Dr. Lie Tek Tjeng (Hanzi: 李德清, 18 Mei 1931 – 12 Januari 2009) adalah seorang sinolog senior, penulis, dan peneliti Indonesia. Ia dikenal sebagai pakar masalah Tionghoa yang andal dan sering menjadi narasumber berbagai surat kabar dan majalah.
Lie Tek Tjeng adalah anak keempat dari lima bersaudara pasangan Lie Seng Jong dan Liem It Nio, ibunya. Ayahnya semula adalah pedagang di Padang, tetapi akhirnya jatuh pailit dan pindah ke Medan menjadi karyawan sipil di Angkatan Udara. Di Medan, Lie Tek Tjeng menyelesaikan pendidikan SMA Belanda (HBS-A), lalu meneruskan belajar di Jurusan Sinologi Universitas Indonesia.[1]
Setelah cukup lama menderita sakit stroke, Lie Tek Tjeng meninggal pada 12 Januari 2009 dalam usia 77 tahun. Ia meninggalkan seorang istri, Sophie Tjia, serta empat anak dan enam cucu.
Hasil karya
- Bidang - bidang studi Jepang yang relevan bagi kepentingan Indonesia (1990)
- Indonesia and the world powers An Indonesian perspective [Southeast Asia in changing world: Proceedings and papers of a symposium held in Tokyo, March 15-17, 1978/ed.by Shigekazu Matsumoto] (1980)
- Masalah-masalah internasional masa kini (1975)
- Beberapa catatan tentang peranan unsur-unsur kebudayaan dan ras dalam perasaan anti Jepang yang timbul di Asia tenggara dewasa ini (1975)
- Some remarks on the role of the cultural and race elements in the anti-Japanese feelings prevailing in Southeast Asia today (1974)
- Some remarks on the role of raw materials and markets as the basic element in shaping the pattern of modern Japanese foreign policy (1974)
- Masalah WNI dan masalah Huakiau di Indonesia (1971)
- Tentang Arti Strategis Perundingan Paris: Suatu Analisis (1970)
- Some remarks on the problems and difficulties besetting present-day Indonesia-Japanese relation (1968)
- R.R.T. dan Singapura: suatu pandangan (1968)
- Tentang asimilasi (1967)
- Tentang aspek dan sosial budaya "masalah Tionghoa" (1967)
- Politik luar negeri dan krisis dalam pimpinan RRI: suatu hypothese (1967)
- Masalah tionghoa dalam rangka stabilisasi politik; prasaran yang dianjurkan dalam seminar AD ke-II/1966
- Patokan politik luar negeri Jepang: 1868-1966 (1966)