Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jenis kelamin Tuhan

Jenis kelamin Tuhan dapat dipandang secara harfiah atau sebagai aspek alegori dari sesosok deitas. Dalam agama-agama politeistik, para dewa tampak memiliki jenis kelamin harfiah yang dapat membolehkan mereka untuk berinteraksi satu sama lain, dan bahkan dengan manusia, dengan cara seksual.

Wikipedia article
Diperbarui 11 Desember 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini merupakan bagian dari seri
Teisme
Keyakinan
  • Agnostisisme
  • Apateisme
  • Ateisme
  • Deisme
  • Henoteisme
  • Ietsisme
  • Ignostisisme
  • Monoteisme
  • Monisme
  • Dualisme
  • Monolatrisme
  • Kathenoteisme
  • Omnisme
  • Pandeisme
  • Panenteisme
  • Panteisme
  • Politeisme
  • Transteisme
Konsep ketuhanan
  • Arsitek Semesta
  • Bapa
  • Brahman
  • Demiurge
  • Deus
  • Kebaikan
  • Keberadaan
  • Keibuan
  • Monad
  • Pemelihara
  • Pencipta
  • Kepribadian
  • Summum bonum
  • Tauhid
  • Tritunggal (Trinitas)
  • Unitarianisme
Tuhan menurut agama
Agama barat
  • Yudaisme
  • Kekristenan
  • Islam
  • Baháʼí
  • Mormonisme
  • Mandaeism
  • Samaritanisme
Agama timur
Agama darmik
  • Hindu
  • Buddhisme
  • Jainisme
  • Sikhisme

Agama Asia Timur
  • Tian
  • Shangdi
  • Hongjun Laozu
Sifat ketuhanan
  • Abadi
  • Jenis kelamin
  • Panggilan
    • istilah "Tuhan"
  • Luar biasa
  • Mahabaik
  • Mahakuasa
  • Mahahadir
  • Mahatahu
  • Mahamandiri
  • Pengalaman
  • praktik
  • Esoterisme
  • Fideisme
  • Gnosis
  • Hermetisisme
  • Iman
  • Metafisika
  • Mistikisme
  • Sembahyang (ibadat)
  • Wahyu
Topik terkait
  • Dilema Euthyphro
  • Kompleks dewa
  • Gen Tuhan
  • Teologi
  • Ontologi
  • Masalah kejahatan (teodisi)
  • Agama
    • Filsafat
    • Kitab suci
 Portal Agama
  • l
  • b
  • s

Jenis kelamin Tuhan dapat dipandang secara harfiah atau sebagai aspek alegori dari sesosok deitas. Dalam agama-agama politeistik, para dewa tampak memiliki jenis kelamin harfiah yang dapat membolehkan mereka untuk berinteraksi satu sama lain, dan bahkan dengan manusia, dengan cara seksual.

Dalam kebanyakan agama monoteistik, jenis kelamin Tuhan tak dapat ditunjukan dalam esensi lazim, karena atribut-atribut Tuhan tak dapat dibandingkan dengan hal lain. Sehingga, gagasan "gender ilahi" biasanya dianggap merupakan sebuah analogi, yang dipakai oleh umat manusia dalam rangka mengaitkan konsep Tuhan dengan tanpa konotasi seksual.

Agama Abrahamik

Dalam Alkitab Ibrani dan Kristen

Tuhan biasanya secara figuratif dibayangkan dalam istilah laki-laki dalam sumber-sumber Biblikal,[1] dengan analogi perempuan dalam Kejadian 1:26–27,[1][2] Mazmur 123:2–3, dan Lukas 15:8–10; seorang ibu dalam Ulangan 32:18, Yesaya 66:13, Yesaya 49:15, Yesaya 42:14, Mazmur 131:2; dan seekor induk ayam dalam Matius 23:37 dan Lukas 13:34.

Kristen

Allah Bapa, Cima da Conegliano, ca 1510–1517
Artikel utama: Jenis kelamin Allah dalam Kekristenan

Kebanyakan kelompok Kristen memandang Allah sebagai tiga kesatuan, dengan keyakinan bahwa Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus adalah sosok berbeda, namun satu wujud yang merupakan Allah seutuhnya.[3][4]

Islam

Artikel utama: Allah dalam Islam

Keesaan Allah adalah pengaruh utama dalam al-Qur'an dan Islam. Dalam al-Qur'an, Allah sering disebut dengan pengucapan Hu atau Huwa, dan meskipun umumnya diterjemahkan menjadi "dia laki-laki", istilah tersebut dapat diterjemahkan secara netral gender. Istilah tersebut juga memiliki padanan feminin, Hiya.

Catatan dan referensi

  1. 1 2 Elaine H. Pagels "What Became of God the Mother? Conflicting Images of God in Early Christianity" Diarsipkan 2015-07-04 di Wayback Machine. Signs, Vol. 2, No. 2 (Winter, 1976), pp. 293-303
  2. ↑ Coogan, Michael (October 2010). "6. Fire in Divine Loins: God's Wives in Myth and Metaphor". God and Sex. What the Bible Really Says (Edisi 1st). New York, Boston: Twelve. Hachette Book Group. hlm. 175. ISBN 978-0-446-54525-9. Diakses tanggal May 5, 2011. humans are modeled on elohim, specifically in their sexual differences.
  3. ↑ Grudem, Wayne A. 1994. Systematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine. Leicester, England: Inter-Varsity Press; Grand Rapids, MI: Zondervan. Page 226.
  4. ↑  Herbermann, Charles, ed. (1913). "Person" . Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.

Bacaan tambahan

  • Berke, Matthew. 'God and Gender in Judaism'. First Things 64 (1996): 33–38.
  • Dorff, Elliot N. Male and Female God Created Them: Equality with Distinction. University Papers. Los Angeles: University of Judaism, 1984, pp. 13–23.
  • Eller, Vernard. The Language of Canaan and the Grammar of Feminism. Grand Rapids, Michigan: William B Eerdmans Publishing Company, 1982.
  • Harlow, Jules. 'Feminist Linguistics and Jewish Liturgy'. Conservative Judaism 49 (1997): 3–25.
  • Johnson, Elizabeth. 'The Incomprehensibility of God and the Image of God Male and Female'. Diarsipkan 2017-01-21 di Wayback Machine. Theological Studies 45 (1984): 441–465.
  • Platinga, Alvin Carl. "God, Arguments for the Existence of". Routledge Encyclopedia of Philosophy. Routledge, 2000.
  • Swinburne, Richard G. "God". In Ted Honderich (ed.). The Oxford Companion to Philosophy. Oxford University Press, 1995.

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: God.
  • God as Mother (A Christian view)
  • Feminine images for God Diarsipkan 2011-07-19 di Wayback Machine.
  • The Spirit and the Bride
  • God and Gender in Judaism
  • Mouser, William E. "Is God Masculine? Diarsipkan 2016-10-26 di Wayback Machine.". International Council for Gender Studies, 2007.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Agama Abrahamik
  2. Dalam Alkitab Ibrani dan Kristen
  3. Kristen
  4. Islam
  5. Catatan dan referensi
  6. Bacaan tambahan
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Tuhan

Sesuatu yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Mahapengasih, Penyayang, dsb

Allah (Islam)

nama Tuhan dalam agama Islam

Tuhan dalam agama Hindu

Konsep ketuhanan dalam agama Hindu bervariasi menurut tradisi filsafat dan keagamaannya yang tidak seragam. Agama Hindu mencakup aneka bentuk kepercayaan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026