Kuntilanak adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2006. Disutradarai oleh Rizal Mantovani, film ini dibintangi oleh Julie Estelle, Evan Sanders, dan Ratu Felisha. Ceritanya menjadi awal dari sebuah trilogi, yang kemudian dilanjutkan dengan dua sekuel berjudul Kuntilanak 2 (2007) dan Kuntilanak 3 (2008).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kuntilanak | |
|---|---|
| Sutradara | Rizal Mantovani |
| Produser | Raam Punjabi |
| Skenario | Rian Handjojo |
| Cerita | Rizal Mantovani |
| Pemeran | |
| Penata musik | Andi Rianto |
| Sinematografer | Uche C. Santoso |
| Penyunting | Adrian Nugara |
Perusahaan produksi | |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 95 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Bahasa Indonesia |
Kuntilanak adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2006. Disutradarai oleh Rizal Mantovani, film ini dibintangi oleh Julie Estelle, Evan Sanders, dan Ratu Felisha. Ceritanya menjadi awal dari sebuah trilogi, yang kemudian dilanjutkan dengan dua sekuel berjudul Kuntilanak 2 (2007) dan Kuntilanak 3 (2008).
Setelah kematian ibunya dan perlakuan buruk dari ayah tirinya, Samantha (Julie Estelle)—biasa dipanggil Sam—memutuskan untuk menyewa kamar kos di pinggiran kota. Ia masih berada dalam kondisi depresi akibat trauma masa lalu dan sering dihantui mimpi buruk, yang kemudian memengaruhi hubungannya dengan sang kekasih, Agung (Evan Sanders). Sam akhirnya tinggal di sebuah rumah kos tua yang tampak menyeramkan. Di halaman depannya terdapat sebuah kuburan dan pohon beringin besar, yang menurut warga sekitar diyakini sebagai tempat bersemayam kuntilanak. Rumah kos itu terdiri dari tiga lantai, tetapi lantai dua dikunci oleh pemilik rumah karena dianggap lebih kotor dan tidak layak digunakan.
Ibu kos Sam, Yanti (Lita Soewardi), kemudian menceritakan sejarah bangunan tersebut. Dahulu, tempat itu merupakan bagian dari kompleks milik keluarga produsen batik ternama bernama Mangkoedjiwo. Mereka memiliki pabrik batik dan asrama pekerja di area itu. Namun, sebuah kebakaran besar memusnahkan seluruh aset keluarga tersebut, kecuali rumah utama yang masih berdiri dan kini dijadikan rumah kos. Rumah itu sekarang dimiliki oleh Sri Sukma Mangkoedjiwo (Alice Iskak), cicit dari Panembahan Sakti Mangkoedjiwo, yang menyewakannya untuk umum. Dalam percakapan mereka, Yanti sempat membicarakan mitos kuntilanak dan menembangkan sebuah durmo, yaitu tembang Jawa yang dipercaya bisa memanggil makhluk tersebut. Tembang itu membuat Sam merasa pusing, seolah ada sesuatu yang aktif di dalam dirinya. Ia juga mulai mengetahui bahwa untuk memanggil kuntilanak, seseorang harus memiliki "wangsit", semacam bisikan atau penglihatan gaib. Di dalam kamar Sam terdapat sebuah cermin antik peninggalan Mangkoedjiwo, yang ternyata merupakan satu dari empat cermin serupa yang tersebar di seluruh rumah itu.
Peristiwa demi peristiwa aneh mulai terjadi. Mawar (Ully Triani), salah satu penghuni kos yang sebelumnya mengancam akan menyakiti Sam dengan gunting, ditemukan tewas di kamar hotel akibat serangan makhluk gaib, setelah Sam secara tidak sadar menembangkan durmo. Tak lama kemudian, seorang pemuda yang mencoba memperkosa Sam juga meninggal mengenaskan di jalan setelah Sam kembali menembangkan durmo dalam kondisi tertekan.
