Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kaisar Xian dari Han

Kaisar Xian dari Han adalah kaisar terakhir Dinasti Han, memerintah dari tahun 189 sampai 220. Ia naik tahta sejak kanak-kanak dan menjadi kaisar boneka dalam cengkraman beberapa penguasa militer di penghujung Dinasti Han.

Wikipedia article
Diperbarui 2 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kaisar Xian dari Han
Kaisar Xian dari Han
漢獻帝
Kaisar Xian, ilustrasi Dinasti Qing
Kaisar Dinasti Han
Berkuasa28 September 189 – 11 December 220
PendahuluKaisar Shao
WaliDong Zhuo
Li Jue
Guo Si
Cao Cao
Cao Pi
Adipati Shangyang (山陽公)
Masa jabatan11 December 220 – 21 April 234
PenerusLiu Kang
Pangeran Bohai (渤海王)
Masa jabatan189
Pangeran Chenliu (陳留王)
Masa jabatan189
Kelahiran2 April 181
Luoyang, Dinasti Han
Kematian21 April 234(234-04-21) (umur 53)
Komando Henei, Cao Wei
IstriPermaisuri Fu
Selir Dong
Permaisuri Cao
Cao Hua
Keturunanputra pertama tidak diketahui
Liu Feng, Pangeran Nanyang
Liu Xi, Pangeran Jiyin
Liu Yi, Pangeran Shangyang
dua putra lainnya
dua putri lainnya
Putri Changle
Nama lengkap
Marga: Liu (劉)
Nama pemberian: Xie (協)
Nama kehormatan: Bohe (伯和)
Nama anumerta
Pendek: Xian (獻) (Wei), Min (愍) (Shu)
Lengkap: Xiaoxian (孝獻) (Wei), Xiaomin (孝愍) (Shu)
WangsaWangsa Liu
AyahKaisar Ling
IbuPermaisuri Linghuai

Kaisar Xian dari Han (Hanzi: 漢獻帝) (181-19 September 234) adalah kaisar terakhir Dinasti Han, memerintah dari tahun 189 sampai 220. Ia naik tahta sejak kanak-kanak dan menjadi kaisar boneka dalam cengkraman beberapa penguasa militer di penghujung Dinasti Han.

Biografi

Naik tahta

Kaisar Xian adalah anak dari Liu Hong (Kaisar Ling dari Han) dan adik dari Liu Bian (Kaisar Shao dari Han). Sewaktu Yuan Shao membunuhi para pejabat kekaisaran, ia bersama Liu Bian diculik oleh menteri Zhang Rang dan Duan Gui. Kemudian dalam satu kesempatan pertemuan dengan Dong Zhuo, ia dianggap sebagai anak yang cakap karena ia dapat menjawab dan mengambarkan situasi pengalaman mereka sewaktu diculik dibandingkan kakaknya Liu Bian yang tak cakap berbicara.

September 189, Dong Zhuo menurunkan Liu Bian dari tahta kekaisaran dan mengangkat Liu Xie yang waktu itu hanya berumur 9 tahun untuk menjadi kaisar. Ia kemudian menggunakan Kaisar Xian yang masih kanak-kanak ini sebagai alat untuk memerintah Dinasti Han.

Karena kezalimannya, Dong Zhuo kemudian diserang oleh para penguasa daerah dalam satu koalisi militer. Dong lalu membumihanguskan Luo Yang, ibu kota saat itu dan memindahkan ibu kota ke Chang'an. Ia membawa serta Kaisar Xian dalam pelarian ini.

Mengikuti Cao Cao

Setelah Dong mati, Li Jue dan Guo Fan meneruskan pemerintahan kekaisaran. Namun kedua orang ini bentrok karena kepentingan pribadi dan Kaisar Xian kemudian mengasingkan diri bersama Yang Feng. Tahun 196, Cao Cao yang saat itu menguasai Xuchang menyambut Kaisar Xian untuk melindunginya. Xuchang kemudian berganti nama menjadi Xudu dan nama tahun diganti menjadi Jian'an. Namun tetap saja, Kaisar Xian hanyalah seorang kaisar boneka yang tidak mempunyai hak penuh.

Seperti halnya Dong Zhuo, Cao Cao memperalat Kaisar Xian untuk mewujudkan impiannya mempersatukan seluruh Cina, tetapi tidak menyatakan dirinya sebagai kaisar untuk tidak menyulut kemarahan dari para penguasa daerah lainnya. Beberapa kali usaha untuk membunuh Cao Cao oleh Kaisar Xian gagal. Siasat membunuh Cao Cao diorganisir oleh Menteri Dong Cheng dan Ratu Fu, tetapi usaha ini terbongkar sebelum terlaksana mengakibatkan Dong Cheng dibunuh dan Ratu Fu dikurung sampai mati.

Abdikasi dan kematian

Tahun 220, Cao Cao meninggal dan menurunkan tahtanya kepada anaknya, Cao Pi. Cao Pi yang merasa bahwa kekuasaannya telah cukup kuat lalu memaksa Kaisar Xian untuk menyerahkan tahta kekaisaran kepadanya. Ia kemudian mendirikan negara Wei untuk menggantikan Dinasti Han. Liu Xie kemudian diberikan gelar Adipati Shanyang sesuai dengan tradisi dua mahkota dan tiga penghormatan (二王三恪). Liu Xie kemudian belajar untuk menjadi seorang dokter.

