Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kemahabaikan

Kemahabaikan diartikan oleh Oxford English Dictionary sebagai "kebaikan yang tak terbatas atau tak berkesudahan". Beberapa filsuf berpendapat bahwa tak mungkin, atau kurang memungkinkan, bagi Tuhan untuk menunjukkan sifat semacam itu bersama dengan kemahatahuan dan kemahahadiran, karena adanya masalah kejahatan.

Wikipedia article
Diperbarui 7 Agustus 2019

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini merupakan bagian dari seri
Teisme
Keyakinan
  • Agnostisisme
  • Apateisme
  • Ateisme
  • Deisme
  • Henoteisme
  • Ietsisme
  • Ignostisisme
  • Monoteisme
  • Monisme
  • Dualisme
  • Monolatrisme
  • Kathenoteisme
  • Omnisme
  • Pandeisme
  • Panenteisme
  • Panteisme
  • Politeisme
  • Transteisme
Konsep ketuhanan
  • Arsitek Semesta
  • Bapa
  • Brahman
  • Demiurge
  • Deus
  • Kebaikan
  • Keberadaan
  • Keibuan
  • Monad
  • Pemelihara
  • Pencipta
  • Kepribadian
  • Summum bonum
  • Tauhid
  • Tritunggal (Trinitas)
  • Unitarianisme
Tuhan menurut agama
Agama barat
  • Yudaisme
  • Kekristenan
  • Islam
  • Baháʼí
  • Mormonisme
  • Mandaeism
  • Samaritanisme
Agama timur
Agama darmik
  • Hindu
  • Buddhisme
  • Jainisme
  • Sikhisme

Agama Asia Timur
  • Tian
  • Shangdi
  • Hongjun Laozu
Sifat ketuhanan
  • Abadi
  • Jenis kelamin
  • Panggilan
    • istilah "Tuhan"
  • Luar biasa
  • Mahabaik
  • Mahakuasa
  • Mahahadir
  • Mahatahu
  • Mahamandiri
  • Pengalaman
  • praktik
  • Esoterisme
  • Fideisme
  • Gnosis
  • Hermetisisme
  • Iman
  • Metafisika
  • Mistikisme
  • Sembahyang (ibadat)
  • Wahyu
Topik terkait
  • Dilema Euthyphro
  • Kompleks dewa
  • Gen Tuhan
  • Teologi
  • Ontologi
  • Masalah kejahatan (teodisi)
  • Agama
    • Filsafat
    • Kitab suci
 Portal Agama
  • l
  • b
  • s

Kemahabaikan diartikan oleh Oxford English Dictionary sebagai "kebaikan yang tak terbatas atau tak berkesudahan". Beberapa filsuf berpendapat bahwa tak mungkin, atau kurang memungkinkan, bagi Tuhan untuk menunjukkan sifat semacam itu bersama dengan kemahatahuan dan kemahahadiran, karena adanya masalah kejahatan.

Bacaan tambahan

  • Basinger, David. "In what sense must God be omnibenevolent?" International Journal for Philosophy of Religion, Vol. 14, No. 1 (March 1983), pp. 3–15.
  • Bruch, George Bosworth. Early Medieval Philosophy, King's Crown, 1951. pp. 73–77.
  • Flemming, Arthur. "Omnibenevolence and evil". Ethics, Vol. 96, No. 2 (Jan. 1986), pp. 261–281.
  • Oord, Thomas Jay. The Nature of Love: A Theology (2010) ISBN 978-0-8272-0828-5
  • Oppy, Graham. "Ontological Arguments and Belief in God" (Cambridge University Press) (1995), pp. 171–2.
  • Smith, George H. Atheism: The Case Against God,(Skeptic's Bookshelf) Prometheus Books (June 1980). ISBN 978-0-8402-1115-6
  • Wierenga, Edward. "Intrinsic maxima and omnibenevolence." International Journal for Philosophy of Religion, Vol. 10, No. 1 (March 1984), pp. 41–50.

Pranala luar

  • The Goodness of God
  • Jewish principles of faith
  • Notes on God's Omnibenevolence

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Bacaan tambahan
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Kitab Ayub

upaya-upaya untuk menjawab masalah-masalah teodisi, yaitu alasan dari Allah yang Mahabaik mengizinkan keberadaan kuasa jahat di dunia, melalui pengalaman tokoh protagonis

Katolik

istilah "Katolik"

Masalah kejahatan

menyebabkan, keputusan bebas agen lain". Kemahabaikan memandang Tuhan sebagai sosok yang maha pengasih. Jika Tuhan itu mahabaik, Dia bertindak sesuai dengan apa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026