari yang jatuh tepat sebelum perayaan Tahun Baru Imlek, biasanya berlangsung antara 21 Januari hingga 20 Februari dalam kalender Gregorian. Hari ini dikenal sebagai momen penting untuk berkumpulnya keluarga etnis Tionghoa. Tradisi merayakan Malam Tahun Baru Imlek diyakini telah ada sejak sekitar 3.500 tahun yang lalu.
Malam Tahun Baru Imlek berakar dari masa Dinasti Shang (1600–1046 SM), ketika masyarakat Tionghoa mengadakan upacara persembahan untuk menghormati para dewa dan leluhur di penghujung tahun. Pada masa Dinasti Zhou (1046–256 SM), istilah nian atau “Tahun” mulai digunakan, dan sejumlah tradisi seperti mengirim dewa penjaga pintu serta membakar bambu menjadi kebiasaan yang umum dilakukan.[2]
Catatan tertua tentang Malam Tahun Baru Imlek berasal dari Zaman Negara-Negara Berperang (475–221 SM). Dalam teks Lüshi Chunqiu, disebutkan adanya ritual pengusiran roh jahat bernama “Nuo Besar” (大儺) yang dilakukan pada akhir tahun di Negara Qin untuk menolak penyakit dan nasib buruk. Ritual ini berkembang dari upacara “Nuo” (儺), yang kemudian menjadi cikal bakal Malam Tahun Baru Imlek. Ketika Qin berhasil menyatukan Tiongkok dan mendirikan Dinasti Qin, tradisi tersebut tetap dipertahankan, dan pada masa inilah kebiasaan membersihkan rumah menjelang Tahun Baru Imlek mulai berkembang.[3][4]
Pada masa Dinasti Jin (266–420 M), masyarakat mulai menjalankan tradisi bernama Shousui (守歳) pada malam menjelang Tahun Baru. Tradisi ini tercatat dalam tulisan jenderal Jin Barat, Zhou Chu, berjudul Fengtu Ji (風土記), yang menjelaskan bahwa pada akhir tahun, orang saling bertukar hadiah dan ucapan selamat yang disebut Kuisui (饋歳). Mereka juga saling mengundang untuk menikmati makanan dan minuman dalam kegiatan yang disebut Biesui (别歳). Pada malam pergantian tahun, orang-orang memilih untuk tetap terjaga hingga matahari terbit, yang dikenal sebagai “Shousui” (守歳). Dalam catatan tersebut, istilah Chuxi (除夕) digunakan untuk menyebut Malam Tahun Baru, dan nama ini tetap dipakai hingga kini.[5][6]
Di seluruh Tiongkok terdapat beragam adat dan tradisi yang berbeda di setiap wilayah, tetapi sebagian besar masih dipertahankan hingga kini. Di Tiongkok Selatan, masyarakat biasanya merayakan Malam Tahun Baru Imlek dengan makan bersama keluarga sambil menikmati berbagai hidangan tradisional. Semua anggota keluarga, termasuk anak-anak, diperbolehkan ikut minum alkohol. Pada malam tersebut, orang-orang biasanya begadang hingga tengah malam atau bahkan sampai fajar.[7] Selain itu, terdapat kebiasaan membakar bambu atau petasan. Berdasarkan mitologi Tiongkok kuno, diyakini bahwa iblis yang tinggal di pegunungan barat dapat membawa penyakit kepada siapa pun yang ditemuinya. Oleh karena itu, selama berabad-abad, masyarakat membakar bambu pada Malam Tahun Baru Imlek untuk mengusir roh jahat dari rumah mereka. Pada masa modern, tradisi ini berkembang menjadi kebiasaan menyalakan petasan sebagai cara utama untuk merayakan pergantian tahun.[8]
命有司大儺,旁磔,出土牛,以送寒氣。Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
《吕氏春秋·季冬纪》《后汉书·礼仪志》均有相应记载,前者云,届时"命有司大傩,旁磔,出土牛,以送寒气"。后者云:"先腊一日,大傩,谓之逐疫。"
据晋周处《〈周土记〉》载:除夕之夜,各相与赠送称曰馈岁:酒食相邀,称曰别岁:长幼聚欢,祝颂完备称曰分岁,大家终夜不眠,以待天明,称曰守岁。
蜀之风俗,晚岁相与馈问,谓之馈岁。酒食相邀为别岁。至除夕,达旦不眠,谓之守岁。Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)