Kuinapril adalah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, dan penyakit ginjal diabetik. Obat ini adalah pengobatan lini pertama untuk tekanan darah tinggi. Obat ini diminum.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Accupril, dll |
| Nama lain | Templat:Infobox drug/localINNvariants |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a692026 |
| License data | |
| Rute pemberian | Oral |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum | |
| Data farmakokinetika | |
| Pengikatan protein | 97% |
| Waktu paruh eliminasi | 2 jam |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| IUPHAR/BPS | |
| DrugBank |
|
| ChemSpider |
|
| UNII | |
| KEGG |
|
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C25H30N2O5 |
| Massa molar | 438,52 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| Titik leleh | 120 hingga 130 °C (248 hingga 266 °F) |
| |
| |
| (verify) | |
Kuinapril adalah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, dan penyakit ginjal diabetik.[1][2] Obat ini adalah pengobatan lini pertama untuk tekanan darah tinggi.[2] Obat ini diminum.[1][2]
Efek samping yang umum termasuk sakit kepala, pusing, merasa lelah, dan batuk kering. Efek samping yang serius mungkin termasuk masalah hati, tekanan darah rendah, angioedema, masalah ginjal, dan kalium darah tinggi.[2] Penggunaan pada kehamilan dan menyusui tidak dianjurkan.[3] Obat ini termasuk dalam kelas obat yang disebut ACE inhibitor dan bekerja dengan mengurangi aktivitas sistem renin-angiotensin-aldosteron.[2]
Kuinapril dipatenkan pada tahun 1980 dan mulai digunakan secara medis pada tahun 1989.[4] Obat ini tersedia sebagai obat generik.[5]
Quinapril diindikasikan untuk pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan sebagai terapi tambahan dalam penanganan gagal jantung. Obat ini dapat digunakan untuk pengobatan hipertensi sendiri atau dalam kombinasi dengan diuretik tiazida, serta dengan diuretik dan digoksin untuk gagal jantung.[1]
Efek sampingnya meliputi pusing, batuk kering, muntah, sakit perut, angioedema, dan kelelahan.
Kuinapril menghambat enzim pengubah angiotensin, enzim yang mengkatalisis pembentukan angiotensin II dari prekursornya, angiotensin I. Angiotensin II adalah vasokonstriktor kuat dan meningkatkan tekanan darah melalui berbagai mekanisme. Karena produksi angiotensin berkurang, konsentrasi plasma aldosteron juga berkurang, sehingga menyebabkan peningkatan ekskresi natrium dalam urin dan peningkatan konsentrasi kalium dalam darah.
Pada bulan April 2022, Pfizer secara sukarela menarik lima batch obat ini karena adanya nitrosamina, N-Nitroso-kuinapril. Pengujian menemukan bahwa jumlah nitrosamin berada di atas tingkat asupan harian yang dapat diterima (semua manusia terpapar nitrosamin hingga tingkat harian tertentu melalui daging yang diawetkan dan dipanggang, air, produk susu, dan sayuran) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Meskipun konsumsi N-Nitroso-quinapril jangka panjang berpotensi menyebabkan kanker pada beberapa individu, diyakini tidak ada risiko bahaya yang akan segera terjadi.[7][8]