Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Madura

Bahasa Madura adalah bahasa yang termasuk kedalam rumpun bahasa Austronesia yang digunakan oleh suku Madura di Jawa Timur, Indonesia. Bahasa ini digunakan oleh sekitar 10 hingga 13,6 juta penutur per-tahun 2008, dengan penuturnya sebagian besar terpusat di Pulau Madura dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur yang membentang dari Pasuruan hingga Banyuwangi, serta di Kepulauan Masalembo dan Bawean. Bahasa Bawean yang merupakan dialek bahasa Madura, juga dituturkan oleh suku Bawean di Pulau Bawean, Indonesia. Kemudian juga oleh keturunan mereka di Malaysia dan Singapura.

bahasa Melayu-Polinesia yang dituturkan di pulau Madura
Diperbarui 7 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Madura
Bahasa Madura
BPS: 0091 4
Bhâsa Madhurâ
ݒا࣪سا ماڊۅرا࣪
ꦧꦱꦩꦢꦸꦫ
Kamus bahasa Madura-Belanda oleh H.N. Kiliaan
Pengucapan[bʰɤsa maʈʰurɤ]
Dituturkan di Indonesia
 Singapura
 Malaysia
Wilayah
  • Lihat peta
    • Pulau Madura
    • Pulau Sapudi
    • Kepulauan Kangean
    • Kepulauan Masalembu
    • Pulau Bawean
    • Wilayah Tapal Kuda Jawa Timur
EtnisMadura
Bawean
Pendalungan
Penutur
10–13,6 juta (2008)[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.

  • 15.000.000 (2007, bahasa ibu)
Rumpun bahasa
Lihat sumber templat}}
Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman ini
Klasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
  • Austronesia Lihat butir Wikidata
    • Melayu-Polinesia Lihat butir Wikidata
      • Melayu-Sumbawa (usang) Lihat butir Wikidata
        Cari tahu mengapa. Dikarenakan tidak ada ciri-ciri yang mendefinisikan rumpun bahasa Melayu-Polinesia Barat secara pasti sebagai subkelompok, penggolongan terbaru telah ditinggalkan.
        Referensi:
        K. Alexander Adelaar & Nikolaus Himmelmann. 2005. The Austronesian languages of Asia and Madagascar: A historical perspective, pp. 1-42, London, Routledge ISBN 0-7007-1286-0
        • Madura-Kangean (ditanggalkan) Lihat butir Wikidata
          Cari tahu mengapa. Halaman Madura-Kangean masuk dalam cabang rumpun dari Sunda-Sulawesi yang oleh ahli linguistika dianggap usang dan telah digantikan oleh Melayu-Polinesia.
          • Madura Lihat butir Wikidata
            Cari tahu mengapa. Dianggap sebagai dialek dari bahasa Madura dalam beberapa sumber
            • Bahasa Madura
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Austro-Tai
      • Austronesia
        • Melayu-Polinesia
          • Melayu-Polinesia Inti
            • Melayu-Sumbawa Suntingan nilai di Wikidata
              • Bahasa Madura
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Bentuk baku
    Bahasa Madura Dialek Sumenep (BMDS)
    DialekBangkalan
    Bawean
    Giliraja–Raas[2]
    Pamekasan
    Pendalungan:
    – Banyuwangi
    – Bondowoso
    – Jember
    – Lumajang
    – Pasuruan
    – Probolinggo
    – Situbondo
    Sampang
    Sapudi
    Sumenep
    Sistem penulisan
    Huruf Latin (Alfabèt Madhurâ Latèn)
    Abjad Pegon (
    Pèghu)
    Hanacaraka (
    Carakan)
    Status resmi
    Diatur oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
    • Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur
    Kode bahasa
    ISO 639-2mad
    ISO 639-3mad
    Glottolognucl1460[3]
    IETFmad
    BPS (2010)0091 4
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    C10
    Kategori 10
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
    C9
    Kategori 9
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
    C8b
    Kategori 8b
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
    C8a
    Kategori 8a
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
    C7
    Kategori 7
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
    C6b
    Kategori 6b
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
    C6a
    Kategori 6a
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
    C5
    Kategori 5
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
    C4
    Kategori 4
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
    C3
    Kategori 3
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
    C2
    Kategori 2
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
    C1
    Kategori 1
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
    C0
    Kategori 0
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
    10
    9
    8
    7
    6
    5
    4
    3
    2
    1
    0
    EGIDS SIL Ethnologue: C5 Developing
    Bahasa Madura dikategorikan sebagai C5 Developing menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mengalami peningkatan jumlah penutur dari waktu ke waktu
    Buka versi koordinat status pemertahanan rinci Perlu masuk
    [sunting di Wikidata]
    Referensi: [4]
    Informasi penggunaan templat turunan
    Sampel
    Sampel teks
    Logo Wikipedia dalam bahasa Madura yang berisi transkripsi "Wikipedia" (atas) ke dalam ortografi masing-masing dan slogan "Ensiklopedia Bebas" (bawah) yang diterjemahkan ke dalam bahasa tersebut.
    Sampel teks lainnya
    Lokasi penuturan
    Lokasi penuturan Bahasa Madura
    ProyekWiki Bahasa | Wikipedia | Kode sumber
        Cara menggunakan templat ini Sunting peta ini
    Tampilkan Pulau Madura dan daerah Tapal Kuda
    Tampilkan seluruh penuturan bahasa Madura
    Perkiraan lokasi penuturan Bahasa Madura
    Peta bahasa lain
    Koordinat: 7°0′0.000″S 113°30′0.000″E / 7.00000000°S 113.50000000°E / -7.00000000; 113.50000000 Sunting di Wikidata
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Tentang artikel
    Proyek pemetaan bahasa
    ProyekWiki Bahasa

    Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 658 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Madura (Endonim: Bhâsa Madhurâ, Pèghu: ݒا࣪سا ماڊۅرا࣪, Carakan: ꦧꦱꦩꦢꦸꦫ, pengucapan dalam IPA: [bʰɤsa maʈʰurɤ]) adalah bahasa yang termasuk kedalam rumpun bahasa Austronesia yang digunakan oleh suku Madura di Jawa Timur, Indonesia. Bahasa ini digunakan oleh sekitar 10 hingga 13,6 juta penutur per-tahun 2008,[1] dengan penuturnya sebagian besar terpusat di Pulau Madura dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur yang membentang dari Pasuruan hingga Banyuwangi, serta di Kepulauan Masalembo dan Bawean. Bahasa Bawean yang merupakan dialek bahasa Madura, juga dituturkan oleh suku Bawean di Pulau Bawean, Indonesia. Kemudian juga oleh keturunan mereka di Malaysia dan Singapura.

    Penutur bahasa Madura yang merupakan transmigran, juga dapat ditemui di pulau Kalimantan, masyarakat etnis Madura terutama mendiami wilayah Sambas, Kubu Raya, Pontianak, Bengkayang, dan Ketapang, Kalimantan Barat, sedangkan di Kalimantan Tengah mereka terkonsentrasi di wilayah Kotawaringin Timur, Palangkaraya, dan Kapuas.

    Sistem penulisan

    Huruf abjad

    Huruf abjad Latin yang digunakan dalam ejaan bahasa Madura sebagai berikut. Nama tiap huruf disertakan di sebelahnya.[5]

    Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama
    A a a J j je S s es
    B b be K k ka T t te
    C c ce L l el U u u
    D d de M m em V v ve
    E e e N n en W w we
    F f ef O o o X x eks
    G g ge P p pe Y y ye
    H h ha Q q qi Z z zet
    I i i R r er

