Lumba-lumba moncong-putih adalah spesies lumba-lumba yang ditemukan di perairan dingin dan beriklim sedang di Samudra Atlantik Utara. Spesies ini termasuk dalam famili Delphinidae dan dikenal karena moncongnya yang relatif pendek dan berwarna pucat atau putih keabu-abuan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Lumba-lumba moncong putih | |
|---|---|
| Ukuran bila dibandingkan dengan manusia rata-rata | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Artiodactyla |
| Infraordo: | Cetacea |
| Famili: | Delphinidae |
| Genus: | Lagenorhynchus |
| Spesies: | L. albirostris |
| Nama binomial | |
| Lagenorhynchus albirostris (Gray, 1846) | |
| Sebaran spesies | |
Lumba-lumba moncong-putih (Lagenorhynchus albirostris) adalah spesies lumba-lumba yang ditemukan di perairan dingin dan beriklim sedang di Samudra Atlantik Utara. Spesies ini termasuk dalam famili Delphinidae dan dikenal karena moncongnya yang relatif pendek dan berwarna pucat atau putih keabu-abuan.
Lumba-lumba ini memiliki tubuh kokoh dengan panjang sekitar 2,5–3 meter dan berat 180–350 kg. Warna tubuhnya didominasi abu-abu tua di bagian punggung, sisi yang lebih terang, dan perut putih. Salah satu ciri khasnya adalah moncong berwarna pucat dan garis-garis terang di sisi tubuhnya.[3]
Lumba-lumba moncong-putih ditemukan di Atlantik Utara, khususnya di perairan pesisir dan lepas pantai Islandia, Skandinavia, Britania Raya, Kanada, dan timur laut Amerika Serikat. Mereka lebih menyukai perairan dingin antara 0–15°C, terutama di atas landas benua.[4]
Spesies ini sangat sosial dan sering ditemukan dalam kelompok yang terdiri atas 5–50 individu. Mereka sering berenang bersama kapal, melompat di permukaan air, dan kadang terlihat bersama lumba-lumba spesies lain. Komunikasi dilakukan melalui berbagai vokalisasi dan klik ekolokasi.
Lumba-lumba ini memakan berbagai jenis ikan seperti herring, cod, whiting, dan juga cumi-cumi serta krustasea. Mereka berburu secara kooperatif dan sering mengejar mangsa ke permukaan atau daerah dangkal.
Musim kawin terjadi antara musim semi dan awal musim panas. Masa kehamilan berlangsung sekitar 11 bulan. Anak yang baru lahir memiliki panjang sekitar 1,1 meter dan disusui hingga beberapa bulan sebelum mulai belajar berburu.
Meskipun diklasifikasikan sebagai Risiko Rendah (Least Concern) oleh IUCN, lumba-lumba ini menghadapi ancaman dari:
Tidak ada perburuan komersial besar terhadap spesies ini, tetapi mereka tetap menjadi subjek perhatian dalam program konservasi laut.[5]