Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiLobster lumpur
Artikel Wikipedia

Lobster lumpur

Lobster lumpur adalah sejenis udang karang yang hidup di laut dalam di tepian Samudra Hindia. Udang karang ini tercatat mulai dari pesisir Afrika selatan hingga Selat Malaka dan pantai selatan Jawa.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lobster lumpur
Lobster Lumpur
Linuparus somniosus, betina, 134 mm CL
dari Pasar Ikan Pelabuhan Ratu, Sukabumi
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Arthropoda
Subfilum:
Crustacea
Kelas:
Malacostraca
Ordo:
Decapoda
Famili:
Palinuridae
Genus:
Linuparus
Spesies:
L. somniosus
Nama binomial
Linuparus somniosus
Berry & George, 1972[2]
Artikel takson sembarang

Lobster lumpur[3] (Linuparus somniosus Berry & George, 1972) adalah sejenis udang karang (suku Palinuridae) yang hidup di laut dalam di tepian Samudra Hindia. Udang karang ini tercatat mulai dari pesisir Afrika selatan hingga Selat Malaka dan pantai selatan Jawa.

Nama penunjuk-jenisnya, somniosus, diambil dari perkataan bahasa Latin "somnus" yang berarti "tidur"; merujuk pada gerak-geriknya yang lambat seolah-olah mengantuk.[2]: 21  Dalam bahasa Inggris, lobster ini dikenal sebagai African spear lobster.[4]: 112 

Pengenalan

Bagian karapas

Krustasea berukuran sedang sampai besar; panjang karapas hingga 14 cm CL (carapace length), panjang tubuh hingga 35 cm.[4]: 112  Panjang karapas spesimen dari pantai selatan Jawa mencapai 182,7 mm.[3]: 681  Tubuh bulat memanjang; permukaan atasnya dengan duri-duri kecil.[5]: 1005 

Taju dahi di atas mata

Karapas bersegi agak seperti kotak, dengan lunas di tengah punggung;[5]: 1009  lekukan alur dekat tepi belakang karapas jauh lebih lebar di bagian tengahnya dibandingkan dengan kedua ujung alur.[2]: 18  Sungut luar (antenna) tebal dan kaku seperti tombak, lebih pendek daripada panjang tubuh.[5]: 1009  Sungut dalam (antennula) dengan ruas ujung serupa bendera (flagellum), yang jauh lebih pendek daripada tangkainya (peduncle).[5]: 1009  Taju dahi di atas mata berukuran kecil, bersatu di tengah karapas bagian depan.[5]: 1009  Keping penutup abdomen (abdominal pleura) dengan lebih dari 2 taju gigi yang pendek, tetapi menonjol pada masing-masing tepinya.[5]: 1009  Terdapat sepasang 'sisa' kaki renang yang mengecil (vestigial pleopod) pada tepi abdomen pertama hewan betina.[2]: 18 

Kaki-kaki jalan (pereopods) berukuran hampir sama besar; pasangan kaki yang pertama bukan berupa sapit. Alih-alih, semacam sapit kecil (false pincher) terdapat di ujung kaki yang kelima (terakhir) dari hewan betina.[5]: 1005  Proporsi panjang ruas penjepit yang dapat digerakkan (ruas penjepit kecil, yakni dactylus) terhadap ruas penjepit besar (propodus), atau terhadap sisi miring propodus (disebut shelf), besarnya berlainan pada spesies Linuparus yang berbeda-beda, sehingga dapat digunakan untuk identifikasi.[3]: 677–9  Pada L. somniosus proporsi panjang dactylus terhadap propodus sekitar 0,10, sementara terhadap shelf antara 0,68-0,72.[3]: 676–7 

Agihan dan habitat

Wilayah mulut dan epistoma

L. somniosus tercatat menyebar di laut lepas pantai timur Afrika, mulai di wilayah Kenya hingga Afrika Selatan;[2][4] Selat Malaka di wilayah barat daya Thailand;[6] dan pantai selatan Jawa (Palabuhan Ratu, Pameungpeuk).[3]: 674–5 

Lobster lumpur, seperti namanya, hidup di dasar laut yang berlumpur dan berpasir. Kedalaman laut tempat hidupnya berbeda-beda; yakni antara 216-375 m di pantai timur Afrika,[2]: 18  155–177 m (97-85 fathoms) di wilayah Selat Malaka,[6]: 184  dan antara 20–25 m di pantai selatan Jawa.[3]: 681 

Manfaat

Sapit kecil di ujung kaki kelima

Lobster ini dijual untuk konsumsi lokal, dan hingga tahun 1999, hampir tidak ada harganya di wilayah Pameungpeuk, Garut selatan.[3]: 682  Di Palabuhan Ratu, lobster ini dijual segar bersama krustasea lain dan ikan-ikan karang pada umumnya.