    Huruf vokal

    Huruf Vokal Contoh di Awal Kata Contoh di Tengah Kata Contoh di Akhir Kata
    a alos (halus)
    apoy (api)
    pasar (pasar)
    abâs (lihat)
    sala (salah)
    bâbâ (bawah)
    e eppa' (ayah)
    ella (jangan)
    nèser (kasihan)
    seksek (sesak)
    è èntar (pergi)
    ènga' (ingat)
    sèksèk (iris)
    malèng (pencuri)
    talè (tali)
    sapè (sapi)
    i iyâ (iya) bhiru (hijau)
    raddhin (cantik)
    manḍi (mandi)
    mandhi (mujarab)
    o olo' (lemah)
    olok (panggil)
    rèpot (sibuk)
    dokar (dokar)
    pao (mangga)
    rao (menyiang)
    u dhuri (belah, tusuk)
    duri (duri)
    paju (laku)
    labu (jatuh)

    Catatan:
    1. Vokal /a/ mempunyai dua variasi bunyi, yakni [a] dan [â]; vokal /a/ akan berbunyi [a] apabila konsonan yang dilekatinya berupa konsonan takbersuara dan konsonan nasal, akan berbunyi [â] apabila konsonan yang dilekatinya berupa konsonan bersuara. Untuk keperluan praktis, kedua simbol bunyi /a/ tersebut sama-sama digunakan.
    2. Tanda diakritik (') pada huruf vokal /è/ tetap digunakan karena /è/ dan /e/ dalam bahasa Madura merupakan fonem yang berbeda, seperti pada kata seksek (sesak) dan sèksèk (iris), tèmbhâng (timbang) dan tembhâng (Iagu).

    Huruf konsonan

    Huruf Konsonan Contoh di Awal Kata Contoh di Tengah Kata Contoh di Akhir Kata
    b bârâ (bengkak) lobâr (usai) sabâb (sebab)
    c cangkèm (dagu) moncar (terbit)
    lonca' (loncat)
    d dumeng (bodoh) badal (wakil) morèd (murid)
    ḍ ḍârâ (darah) buḍu (busuk [untuk ikan])
    f fakèr (fakir) kafan (kafan) wâkaf (wakaf)
    g gâmbus (orkes) anggâ' (sombong, angkuh)
    h halal (halal) ahèr (akhir)
    j jâḍiyâ (sana) paju (laku)
    k korang (kurang) sakè' (sakit) otek (otak)
    l larang (mahal) malo (malu) kapal (kapal)
    m marè (sudah) ambu (berhenti) ḍâlem (dalam)
    n nèser (kasihan) pènang (pinang) papan (papan)
    p pèrèng (piring)
    perrèng (bambu)
    nompa (tumpah) kèlap (petir)
    q quran (Quran) furqan (furqan)
    r rammè (ramai) sarè (cari) kasor (kasur)
    s sèyang (siang) moso (musuh) bherrâs (beras)
    t tèkos (tikus) matta (mentah) sèsèt (capung)
    v vitamin (vitamin) rèvolusi (revolusi)
    w wâjib (wajib) towa (tua)
    y yâkèn (yakin) rèya (ini)
    z zâkat (zakat) mu'jizât (mukjizat)

    Catatan:
    1. Konsonan /f/, /q/, /v/, /x/, dan /z/ dipakai dalam bahasa Madura untuk penulisan kata yang merupakan unsur serapan.
    2. Untuk kepentingan praktis, bunyi hamzah atau glotal stop ([?]) dilambangkan dengan tanda apostrof (..'..). Digunakannya lambang tersebut karena /k/ velar ([k]) dan /k/ glotal ([?]) dalam bahasa Madura merupakan fonem yang berbeda. Di samping itu, bunyi glotal stop dalam bahasa Madura banyak yang berposisi di tengah kata, Contoh: paka’ [paka?] (rasa sepat), cèlo’ (rasa masam), dan pa’a’ [pa?a?] (tatah [alat untuk melubangi kayu]).

    Gabungan huruf konsonan

    Dalam bahasa Madura terdapat lima gabungan huruf yang melambangkan konsonan, yaitu: kh, ng, ny, sy, dan th, serta lima konsonan beraspirasi. Dalam bahasa Madura, konsonan beraspirasi dan konsonan tidak beraspirasi merupakan fonem yang berbeda sehingga perlu diberi simbol yang berbeda juga. Misalnya, bârâ (bengkak) dan bhârâ (paru-paru); ḍâḍâ (dada) dan ḍhâḍhâ (cepat letih); bâjâ (saat, waktu) dan bâjhâ (baja [sejenis logam]) serta bâgi (bagi) dan bâghi (berikan).