Agung, yang curiga dan mulai menyelidiki fenomena ini bersama sahabatnya, Iwank (Ibnu Jamil), mengetahui bahwa kuntilanak adalah makhluk gaib yang hidup di pohon dan dapat dipanggil ke dunia manusia melalui media tertentu oleh orang yang memiliki wangsit. Ia juga menemukan bahwa keluarga Mangkoedjiwo dikenal sebagai penganut ajaran sesat. Ketika Sam dan Agung mengunjungi rumah Iwank, mereka menemukan sketsa batik peninggalan keluarga Mangkoedjiwo dengan tulisan "sing kuat sing melihara", yang berarti "yang kuat yang pelihara". Tulisan itu secara misterius tertanam dalam pikiran Sam. Setelah terjadi pertengkaran antara Sam dan Agung, Sam kembali melantunkan durmo, dan keesokan harinya Agung menghilang tanpa jejak.
Dinda (Ratu Felisha), sahabat Sam, menjadi korban berikutnya. Ia tewas di kamar mandi setelah Sam melantunkan durmo dalam keadaan marah. Peristiwa ini menyebabkan seluruh penghuni kos memutuskan pindah, meninggalkan Sam seorang diri. Suara lirih minta tolong dari Agung terus terdengar, mendorong Sam untuk mencari tahu kebenaran. Ia akhirnya berhasil membuka lantai dua dan menemukan Agung dalam kondisi terkurung. Di tempat itu, Sam juga menemukan bahwa lantai dua sebenarnya digunakan sebagai ruang pemujaan kuntilanak oleh keluarga Mangkoedjiwo, sebagai bagian dari praktik pesugihan agar makhluk itu tetap menjadi peliharaan mereka.
Sri Sukma kemudian mengungkapkan tujuannya: ia ingin menjadikan Sam sebagai penerusnya dalam memelihara kuntilanak. Ketika Sam menolak, Sri Sukma menembangkan durmo untuk memaksanya ikut. Sam akhirnya ikut melantunkan durmo tersebut, tetapi kuntilanak justru menunjukkan ketundukannya pada Sam, ditandai dengan mimisan yang dialami Sri Sukma.
Untuk menghentikan kekuatan kuntilanak, Sam mulai menghancurkan cermin-cermin antik peninggalan Mangkoedjiwo. Ia berhasil memecahkan tiga cermin, tetapi lupa bahwa cermin keempat berada di lantai dua. Kuntilanak lalu membunuh Sri Sukma dan kini menguji Sam sebagai pemanggil barunya, dengan mencoba membunuhnya. Dalam keadaan terdesak, Sam mengingat tulisan pada sketsa batik dan mulai mengucapkannya berulang kali. Mantra tersebut membuat kuntilanak menerima bahwa Sam kini adalah pemanggil dan tuannya yang sah.
Beberapa minggu kemudian, Sam terlihat kembali melantunkan durmo di depan Agung. Ia tampaknya mulai menyadari bahwa dirinya kini bisa memanfaatkan kuntilanak untuk membalas dendam kepada siapa pun yang menyakitinya.
| Pemeran | Peran |
|---|---|
| Julie Estelle | Samantha |
| Evan Sanders | Agung |
| Ratu Felisha | Dinda |
| Lita Soewardi | Yanti |
| Alice Iskak | Sri Sukma Mangkoedjiwo |
| Ibnu Jamil | Iwank |
| Eron Lebang | Alfond |
| Ully Triani | Mawar |
| Sopyan Dado | Bang Udin |
| Cepep Baharudin | Encep |
| Tahun | Penghargaan | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| 2007 | MTV Movie Awards 2007 | Most Favourite Actress | Julie Estelle | Nominasi | [1] |
| Most Favourite Supporting Actor | Evan Sanders | ||||
| Best Scary Scene | Kuntilanak | Menang |
| Sekuel Kuntilanak | |
| Kuntilanak | Kuntilanak 2 | Kuntilanak 3 | |