Lobster lumpur ditangkap dengan jaring dasar, sebagai hasil sampingan dari penangkapan udang barong (Panulirus spp.).[3]

Catatan kaki

Abdomen dan ekor
  1. ↑ Chan, TY. (2011). "Linuparus somniosus". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2016-3. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 17 April 2017. ;
  2. 1 2 3 4 5 6 Berry, P.F. & R.W. George. 1972. "A new species of the genus Linuparus (Crustacea, Palinuridae) from South-East Africa". Zoologische Mededelingen, 46: 17-23, text fig. 1, pls 1,2. (abstrak)
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Wowor, D. 1999. "The spear lobster, Linuparus somniosus Berry & George, 1972 (Decapoda, Palinuridae) in Indonesia". Crustaceana 72(7):673-684. (abstrak)
  4. 1 2 3 Holthuis, LB.. 1991. "Marine lobsters of the world. An annotated and illustrated catalogue of species of interest to fisheries known to date". FAO Fisheries Synopsis, No. 125, Vol. 13, Rome: FAO, 292 pp.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 Chan, TY. 2001. "Lobsters". in Kent E. Carpenter & Volker H. Niem (Eds.). FAO Species Identification Guide: The Living Marine Resources of The Western Pacific. Vol. 2: 974-1043.[pranala nonaktif permanen] Rome:Food and Agriculture Organization.
  6. 1 2 Ng, PKL. 1992. "New records of the spear lobsters Linuparus somniosus Berry & George, 1972, and L. trigonus (von Siebold, 1824) (Crustacea: Decapoda: Palinuridae) from the Straits of Malacca and Vietnam respectively. Raffles Bulletin of Zoology 40(2):179-85 Diarsipkan 2017-04-14 di Wayback Machine..

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Linuparus somniosus.
  • Marine Species Identif.: Linuparus somniosus Diarsipkan 2017-05-21 di Wayback Machine.
  • SealifeBase: Linuparus somniosus
  • WoRMS: Linuparus somniosus
  • l
  • b
  • s
Kelompok-kelompok sumberdaya perikanan utama
Perairan bebas
Pelagis besar
  • Aneka Hiu dan pari
  • Setuhuk
    • Jangilus
    • Layaran
    • Todak
  • Tenggiri
  • Tuna
    • Albakora
    • Cakalang
    • Madidihang
    • Mata besar
    • Tongkol
Pelagis kecil
  • Bonito
  • Japuh
  • Kembung
  • Layang
  • Lemuru
  • Makerel
  • Selar
  • Sarden
  • Tembang
  • Teri
  • Torani
Demersal
  • Alu-alu
  • Ayam-ayam
  • Bawal
  • Belanak
  • Baronang
  • Kakap
  • Kerapu
  • Kuro
  • Layur
  • Manyung
  • Peperek
  • Sebelah
Biota laut lain
  • Cumi-cumi
    • Cumi-cumi
    • Gurita
    • Sotong
  • Kepiting
    • Bakau
    • Rajungan
  • Tiram
    • Darah
  • Teripang
  • Udang
    • Geragau
    • Lobster
    • Laut
    • Ronggeng
    • Windu
Ikan air tawar
  • Baung
  • Belida
  • Betik
  • Gabus
    • Gabus
    • Kehung
    • Kerandang
    • Toman
  • Lele
    • Kampung
    • Limbat
  • Lundu
  • Putihan
    • Hampal
    • Tengadak
    • Seluang
    • Semah
    • Tambra
    • Tawes
  • Sepat
    • Rawa
    • Siam
  • Sidat
  • selanjutnya...
Atlantic cod

Lobster

Pacific oysters
Budi daya
Laut
  • Agar-agar
  • Bandeng
  • Kakap
    • Merah
    • Putih
  • Kerapu
  • Tiram
    • Abalon
    • Hijau
    • Mutiara
Air tawar
  • Belut sawah
  • Gurami
  • Lele dumbo
  • Mas
  • Mujair
  • Nila
  • Patin
  • Ikan hias
    • Arwana
    • Cupang
    • Gupi
    • Maskoki
    • Sepat
  • selanjutnya...)
Kategori:Ikan
Pengidentifikasi takson
Linuparus somniosus
  • Wikidata: Q6493411
  • Wikispecies: Linuparus somniosus
  • BOLD: 667518
  • CoL: 8535L
  • GBIF: 2221619
  • iNaturalist: 104636
  • IRMNG: 10543196
  • ITIS: 552960
  • IUCN: 170065
  • NCBI: 754775
  • OBIS: 210644
  • Open Tree of Life: 984548
  • SeaLifeBase: 15018
  • WoRMS: 210644

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pengenalan
  2. Agihan dan habitat
  3. Manfaat
  4. Catatan kaki
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Ketam

Reptantia, yang mencakup hewan dekapoda berjalan atau merangkak (mis. lobster dan kepiting). Berdasarkan data morfologi dan molekulernya, upaordo Anomura

Upogebia pugettensis

Upogebia pugettensis, yang juga dikenal sebagai udang lumpur biru, adalah spesies lobster lumpur dari Pantai Barat Amerika Utara. Spesies ini menghadapi

Selatpanjang (kota)

ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti, Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026