    Huruf Konsonan Contoh di Awal Kata Contoh di Tengah Kata Contoh di Akhir Kata
    kh khoso' (khusuk) èkhlas (ikhlas)
    ng ngoḍâ (muda) bângal (berani) sarong (sarung)
    ny nyaman (enak) bânnya' (banyak)
    sy syarat (syarat) masyarakat (masyarakat)
    bh bhârâ (paru-paru) cabbhi (lombok, cabai)
    th thokthok (ketuk) ketthok (potong)
    dh dhârâ (merpati) dhudhul (dodol [sejenis makanan])
    ḍh ḍhenḍheng (pusing) aḍḍhâng (hadang)
    gh ghâghâman (senjata tajam) bighi (biji)
    jh jhârân (kuda) tajhin (bubur [sejenis makanan])

    Huruf diftong

    Di dalam bahasa Madura terdapat tiga buah diftong yang dilam­bangkan dengan ay, oy, dan uy.

    Huruf Konsonan Contoh di Awal Kata Contoh di Tengah Kata Contoh di Akhir Kata
    ay nyaynyay (lembek) tapay (tapai, tape)
    labây (benang tenun)
    oy loyloy (penat, tidak bertenaga) kompoy (cucu)
    uy kerbhuy (kerbau)

    Tata bahasa

    Pronomina persona

    Pronomina persona adalah pronomina yang dipakai untuk mengacu ke orang; yang dibagi menjadi pronomina persona pertama, kedua, dan ketiga. Pronomina persona yang digunakan dalam bahasa Madura adalah sebagai berikut:

    Pronomina persona dalam bahasa Madura
    Persona Tingkat tutur
    enjâ'-iyâ engghi-enten (1) engghi-enten (2) engghi-bhunten
    tunggal jamak tunggal jamak tunggal jamak tunggal jamak
    I sɛŋkɔʔ - bulâ - kaulâ kaulâ sadhâjâ
    • bhadhân kaulâ
    • abdhina
    -
    II baʔna - dhika - sampɜyan sampɜyan sadhâjâ
    • panjheneŋŋan
    • ajunan
    -
    III - - - - - - - -

    Bahasa Madura juga memiliki pronomina tak tentu antara lain sabbhân orèng 'masing-masing', dhibi' 'sendiri', bi'-dhibi' 'masing-masing', sapa orèng 'barang siapa', sapa bhâi 'siapa saja', ano 'anu' dan sebagainya.

    Demonstrativa

    Demonstrative dalam bahasa Madura
    dekat jauh
    netral arèya, jârèya, jâjiyâ, jiyâ (ini) arowa, juwâ (itu)
    lokal diyâ, dinna' (sini) jâdiyâ, dissa' (sana)
    modal bâriyâ (begini) cara jârèya (begitu)

    Demonstrativa yang digunakan sebagai penunjuk benda dan kejadian adalah: arèya 'ini', jârèya 'itu', dan arowa 'itu'. Dalam penggunaan, a pada kata arèya dan arowa sering dilesapkan; sehingga kata-kata tersebut sering dituturkan rèya, jârèya, dan rowa.

    Demonstrativa yang digunakan sebagai penunjuk tempat adalah: diyâ 'sini', dinna' 'sini', jâdiyâ 'situ', dan dissa' 'sana'. Dalam penggunaan, antara diyâ dan dinna' sering tumpang tindih atau saling berganti, dan yang paling sering digunakan adalah diyâ. Akan tetapi, antara jâdiyâ dan dissa' tidak pernah tejadi penggunaan yang tumpang tindih; karena keduanya tidak dapat saling menggantikan kata yang lain. Sebagai penunjuk tempat kata-kata tersebut biasanya dirangkaikan dengan preposisi pengacu arah: è 'di', dâri 'dari', dan

    dâ' atau ka 'ke'. Demonstrativa yang digunakan untuk penunjuk ihwal ialah bâriyâ 'begini', cara jârèya 'begitu', dan iyâ arèya 'yaitu'.

