Kosmisisme adalah istilah yang digunakan oleh penulis Amerika H. P. Lovecraft untuk menyebut filsafat sastra yang ia rumuskan dan gunakan dalam karya-karyanya. Lovecraft dikenal sebagai penulis cerita horor yang menggambarkan fenomena okultisme seperti proyeksi astral dan kehidupan luar bumi, serta tema-tema dalam karya fiksinya yang perlahan membentuk dasar bagi filsafat ini.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kosmisisme adalah istilah yang digunakan oleh penulis Amerika H. P. Lovecraft untuk menyebut filsafat sastra yang ia rumuskan dan gunakan dalam karya-karyanya.[1][2] Lovecraft dikenal sebagai penulis cerita horor yang menggambarkan fenomena okultisme seperti proyeksi astral dan kehidupan luar bumi, serta tema-tema dalam karya fiksinya yang perlahan membentuk dasar bagi filsafat ini.[3]
Secara filosofis, kosmisisme berangkat dari gagasan bahwa "tidak ada kehadiran ilahiah yang dapat dikenali, seperti Tuhan, di dalam alam semesta, dan bahwa manusia amatlah tak berarti dalam keseluruhan tatanan ruang antar galaksi yang tak terukur."[4] Tema utama dalam filsafat ini adalah ketakutan manusia terhadap ketidakberartian dirinya di tengah jagat raya yang tak terbayangkan luasnya:[5]—ketakutan terhadap kehampaan kosmis.[6]
Kosmisisme tidak sejalan dengan pandangan antroposentris atau humanisme mengenai alam semesta.[2][7] Meskipun memiliki banyak kesamaan dengan nihilisme, kosmisisme menekankan ketidakberartian manusia dan tindakannya, alih-alih sepenuhnya menolak kemungkinan adanya tujuan yang lebih besar—sebagaimana tampak dalam kisah-kisah Mitos Cthulhu karya Lovecraft. Dalam narasi-narasi tersebut, teror tidak lahir dari ketiadaan makna, melainkan dari kesadaran para tokohnya bahwa mereka sama sekali tak memiliki kuasa untuk mengubah apapun di tengah alam semesta yang acuh dan tak tersentuh. Segala makna atau tujuan yang mungkin ada dalam tindakan para makhluk kosmis sepenuhnya berada di luar jangkauan pemahaman manusia.[8]
Kosmisisme Lovecraft tumbuh dari rasa eksistensial tak berdaya manusia di hadapan “ruang tanpa batas” yang diungkapkan oleh sains, serta keyakinannya bahwa umat manusia sepenuhnya berada di bawah belas kasihan kehampaan dan kebesaran kosmos.[9] Dalam karya fiksinya, gagasan ini muncul melalui narasi yang fantastis dan mimpi-mimpi aneh (The Dream-Quest of Unknown Kadath, 1927), dalam Mitos Cthulhu seperti "The Call of Cthulhu" (1928), dan kadang melalui humor gelap ("Herbert West–Reanimator", 1922). Tema-tema yang sering muncul meliputi ketidakberartian manusia di tengah jagat raya[10] serta pencarian pengetahuan yang berujung pada kehancuran.[11]
Tokoh-tokoh dalam karya Lovecraft kerap jatuh ke dalam kegilaan akibat lenyapnya geometri yang dapat dikenali.[12] Karya-karyanya juga menanamkan rasa takut terhadap “yang lain,” sebagaimana terlihat dalam "The Dunwich Horror" dan "Dagon", di mana segala sesuatu yang tak dikenal digambarkan sebagai ancaman dahsyat bagi umat manusia.
Lovecraft menyebut pandangannya tentang dunia sebagai 'cosmicism', di mana seluruh pencapaian dan sifat luhur manusia menjadi tak berarti di hadapan ketidakpedulian luas alam semesta.
Fiksi Lovecraft membentuk gerakan filsafat sastra Kosmisisme, yang melahirkan subgenre horor kosmis.
Kosmisisme adalah filsafat sastra yang menyatakan bahwa tidak ada kehadiran ilahi yang dapat dikenali di alam semesta, dan bahwa manusia tidak memiliki makna berarti dalam skema eksistensi antar-galaksi.
Kepanikan Lovecraftian ini muncul dari kesadaran bahwa masalah mendasar…adalah kehampaan tak terukur yang melingkupi kita semua.
Julia Kristeva mendefinisikan kehampaan sebagai "yang tak terpikirkan dalam metafisika"… kehampaan adalah sesuatu yang berada di luar jangkauan pemahaman, kegagalan manusia mengaitkan apa yang ia lihat dengan apa yang sebelumnya ia pahami. Inilah horor dari kehampaan: manusia berhadapan langsung dengan keterasingan dan ketakbermaknaan hidup di alam semesta.
Kosmisisme didasarkan pada gagasan bahwa humanisme adalah ilusi.
Bagi Kant, pulau tempat manusia berdiri adalah satu-satunya tempat kebenaran (pengetahuan sejati)… Namun bagi Lovecraft, pulau itu disebut 'ketidaktahuan'… Tindakan, pikiran, dan nilai moral para dewa Lovecraftian sepenuhnya tak terjangkau oleh manusia, sementara para dewa itu sendiri acuh terhadap kehidupan dan nilai-nilai manusia.
Dari dimensi tambahan Lovecraft… muncul horor ruang dalam yang tak dikenal—kegagalan geometri kita sendiri.