Goh Kun adalah seorang politisi dan birokrat asal Korea Selatan yang dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri Korea Selatan, serta sempat menjadi Presiden Sementara Korea Selatan selama pemakzulan sementara Presiden Roh Moo-hyun pada tahun 2004. Ia dikenal sebagai pejabat yang teknokratik, berhati-hati, dan berpengalaman panjang dalam administrasi publik Korea modern.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Goh Kun | |
|---|---|
| 고건 | |
Goh Kun pada 2003 | |
| Perdana Menteri Korea Selatan ke-30 | |
| Masa jabatan 4 Maret 1997 – 13 Maret 1998 | |
| Presiden | Kim Dae-jung |
| Perdana Menteri Korea Selatan ke-33 | |
| Masa jabatan 27 Februari 2003 – 25 Mei 2004 | |
| Presiden | Roh Moo-hyun |
| Presiden Sementara Korea Selatan | |
| Masa jabatan 12 Maret 2004 – 14 Mei 2004 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1938-01-02)2 Januari 1938 Seoul, Kekaisaran Jepang (kini Korea Selatan) |
| Kebangsaan | Korea Selatan |
| Partai politik | Independen |
| Almamater | Universitas Nasional Seoul |
| Profesi | Politisi, birokrat |
| Tanda tangan | |
| Nama Korea | |
| Hangul | %고건code: ko is deprecated |
| Hanja | 高建code: ko is deprecated |
| Alih Aksara | Go Geon |
| McCune–Reischauer | Ko Kŏn |
Goh Kun (bahasa Korea: 고건code: ko is deprecated ; lahir 2 Januari 1938) adalah seorang politisi dan birokrat asal Korea Selatan yang dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri Korea Selatan,[1] serta sempat menjadi Presiden Sementara Korea Selatan selama pemakzulan sementara Presiden Roh Moo-hyun pada tahun 2004.[2] Ia dikenal sebagai pejabat yang teknokratik, berhati-hati, dan berpengalaman panjang dalam administrasi publik Korea modern.[a]
Goh lahir di Seoul pada masa Kekaisaran Jepang. Setelah lulus dari Universitas Nasional Seoul jurusan administrasi publik, ia bergabung ke layanan sipil Korea pada 1960-an. Kariernya menanjak cepat hingga menjadi Wali Kota Seoul pada tahun 1988, posisi yang ia duduki dua kali (1988–1990 dan 1998).[3]
Pada 1998, ia diangkat menjadi **Perdana Menteri Korea Selatan** di bawah Presiden Kim Dae-jung, di mana ia berperan penting dalam stabilisasi ekonomi pasca-krisis finansial Asia.[4]
Goh kembali menjabat sebagai Perdana Menteri pada 2003 di bawah Presiden Roh Moo-hyun. Setelah Roh dimakzulkan oleh Majelis Nasional pada Maret 2004, Goh secara konstitusional menjadi **Presiden Sementara Korea Selatan**, menjalankan fungsi eksekutif tertinggi negara selama lebih dari dua bulan sampai Mahkamah Konstitusi memulihkan Roh ke jabatannya pada Mei 2004.[5]
Goh kemudian mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri pada 2004 setelah menolak kembali ke kabinet. Ia sempat dipertimbangkan sebagai calon presiden independen dalam pemilu 2007, tetapi menolak mencalonkan diri. Dalam wawancaranya dengan *JoongAng Ilbo*, Goh menyebut dirinya “administrator, bukan politisi”.[b]
Goh dikenal luas karena profesionalisme dan netralitasnya. Sejumlah akademisi menyebut Goh sebagai “penjaga stabilitas politik Korea” pada masa transisi antara pemerintahan reformis dan konservatif.[6] Ia juga menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di bidang administrasi publik.