Lee Nak-yon, dikenal pula sebagai Lee Nak-yeon, adalah seorang pengacara, politikus Korea Selatan yang menjadi Perdana Menteri Korea Selatan ke-45 dan menjabat sampai 2020. Ia sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jeollanam-do. Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia bekerja sebagai jurnalis pada Dong-a Ilbo dan menjabat sebagai anggota Majelis Nasional selama empat periode.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Lee Nak-yon | |
| Hangul | |
|---|---|
| Hanja | |
| Alih Aksara | I Nagyeon |
| McCune–Reischauer | Ri Ragyŏn |
Lee Nak-yon (bahasa Korea: 이낙연code: ko is deprecated , lahir 5 Desember 1951), dikenal pula sebagai Lee Nak-yeon, adalah seorang pengacara, politikus Korea Selatan yang menjadi Perdana Menteri Korea Selatan ke-45 dan menjabat sampai 2020.[1][2] Ia sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jeollanam-do.[1] Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia bekerja sebagai jurnalis pada Dong-a Ilbo dan menjabat sebagai anggota Majelis Nasional selama empat periode.
Lee lahir pada 5 Desember 1951 di Kabupaten Yeonggwang, Provinsi Jeolla Selatan. Setelah lulus dari Universitas Nasional Seoul dengan gelar di bidang hukum, ia bekerja sebagai jurnalis pada surat kabar harian Dong-a Ilbo sampai tahun 2000.[3]
Dia masuk politik pada tahun 2000 "berdasarkan hubungannya dengan mantan Presiden Kim Dae-jung yang dia bentuk saat meliput politik."[4] Mengikuti kepergiannya dari Dong-a Ilbo ia terpilih sebagai anggota Majelis Nasional pada tahun 2000 dan menjabat selama empat periode.[2] Dia juga menjabat sebagai juru bicara mantan Presiden Roh Moo-hyun saat menjadi presiden terpilih pada tahun 2002.[5]
Dia meninggalkan jabatan di tengah masa jabatan keempatnya pada tahun 2014 untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Provinsi Jeolla Selatan.
Pada tanggal 10 Mei 2017, dia dinominasikan oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menjadi Perdana Menteri Korea Selatan, menjadi penerus Hwang Kyo-ahn. Dia meninggalkan jabatan sebagai Gubernur Provinsi Jeolla Selatan pada hari yang sama.
Dia dipandang memiliki hubungan dekat dengan perwira senior dalam Asosiasi Anggota Parlemen Jepang-Korea. Lee fasih berbahasa Jepang.[6]

| Pemilihan | Provinsi | Afiliasi Partai | Suara | Persentase suara | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| Pemilihan Umum Majelis Nasional ke-16 | Kabupaten Jeonnam (Hampyong, Yonggwang) | Partai Demokrat (2000) | 37,863 | 60.20% | Menang |
| Pemilihan Umum Majelis Nasional ke-17 | Kabupaten Jeonnam (Hampyong, Yonggwang) | Partai Demokrat (2000) | 30,123 | 55.28% | Menang |
| Pemilihan Umum Majelis Nasional ke-18 | Kabupaten Jeonnam (Hampyong, Yougggwang, Jangseong) | Partai Demokrat (2000) | 42,950 | 67.93% | Menang |
| Pemilihan Umum Majelis Nasional ke-19 | Kabupaten Jeonnam (Kabupaten Damyang, Hampyong, Yonggwang, Jangseong) | Partai Demokrat Bersatu | 63,887 | 77.32% | Menang |
| Pemilihan Gubernur Provinsi | Jeolla Selatan | Aliansi Politik Baru untuk Demokrasi (NPAD) | 755,036 | 77.96% | Menang |
Lee telah menikah dan dikaruniai satu orang putra.[4] Bongwan Lee Nak-yon termasuk dalam klan Jeonju Yi, yang membuatnya menjadi bagian dari keluarga kerajaan Yi. Ia juga merupakan keturunan generasi ke-22 dari Pangeran Wanpung, yang merupakan kakak tertua dari Raja Taejo dari Joseon, pendiri Dinasti Joseon.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Yoo Il-ho Pelaksana tugas |
Perdana Menteri Korea Selatan 2017–2020 |
Diteruskan oleh: Chung Sye-kyun |