Lambang Jawa Timur berbentuk perisai dengan bentuk dasar segi lima. Lambang ini terdiri dari gambar bintang, tugu pahlawan, gunung berapi, pintu gerbang candi, sawah dan ladang, padi dan kapas, sungai, roda dan rantai.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Lambang Jawa Timur | |
|---|---|
| Detail | |
| Digunakan sejak | 1966 1974 (dengan motto) |
| Perisai | Per fess Biru dan Emas, gunung berapi Hitam mengepulkan asap Putih, di mukanya Tugu Pahlawan di antara pintu gerbang candi, di kemuncak ada bintang Emas memancarkan sinar, dan di bawahnya gelombang warna biru dan putih. |
| Penopang | Padi 17 butir dan kapas 8 kuntum bunga, warna alam. |
| Kompartemen | Pita putih dengan nama provinsi jawa timur diapit dua roda gerigi Hijau dan di bawah rantai Emas. |
| Semboyan | jer basuki mawa béya tulisan hitam di atas pita putih |

Lambang Jawa Timur berbentuk perisai dengan bentuk dasar segi lima. Lambang ini terdiri dari gambar bintang, tugu pahlawan, gunung berapi, pintu gerbang candi, sawah dan ladang, padi dan kapas, sungai, roda dan rantai.
Di bawah perisai, terdapat tulisan jer basuki mawa béya, yang memiliki makna keberhasilan membutuhkan pengorbanan.[1][2]
Bintang merupakan lambang Ketuhanan Yang Maha Esa. Tugu pahlawan melambangkan kepahlawanan rakyat Jawa Timur dalam perang kemerdekaan. Gunung berapi melambangkan semangat mencapai masyarakat adil dan makmur. Pintu gerbang candi sebagai simbol cita-cita perjuangan masa lampau dan sekarang. Sawah dan ladang, serta sungai melambangkan simbol kemakmuran. Padi dan kapas melambangkan sandang dan pangan yang menjadi kebutuhan pokok rakyat sehari-hari. Sedangkan roda dan rantai sebagai simbol kekuatan dan pembangunan.[1][2]