Konferensi Tingkat Tinggi G20 Miami 2026 akan menjadi KTT G20 ke-21. KTT ini adalah pertemuan antara pemimpin negara dan pemerintahan anggota G20 yang direncanakan dari 14 sampai 15 Desember 2026. KTT ini akan diselenggarakan di Trump National Doral Miami, sebuah gedung pribadi milik Presiden Donald Trump di Doral, Florida. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Walikota Miami Francis Suarez di Ruang Oval dan kemudian dikonfirmasi oleh Walikota Doral Christi Fraga.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Konferensi Tingkat Tinggi G20 Miami 2026 21st G20 Summit | |
|---|---|
| Tuan rumah | |
| Tempat | Trump National Doral Miami |
| Kota | Miami |
| Peserta | Anggota G20 Tamu undangan: |
| Ketua | Donald Trump, Presiden Amerika Serikat |
| Situs web | g20 |
Konferensi Tingkat Tinggi G20 Miami 2026 akan menjadi KTT G20 ke-21. KTT ini adalah pertemuan antara pemimpin negara dan pemerintahan anggota G20 yang direncanakan dari 14 sampai 15 Desember 2026. KTT ini akan diselenggarakan di Trump National Doral Miami, sebuah gedung pribadi milik Presiden Donald Trump di Doral, Florida.[1] Pengumuman tersebut disampaikan oleh Walikota Miami Francis Suarez di Ruang Oval dan kemudian dikonfirmasi oleh Walikota Doral Christi Fraga.
Pada 27 November 2025, setelah beberapa protes dari Elon Musk terhadap perlakuan pemerintahan Afrika Selatan yang diduga menindas etnis minoritas Afrikaner, Presiden Trump menyatakan bahwa ia telah menarik undangan kepada Presiden Cyril Ramaphosa dan menangguhkan keanggotaan Afrika Selatan di G20. Alasan penangguhan tersebut adalah perlakuan penindasan terhadap etnis Afrikaner yang dituding oleh Musk serta perselisihan terhadap keengganan Afrika Selatan untuk melakukan serah terima penyelenggaraan G20 kepada petugas Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Afrika Selatan pada akhir Konferensi Tingkat Tinggi G20 Johannesburg 2025.[2]
Pada 26 November 2025, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia akan melarang delegasi Afrika Selatan untuk hadir ke Konferensi Tingkat Tinggi G20 2026 yang akan diselenggarakan di Miami. Sebelumnya ia telah memerintah agar pemerintah Amerika Serikat memboikot Konferensi Tingkat Tinggi G20 Johannesburg 2025 karena perlakuan buruk terhadap ras minoritas kulit putih Afrikaner oleh pemerintah Afrika Selatan dan juga perselisihan mengenai serah terima penanggung jawaban penyelenggara G20. Di Truth Social, Trump mengumumkan bahwa karena kedua alasan tersebut ia akan menangguhkan keanggotaan G20 Afrika Selatan dan sikap Afrika Selatan menunjukkan bahwa mereka tidak layak menjadi anggota organisasi manapun berada.[3]
Tuduhan Trump dinyangkal oleh Presiden Cyril Ramaphosa yang menyatakan bahwa tuduhan dari Trump serta Elon Musk didasarkan oleh misinformasi terang-terangan dan menyatakan menolak diintimidasi oleh Amerika Serikat dan akan tetap menjadi anggota aktif G20.[4][5] Juru bicara kepresidenan Vincent Magwenya menyatakan bahwa pemerintah Afrika Selatan akan menanggapi penolakan Trump sebagai "kerusakan hubungan bilateral" dan tidak akan mengharapkan "perbaikan hubungan", serta menyatakan bahwa "jika visa ditolak, maka kita akan melangkah maju dan melihat melampaui G20 di AS".[6]
Para pemimpin negara dan organisasi internasional berikut ini diperkirakan akan berpartisipasi dalam pertemuan puncak tersebut:
Para pemimpin negara berikut telah diundang ke pertemuan puncak tersebut: