Salah satu tokoh laskar perang dari Panglima Perang Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa (1825-1830) yaitu Kyai Rono Sentiko. Beliau merupakan ulama, abdi dalem Keraton Surakarta pada masa Pangeran Pakubuwana VI. Kyai Rono Sentiko ditugaskan untuk membantu Pangeran Diponegoro dalam perang melawan Belanda.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Rono Sentiko | |
|---|---|
꧋ꦏꦾꦻꦫꦺꦴꦤꦺꦴꦱꦼꦤ꧀ꦠꦶꦏꦺꦴ꧉ روتو سنتيكوcode: ar is deprecated | |
| Kehidupan pribadi | |
| Lahir | Belum diketahui |
| Meninggal | Belum diketahui |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Dikenal karena | Pendiri Masjid Besar Al-Atiiq Kauman Salatiga, Laskar Prajurit Pangeran Diponegoro, Senopati Nyai Ageng Serang |
| Nama lain | Kyai Rono Sentiko |
| Pekerjaan | Ulama, Abdi dalem, Prajurit |
| Kehidupan religius | |
| Agama | Islam |
| Denominasi | Sunni |
Salah satu tokoh laskar perang dari Panglima Perang Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa (1825-1830) yaitu Kyai Rono Sentiko. Beliau merupakan ulama, abdi dalem Keraton Surakarta pada masa Pangeran Pakubuwana VI. Kyai Rono Sentiko ditugaskan untuk membantu Pangeran Diponegoro dalam perang melawan Belanda.[1]
Kyai Rono Sentiko wafat di Salatiga dan dimakamkan di pemakaman RW 06 Prampelan, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.[11]