    Nomina

    Nomina dalam bahasa Madura berdasarkan bentuk dapat dikategorikan menjadi dua antara lain nomina dasar dan turunan.

    Nomina dasar

    Nomina dasar adalah nomina yang berupa bentuk dasar, tidak dirangkai dengan satuan lain.

    tasè' laut, pantai
    angèn angin, udara
    ombâ' ombak
    pancèng pancing
    jhuko' ikan
    tarètan saudara
    tegghâl ladang
    bengko rumah
    ana' anak
    binè istri
    lakè suami
    soso payudara
    soko kaki
    kopèng telinga

    Nomina turunan

    Nomina turunan adalah nomina yang berupa bentuk kompleks. Nomina turunan dalam bahasa Madura dapat dikelompokkan menjadi (a) nomina berafiks, (b) nomina reduplikasi, (c) nomina gabungan proses, dan (d) nomina komposisi.

    Nomina berafiks
    kapèssèan keuangan
    pabengkon tempat tinggal
    pasampanan tukang sampan
    kaparloan keperluan
    pamandiân pemandian
    Nomina reduplikasi
    nè-binè bibit
    bâbinè perempuan
    tatello' tiga buah
    lân-jhâlân tempat berjalan
    ghu'-tegghu' pegangan
    Nomina gabungan proses
    tètèngghun tontonan
    bâbellin pembelian
    bâbâlân nasihat
    ko-bengkoan rumah-rumahan
    rân-jhârânan kuda-kudaan
    Nomina komposisi
    para' sèyang dini hari
    ghumo' dâdâ bukit dada
    pè-sapèyan pappa penurut
    bhârâng panas barang haram
    kaca kebbhâng cermin, contoh

    Numeralia

    Numeralia bahasa Madura
    Angka Bentuk dasar Singkatan Klitika
    1 sèttong tong sa
    2 duwâ' wâ' du
    3 tello' lo' tello
    4 empa' pa' pa'
    5 lèma' ma' lèma
    6 ennem nem nem
    7 pètto' to' pèttong
    8 bâllu' lu' bâllung
    9 sanga' nga' sangang

    Bilangan gugus atau bentuk klitika dalam numeralia dimulai dengan sa 'satu'. Bilangan gugus yang penyebutannya khusus adalah saghâmè 'dua puluh lima', saèket/sèket 'lima puluh', dan sabidhâk 'enam puluh'. Komponen yang digunakan untuk menyebut bilangan gugus adalah polo 'puluh', ratos 'ratus', èbu 'ribu', dan juta 'juta'. Contoh penggunaannya yaitu:

    10 sapolo 100 saratos
    20 dupolo 200 duratos
    30 tello polo 600 nemmatos
    40 pa' polo 700 pèttong atos
    50 saèket 8000 bâllung èbu
    60 sabidhâk 9000 sangang èbu
    70 pèttong polo 60000 sabidhâk èbu
    80 bâllung polo 1000000 sajuta
    90 sangang polo 4000000 pa'juta

    Kosakata

    Bahasa Madura merupakan anak cabang dari bahasa Austronesia ranting Melayu-Polinesia, sehingga mempunyai kesamaan dengan bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia.

    Bahasa Madura juga memiliki serapan dari bahasa Melayu sebagai sesama bangsa Austronesia, bahasa Arab, bahasa Tionghoa, dan beberapa bahasa lainnya. Bahasa Madura juga memiliki keterkaitan erat dengan Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, dan Bahasa Bali mengingat masih merupakan satu komunitas budaya. Sebagian kata-kata dalam bahasa Madura mirip bahasa Melayu, bahkan ada beberapa kata yang mirip dengan yang ada pada dengan Bahasa Banjar, bahasa Minangkabau maupun bahasa bahasa di Pulau Sumatera & Kalimantan lainya, tetapi sudah tentu dengan lafal yang berbeda. Minangkabau mengucapkan "a" sebagai "o" pada posisi akhir, sedangkan pada bahasa Madura, diucapkan "ə" ("e" pepet) atau "a".

