Mahendra Siregar adalah seorang diplomat, ekonom, dan pejabat publik Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Juli 2022 hingga Januari 2026.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mahendra Siregar | |
|---|---|
Mahendra Siregar sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan | |
| Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan | |
| Masa jabatan 20 Juli 2022 – 30 Januari 2026 | |
| Presiden | Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ke-8 | |
| Masa jabatan 25 Oktober 2019 – 19 Juli 2022 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Menteri | Retno Marsudi |
| Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ke-19 | |
| Masa jabatan 7 Januari 2019 – 25 Oktober 2019 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ke-16 | |
| Masa jabatan 1 Oktober 2013 – 27 November 2014 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono Joko Widodo |
| Wakil Menteri Keuangan Indonesia ke-7 | |
| Masa jabatan 19 Oktober 2011 – 3 Oktober 2013 Menjabat bersama Anny Ratnawati | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Wakil Menteri Perdagangan Indonesia ke-4 | |
| Masa jabatan 11 November 2009 – 19 Oktober 2011 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 17 Oktober 1962[1] Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Suami/istri | Ita Ritonga |
| Anak | 3 |
| Almamater | |
| Profesi | Ekonom |
Mahendra Siregar[2] (lahir 17 Oktober 1962)[1][3]adalah seorang diplomat, ekonom, dan pejabat publik Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Juli 2022 hingga Januari 2026.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia (2019-2022), Wakil Menteri Perdagangan Indonesia (2009-2011), dan Wakil Menteri Keuangan Indonesia (2011-2013). Ia pernah pula bertugas sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (2013-2014) dan Duta Besar untuk Amerika Serikat (2019) di Washington, DC.[4]
Mahendra Siregar lahir dari pasangan orang tua yang berasal dari etnis Angkola dan Minangkabau. Ia menempuh pendidikan tingkat sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia jurusan Ekonomi Pembangunan lulus tahun 1986 dan pascasarjana di Universitas Monash, Australia lulus tahun 1991 pada program Master of Economics.[3]
Tahun 1986, Mahendra Siregar mulai melayani sebagai diplomat (atase) di Departemen Luar Negeri, lalu ditugaskan sebagai Economic Third Secretary Kedutaan Besar Indonesia di London (1992–1995) dan duta informasi Kedutaan Besar Indonesia di Washington D.C. selama 3 tahun (1998–2001).
Mahendra kemudian bergabung dengan Kementerian Koordinator Perekonomian pada 2001. Ia dipercaya menjadi Asisten Khusus Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, kemudian menjadi Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional dari tahun 2005 hingga 2009. Ia menempati jabatan itu dengan menteri yang berganti-ganti yaitu Aburizal Bakrie (2005–2006), Boediono (2006–2008), dan Sri Mulyani Indrawati (2008–2009).
Pada bidang perbankan, Mahendra juga pernah menempati posisi sebagai direktur utama pada Indonesia Eximbank. Ia juga pernah menjabat komisaris beberapa perusahaan yaitu PT Dirgantara Indonesia (2003–2008) dan PT Aneka Tambang (2008–2009).
Kemudian sejak November 2009, Mahendra ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menempati posisi sebagai Wakil Menteri Perdagangan mendampingi Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Setelah sekitar dua tahun menempati posisi Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra dipercaya menempati posisi Wakil Menteri Keuangan.
Mahendera Siregar pernah bekerja sebagai Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Penguatan Program-Program Prioritas pada tahun 2017. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Indonesia pada APEC Vision Group pada tahun 2018 dan Executive Director, Council of Palm Oil Producing Countries pada tahun 2018.[3]