Kultus individu Korea Utara mengoroti keluarga pemerintahannya, keluarga Kim, telah ada di Korea Utara selama berdasawarsa-dasawarsa dan dapat ditemukan dalam banyak contoh budaya Korea Utara. Meskipun tak diakui oleh pemerintahan Korea Utara, sebagian besar pembelot dan pengunjung Barat menyatakan bahwa hukuman mati sering terjadi pada orang-orang yang mengkritik atau tak menunjukkan sikap hormat "sebenarnya" kepada rezim. Kultus individu tersebut dimulai setelah Kim Il-sung berkuasa pada 1948, dan menyebar luas setelah kematiannya pada 1994.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Kultus individu Korea Utara mengoroti keluarga pemerintahannya, keluarga Kim,[2] telah ada di Korea Utara selama berdasawarsa-dasawarsa dan dapat ditemukan dalam banyak contoh budaya Korea Utara.[3] Meskipun tak diakui oleh pemerintahan Korea Utara, sebagian besar pembelot dan pengunjung Barat menyatakan bahwa hukuman mati sering terjadi pada orang-orang yang mengkritik atau tak menunjukkan sikap hormat "sebenarnya" kepada rezim.[4][5] Kultus individu tersebut dimulai setelah Kim Il-sung berkuasa pada 1948, dan menyebar luas setelah kematiannya pada 1994.