    Contoh:

    • bilâ (huruf "â" dibaca [ə] (info)) sama dengan bahasa Melayu, bila = kapan
    • orèng = orang
    • tadâ' = tidak ada (hampir sama dengan kata tadak dalam Melayu Pontianak)
    • dimma (baca: dimmah) = mana? (hampir serupa dengan dima di Minangkabau)
    • tanya = tanya
    • cakalan = tongkol (hampir mirip dengan kata Bugis: cakalang tetapi tidak sengau)
    • ongghu = sungguh, benar (dari kata sungguh)
    • kamma (baca: kammah mirip dengan kata kama di Minangkabau) = ke mana?
    • pasir (baca: beddhi mirip dengan kata wedhi di Jawa)

    Sistem pengucapan

    Bahasa Madura mempunyai sistem pelafalan yang unik. Begitu uniknya sehingga orang luar Madura yang berusaha mempelajarinyapun mengalami kesulitan, khususnya dari segi pelafalan tadi.

    Bahasa Madura mempunyai lafal sentak dan ditekan terutama pada konsonan [b], [d], [j], [g], jh, dh dan bh atau pada konsonan rangkap seperti jj, dd, dan bb. Namun penekanan ini sering terjadi pada suku kata bagian tengah.

    Sedangkan untuk sistem vokal, Bahasa Madura mengenal vokal [a], [i], [u], [e], [ə] dan [o].

    Tingkatan bahasa

    Bahasa Madura sebagaimana bahasa Sasak dan bahasa Bali juga mengenal tingkatan-tingkatan, tetapi agak berbeda karena hanya terbagi atas tiga tingkat yakni:

    • Bentuk Kalimat Paling Sopan, Paling Formal (Èngghi-Bhunten)

    Èngghi-Bhunten adalah bentuk kalimat yang paling sopan dan paling halus yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat terhadap orang yang diajak bicara ataupun yang sedang dibicarakan. Seperti berbicara kepada orang tua, orang yang lebih tua, guru, orang yang lebih tinggi jabatannya, tokoh masyarakat, dan tokoh-tokoh yang dihormati oleh masyarakat umum.

    • Bentuk Kalimat Sopan, Alami, Formal (Engghi-Enten)
    • Bentuk Kalimat Santai, Informal, Akrab (Enjâ'-Iyâ)

    Enjâ'-Iyâ adalah bentuk kalimat yang digunakan dalam situasi keakraban di antara teman sebaya atau orang-orang yang lebih muda. Enjâ'-Iyâ biasanya sering dipakai dalam kehidupan pergaulan sehari-hari. Enjâ'-Iyâ tidak umum digunakan ketika dalam pertemuan pertama, biasanya penutur meminta izin terlebih dahulu untuk menggunakan Enjâ'-Iyâ setelah mengenal satu sama lain. Terhadap penutur yang lebih muda atau anak-anak, Enjâ'-Iyâ umum dan dapat diterima untuk digunakan tanpa meminta izin terlebih dahulu.

    Penggunaan Enjâ'-Iyâ terhadap senior atau orang yang lebih tua atau tinggi jabatannya tanpa izin, dianggap tidak sopan. Enjâ'-Iyâ hanya digunakan dengan orang yang sebaya usianya, dengan orang yang lebih muda, atau (jika dengan orang yang lebih tua) harus seizin orang tersebut.

    Jika tidak diketahui usia atau status orang yang diajak bicara, lebih baik tidak menggunakan Enjâ'-Iyâ. Namun jika tahu orang tersebut usianya lebih muda, boleh menggunakan Enjâ'-Iyâ, tetapi untuk kenyamanan lebih baik minta izin terlebih dahulu untuk menggunakan Enjâ'-Iyâ.