Sesaat setelah negara Wei berdiri, Liu Bei yang mengira Liu Xie telah terbunuh kemudian memberikan gelar anumerta kepada Liu Xie dengan gelar Kaisar Min. dan lalu mendirikan negara Shu sebagai penerus Dinasti Han. Cao Zhi juga mengira bahwa Kaisar Xian telah meninggal dan berkabung. Liu Xie sendiri wafat pada 234 dan dikebumikan dengan penghormatan yang layak bagi seorang kaisar, menggunakan upacara adat Han, dan kaisar Wei saat itu, Cao Rui, adalah salah satu pelayat.

Karena putra mahkotanya sudah meninggal, gelar Adipati Shangyang diberikan kepada cucunya, Liu Kang (劉康). Keharyapatihannya berlangsung selama 73 tahun lagi dengan dua adipati setelah Liu Kang, yakni Liu Jin (劉瑾) dan Liu Qiu (劉秋). Garis keturunan Kaisar Xian hangus karena Pergolakan Lima Barbar dimana pasukan pemberontak pimpinan Ji Sang dan Shi Le menjarah Ye.

Keluarga

Permaisuri
Empress; Huánghòu

  • Fu Shou
    dari Klan Fu, keturunan sarjana Konfusianisme Fu Sheng
    • Liu Feng, Pangeran Nanyang
  • Cao Jie
    dari Klan Cao, saudari Cao Pi, Kaisar Negara Cao Wei
    Gelar anumerta: Permaisuri Xianmu
    • Liu Man, Putri Changle

Wanita Mulia
Noble Lady; Guìrén

  • Cao Hua
    dari Klan Cao, adik kandung Cao Jie dan Cao Pi
  • Cao Xian
    dari Klan Cao, saudari tiri Cao Jie
  • Wanita Mulia Dong
    dari Klan Dong

Lihat pula

  • Zaman Tiga Negara

Referensi

Sumber

  • Chen Shou (280s or 290s). Records of the Three Kingdoms. Pei Songzhi, annotation, 429. Hong Kong: Zhonghua Publishing, 1971. 5 vols. Cited as Sanguozhi.
  • de Crespigny, Rafe (2007). A Biographical Dictionary of Later Han to the Three Kingdoms 23-220 AD. Handbook of Oriental Studies. Section 4: China, Volume 19. Leiden: Brill. doi:10.1163/ej.9789004156050.i-1311.7. ISBN 9789004156050.
  • Fan Ye, ed. (1965) [445]. Hou Han shu 後漢書 [Book of the Later Han]. Beijing: Zhonghua Shuju. Cited as Houhanshu.
  • Chen Shou (1977) [429]. Pei Songzhi (ed.). Annotated Records of the Three Kingdoms 三國志注. Taipei: Dingwen Printing. Cited as Sanguozhi zhu.
  • Sima Guang, ed. (1956) [1084]. Zizhi Tongjian 資治通鑑. Beijing: Zhonghua Publishing.
Kaisar Xian dari Han
Wangsa Liu
Lahir: 2 April 181 Meninggal: 21 April 234
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Liu Bian
Kaisar Tiongkok
Han Timur
189–220
bersama dengan Dong Zhuo (189–192)
Li Jue (192–196)
Cao Cao (196–220)
Cao Pi (220)
Diteruskan oleh:
Kaisar Zhaolie dari Shu Han
Diteruskan oleh:
Kaisar Wen dari Wei
Diteruskan oleh:
Kaisar Da dari Wu
Gelar penyandang kekuasaan
Lowong
Pejabat terakhir yang diketahui:
Liu Jing
Adipati Shangyang
220–234
Diteruskan oleh:
Liu Kang
  • l
  • b
  • s
Kaisar dinasti Han
Han Barat
  • Gaozu
  • Hui
  • Qianshao
  • Houshao
  • Wen
  • Jing
  • Wu
  • Zhao
  • Pangeran Changyi
  • Xuan
  • Yuan
  • Cheng
  • Ai
  • Ping
  • Ruzi
Interregnum
  • Wang Mang (Dinasti Xin)
  • Gengshi
  • Liu Penzi (Lülin & Chimei)
Han Timur
  • Guangwu
  • Ming
  • Zhang
  • He
  • Shang
  • An
  • Marquess Beixiang
  • Shun
  • Chong
  • Zhi
  • Huan
  • Ling
  • Pangeran Hongnong
  • Xian
Xia → Shang → Zhou → Qin → Han → 3 Negara → Jìn / 16 Negara → Dinasti Selatan / Dinasti Utara → Sui → Tang → 5 Dinasti & 10 Negara - Liao / Song / Xia Barat / Jīn → Yuan → Ming → Qing → RT / RRT

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Naik tahta
  3. Mengikuti Cao Cao
  4. Abdikasi dan kematian
  5. Keluarga
  6. Lihat pula
  7. Referensi
  8. Sumber

Artikel Terkait

Kaisar Ling dari Han

putra pertama Permaisuri Linghuai, dari klan Wang (靈懷皇后 王氏; d. 181), nama pribadi Rong (榮) Liu Xie, Kaisar Xian dari Han (獻皇帝 劉協; 181–234), putra kedua Tidak

Daftar Kaisar Dinasti Han

artikel daftar Wikimedia

Cao Cao

Panglima perang Tiongkok (155-220)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026