Loksado adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Loksado terletak di Pegunungan Meratus merupakan salah satu daerah wisata alam dan atraksi budaya masyarakat Dayak Meratus.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Loksado | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Peta lokasi Kecamatan Loksado | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Selatan | ||||
| Kabupaten | Hulu Sungai Selatan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | ... | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | ... jiwa jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 63.06.10 | ||||
| Kode BPS | 6306020 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 11/- | ||||
| |||||
Loksado adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Loksado terletak di Pegunungan Meratus merupakan salah satu daerah wisata alam dan atraksi budaya masyarakat Dayak Meratus.[1]
Loksado terletak kurang lebih 40 Km di sebelah timur Kandangan, di kawasan Pegunungan Meratus merupakan wilayah yang menjadi tempat tinggal masyarakat yang sebagian besar masih menganut Kepercayaan animisme. Di sekitar Loksado terdapat sejumlah Desa yang dihuni oleh orang Dayak. Mereka tinggal di rumah panjang (Balai) yang merupakan rumah tradisional orang Dayak di wilayah ini. Kemajuan peradapan akibat dari arus informasi yang mengglobal menyebabkan orang-orang Dayak Loksado yang dulunya tinggal di Balai saat ini sebagian kecil sudah memiliki rumah sendiri sebagaimana kebanyakan rumah-rumah di pedalaman lainnya. Sehingga Balai digunakan mereka untuk melaksanakan Aruh Ganal.[1]
Secara geografis Kecamatan Loksado berbatasan dengan Kecamatan Telaga Langsat dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah disebelah utara; Kabupaten Kotabaru disebelah timur; Kabupaten Tapin disebelah selatan; dan Kecamatan Padang Batung disebelah barat. Kecamatan Loksado memiliki luas wilayah 338,89 km2.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan pencatatatn Sipil Kabupaten Hulu Sungai Selatan, jumlah penduduk Kecamatan Loksado sebanyak 8.869 jiwa yang terdiri atas 4.538 jiwa penduduk laki-laki dan 4.331 jiwa penduduk perempuan. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2023 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 104,78 yang berarti terdapat sekitar 104 hingga 105 penduduk laki-laki untuk setiap 100 penduduk perempuan. Kepadatan penduduk di Kecamatan Loksado tahun 2023 mencapai 26 jiwa/ km2. Kepadatan penduduk tertinggi terletak di Desa Loksado dengan kepadatan sebesar 105 jiwa/km2 dan terendah di Desa Kamawakan sebesar 11 jiwa/km2.[2]
Di bumi Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan terdapat beraneka ragam objek wisata, seperti objek wisata air panas Tanuhi, air terjun Haratai, air terjun Hanai, goa Berangin Malutu, Goa Mandala, gunung Kentawan, Goa batu Bini, Kalang Hadangan, situs amuk Hantarukung, rumah bersejarah Durian Rabung, rumah Banjar Bumbungan Tinggi, Benteng Madang, pemaningan ikan, Mesjid baangkat, dan lain-lain. Pada masa-masa tertentu dan telah menjadi tradisi rakyat dilaksanakan kegiatan yang mampu menghasilkan gaya magnet untuk menarik wisnu dan wisman serta masyarakat sekitar, seperti aruh ganal, lomba perahu tradisional, begasing, layang-layang hias, layang-layang dandang, bagarakan sahun, malam takbiran, dan arung jeram.
Di loksado juga banyak terdapat vila dan penginapan lainnya, yang menyuguhkan langsung pada pemandangan gunung, atau aliran jernih sungai Amandit yang berasal dari pegunungan.[3] Hal tersebut membuat wisatawan dari berbagai derah berdatangan, apalagi jika tengah musim liburan.