    Contoh:

    • "¿Saponapa arghâèpon pao panèka?" : Berapa harga mangganya? (Èngghi-Bhunten)
    • "¿Sanapè arghâna paona?" : Berapa harga mangganya? (Engghi-Enten)
    • "¿Bârâmpa arghâna paona?" : Berapa harga mangganya? (Enjâ'-Iyâ)

    Dialek

    Artikel utama: Dialek bahasa Madura
    Peta persebaran dialek-dialek bahasa Madura.

    Bahasa Madura juga memiliki dialek yang tersebar di seluruh wilayah penuturnya. Terdapat beberapa dialek yang umum digunakan, seperti:[6]

    1. Dialek Bangkalan (di Bangkalan)
    2. Dialek Bawean (di Bawean)
    3. Dialek Giliraja–Raas (di Giliraja dan Raas)
    4. Dialek Pamekasan (di Pamekasan)
    5. Dialek Pendalungan (di Tapal Kuda)
      1. Dialek Banyuwangi
      2. Dialek Bondowoso
      3. Dialek Jember
      4. Dialek Lumajang
      5. Dialek Pasuruan
      6. Dialek Probolinggo
      7. Dialek Situbondo
    6. Dialek Sampang (di Sampang)
    7. Dialek Sapudi (di Pulau Sapudi)
    8. Dialek Sumenep (di Sumenep)

    Dialek yang dijadikan acuan standar bahasa Madura adalah dialek Sumenep, karena Sumenep pada masa lalu merupakan pusat kerajaan dan kebudayaan Madura. Sedangkan dialek-dialek lainnya merupakan dialek rural yang lambat laun bercampur seiring dengan mobilisasi yang terjadi di kalangan masyarakat Madura. Sementara itu, di ujung timur Jawa, dialek-dialek ini sering bercampur dengan bahasa Jawa, dialek ini sendiri disebut sebagai dialek Pendalungan. Masyarakat Tapal Kuda di luar Situbondo, Bondowoso, dan bagian timur Probolinggo umumnya menguasai bahasa Jawa, selain bahasa Madura.

    Contoh pada kasus kata ganti 'kamu':

    • kata bâ'en untuk 'kamu' umum digunakan di Madura. Namun kata bâ'na dipakai di Sumenep dan Bawean.
    • sedangkan kata kakè untuk 'kamu' lazim dipakai di Bangkalan bagian timur dan Sampang.
    • hèdâ dan sèdâ untuk 'kamu' dipakai di daerah pedesaan Bangkalan.

    Perbandingan bahasa

    Perbandingan dengan bahasa Melayu

    Persamaan suara, contohnya:

    • Dâpor = dapur
    • Kangan = kanan
    • Bânnya' = banyak
    • Maso' = masuk
    • Soro = suruh

    Perbedaan imbuhan di depan, contohnya:

    • Ngakan = makan
    • Ngènom = minum
    • Arangka' = merangkak
    • Ju'-toju' = duduk-duduk
    • Asapoan = menyapu
    • Acaca = bicara

    Konsonan [j] biasanya ditukar ke [ɟ], seperti:

    • Bâjâr = bayar
    • Lajân = layan
    • Abhâjâng = sembahyang

    Konsonan [w] di pertengahan pula ditukar ke konsonan [b], seperti:

    • Bhâbâng = bawang
    • Jhâbâ = Jawa

    Perbandingan dengan bahasa Jawa

    Perkataan yang sama dengan bahasa Jawa:

    Bahasa Jawa = bahasa Bawean

    • Kadhung = kadung (bahasa Melayu = telanjur)
    • adung (bahasa Melayu = telanjur)
    • Petteng = peteng (bahasa Melayu = gelap)

    Konsonan [w] di pertengahan pula ditukar ke konsonan [b], seperti:

    Bahasa Jawa ~ bahasa Bawean

    • Lawang = labâng (dibaca /labɤŋ/) (bahasa Melayu = pintu)

    Konsonan [j] di pertengahan pula ditukar ke konsonan [ɟ], seperti:

