Lauw Tek Lok, Letnan Cina dulu adalah seorang pejabat pemerintah dan tuan tanah di Batavia, Hindia Belanda. Lauw Tek Lok merupakan anggota dari keluarga Lauw-Sim-Zecha, bagian dari Cabang Atas di Hindia Belanda. Ia kini paling diingat karena menjabat sebagai Letnan Cina pertama Bekasi dan karena menikah antarras dengan Louisa Zecha.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Lauw Tek Lok, Letnan Cina | |
|---|---|
| Letnan Cina Bekasi | |
| Masa jabatan 1854 – 1882 (meninggal) | |
| Daerah pemilihan | Bekasi |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Batavia, Hindia Belanda |
| Meninggal | 1882 Meester Cornelis, Hindia Belanda |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Suami/istri | Louisa Zecha |
| Hubungan | Lauw Ho (ayah) Aristide William Lauw Zecha (cucu) Alwin Lauw Zecha (cicit) Adrian Lauw Zecha (cicit) |
| Anak | Emilia Lauw Joe Nio (putri) Cornelia Sebastiana Lauw Gobang (putri) Christiaan Lauw Tjeng Soey (putra) Maximilian Theodoor Lauw Tjeng Kiet (putra) Louis Lauw Tjeng Bie (putra)[1] |
| Pekerjaan | Mandarin |
| Dikenal karena | Letnan Cina pertama Bekasi dan tuan tanah |
Lauw Tek Lok, Letnan Cina (meninggal di Meester Cornelis pada tahun 1882) dulu adalah seorang pejabat pemerintah dan tuan tanah di Batavia, Hindia Belanda. Lauw Tek Lok merupakan anggota dari keluarga Lauw-Sim-Zecha, bagian dari Cabang Atas di Hindia Belanda.[2][3] Ia kini paling diingat karena menjabat sebagai Letnan Cina pertama Bekasi dan karena menikah antarras dengan Louisa Zecha.[4][1]
Lahir di Batavia, Lauw Tek Lok adalah putra dari Lauw Ho (meninggal pada tahun 1863), bagian dari kemitraan opium Ngo Ho Tjiang.[5][6] Lauw Ho adalah seorang pemungut pajak dan juga menjabat sebagai Wijkmeester di Meester Cornelis.[7][5] Lauw Tek Lok kemudian menjadi salah satu tuan tanah terkemuka di Batavia, karena memiliki sejumlah tanah partikelir di pinggiran Batavia, termasuk di Cimanggis.[8]
Pada tanggal 23 Desember 1854, Lauw Tek Lok ditunjuk sebagai Letnan Cina pertama Bekasi. Ia pun memegang jabatan tersebut hingga meninggal pada tahun 1882.[9][2] Pada saat yang sama, saudaranya, Lauw Tek Kang, juga diangkat menjadi Letnan Cina Meester Cornelis.[9] Sebagai Letnan Cina, Lauw Tek Lok pun memainkan peran penting dalam pengembangan Bekasi dan sekitarnya. Setelah meninggal pada tahun 1882, Lauw digantikan oleh menantunya, Tan Kang Ie.[10][11]
Walaupun cukup berhasil sebagai seorang pejabat pemerintah, Lauw sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemerintah Hindia Belanda, karena ia menikah dengan seorang wanita Indo keturunan Bohemia, Louisa Zecha.[4][1] Keduanya lalu menjadi leluhur dari keluarga Lauw-Sim-Zecha, dan merupakan kakek dan nenek dari Adrian Lauw Zecha, pendiri Aman Resorts.[12]
| Jabatan pemerintahan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Jabatan baru |
Letnan Cina Bekasi 1854–1882 |
Diteruskan oleh: Tan Kang Ie |