    Bahasa Jawa ~ bahasa Bawean

    • Payu = paju (bahasa Melayu = laku)

    Perbandingan dengan bahasa Banjar

    Perkataan yang sama dengan bahasa Banjar:

    Bahasa Banjar = bahasa Bawean

    • Mukena = mukena (bahasa Melayu = telekung sembahyang)
    • Bibini' = bibini (bahasa Melayu = perempuan)
    • Bukah = Berka' (bahasa Melayu = lari)
    • Aing = aèng (bahasa Melayu = air)

    Perbandingan dengan bahasa Tagalog

    Bahasa Bawean = bahasa Tagalog

    • Apoy = Apoy (bahasa Melayu = Api)
    • Èlong = elong; penggunaan [e] (bahasa Melayu = Hidung)
    • Matay = mamatay (bahasa Melayu = Mati)

    Dialek Bawean

    Contoh:

    • Èson terro ka bâ'na = saya sayang kamu (di Bawean ada juga yang menyebutnya Èhon, Èson tidak dikenal di bahasa Madura)
    • Bhuk, bâdâ berrus? = Bu, ada sikat? (berrus dari kata brush)
    • Èkala'aken = ambilkan (di Madura èkala'aghi, ada pengaruh Jawa kuno di akhiran -aken dalam dialek bawean).
    • Silling = langit-langit (dari kata ceiling)

    Lihat juga

    • Dialek bahasa Madura
    • Bahasa Kangean

    Referensi

    1. 1 2 "Perilaku Bahasa Orang Madura" (PDF). Kemdikbud. Diakses tanggal 7 Maret 2024.
    2. ↑ Rusiandi, Awaludin; Patrianto, Hero (2011). "Kajian Dialektologi Terhadap Bahasa Madura di Madura Kepulauan: Pulau Giliraja dan Raas". Jurnal Penelitian Bahasa. Data Pokok Kebahasaan dan Kesastraan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 15 Juni 2025.
    3. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Bahasa Madura". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
    4. ↑ "Bahasa Madura". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
    5. ↑ Sofyan, Akhmad (2012). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Madura Yang Disempurnakan Edisi Revisi. Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. ISBN ISBN 978-602-8334-28-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    6. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Maduresic" (dalam bahasa Inggris). Jena, Germany: Max Planck Institute for the Science of Human History [Kota Jena, negara Jerman: Institut Max Planck untuk Ilmu Sejarah Manusia]. Maduresic: Kangeanese and Madurese [Rumpun bahasa Madurik: bahasa Kangean dan bahasa Madura] Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Madurese" [Bahasa Madura] (dalam bahasa Inggris). Jena, Germany: Max Planck Institute for the Science of Human History [Kota Jena, negara Jerman: Institut Max Planck untuk Ilmu Sejarah Manusia]. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

    Pranala luar

    Wikipedia juga mempunyai edisi Bahasa Madura
    • (Indonesia) Kamus Madura-indonesia Kontemporer
    • (Inggris) Ethnologue: "Madurese"
    • (Inggris) Ethnologue: "Austronesia, Malayo-Polynesian, Malayo Sumbawan, Madurese"
    • Ucapan dan contoh perkataan dalam bahasa Madura - kanal "I Love Languages" di Youtube
    Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
    • Jepang
    • Republik Ceko
    • Israel

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sistem penulisan
    2. Huruf abjad
    3. Huruf vokal
    4. Huruf konsonan
    5. Gabungan huruf konsonan
    6. Huruf diftong
    7. Tata bahasa
    8. Pronomina persona
    9. Demonstrativa
    10. Nomina
    11. Numeralia
    12. Kosakata
    13. Sistem pengucapan
    14. Tingkatan bahasa
    15. Dialek
    16. Perbandingan bahasa

    Artikel Terkait

    Bahasa Sunda

    bahasa yang dituturkan di Indonesia

    Bahasa di Indonesia

    artikel daftar Wikimedia

    Rumpun bahasa Melayik

    cabang dari subrumpun bahasa Malayo-Polinesia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026