Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Ketiga

Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Ketiga adalah pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur ketiga yang berlangsung pada tanggal 21 November 2007 di Singapura. KTT Asia Timur adalah forum pertemuan pan-Asia yang diadakan setiap tahun oleh para pemimpin enam belas negara di kawasan Asia Timur. Pertemuan ini diselenggarakan setelah pertemuan tahunan para pemimpin negara ASEAN.

Wikipedia article
Diperbarui 4 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Ketiga
Tuan rumahSingapura
Tanggal21 November 2007

Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Ketiga adalah pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (KTT Asia Timur) ketiga yang berlangsung pada tanggal 21 November 2007 di Singapura. KTT Asia Timur adalah forum pertemuan pan-Asia yang diadakan setiap tahun oleh para pemimpin enam belas negara di kawasan Asia Timur. Pertemuan ini diselenggarakan setelah pertemuan tahunan para pemimpin negara ASEAN (KTT ASEAN).

Peserta

Perwakilan dari enam belas negara yang berpartisipasi adalah:

  • John HowardPerdana Menteri Australia
    Australia John Howard
    Perdana Menteri Australia
  • Hassanal BolkiahSultan dan Perdana Menteri Brunei
    Brunei Hassanal Bolkiah
    Sultan dan Perdana Menteri Brunei
  • Hun SenPerdana Menteri Kamboja
    Kamboja Hun Sen
    Perdana Menteri Kamboja
  • Wen JiabaoPerdana Menteri Cina
    Tiongkok Wen Jiabao
    Perdana Menteri Cina
  • Manmohan SinghPerdana Menteri India
    India Manmohan Singh
    Perdana Menteri India
  • Susilo Bambang YudhoyonoPresiden Indonesia
    Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono
    Presiden Indonesia
  • Yasuo FukudaPerdana Menteri Jepang
    Jepang Yasuo Fukuda
    Perdana Menteri Jepang
  • Bouasone BouphavanhPerdana Menteri Laos
    Laos Bouasone Bouphavanh
    Perdana Menteri Laos
  • Thein SeinPerdana Menteri Myanmar
    Myanmar Thein Sein
    Perdana Menteri Myanmar
  • Helen ClarkPerdana Menteri Selandia Baru
    Selandia Baru Helen Clark
    Perdana Menteri Selandia Baru
  • Gloria Macapagal-ArroyoPresiden Filipina
    Filipina Gloria Macapagal-Arroyo
    Presiden Filipina
  • Lee Hsien LoongPerdana Menteri Singapura(Ketua)
    Singapura Lee Hsien Loong
    Perdana Menteri Singapura
    (Ketua)
  • Roh Moo-hyunPresiden Korea Selatan
    Korea Selatan Roh Moo-hyun
    Presiden Korea Selatan
  • Surayud ChulanontPerdana Menteri Thailand
    Thailand Surayud Chulanont
    Perdana Menteri Thailand

Agenda

Hasil konferensi ini dirangkum dalam Kesimpulan Ketua KTT Asia Timur Ketiga Singapura, 21 November 2007 Diarsipkan 2013-05-21 di Wayback Machine..

Myanmar

Terkait unjuk rasa anti pemerintah yang terjadi pada tahun 2007, isu Myanmar direncanakan menjadi agenda di KTT Asia Timur Ketiga.[1] Awalnya, Penasihat Khusus untuk Sekretariat Jenderal PBB Dr. Ibrahim Gambari diundang untuk memberikan opininya di hadapan para pimpinan negara yang menghadiri konferensi.[2]

Namun karena tekanan yang diberikan Myanmar pada KTT ASEAN yang berlangsung satu hari sebelumnya, ASEAN memutuskan bahwa Dr. Gambari tidak akan memberikan paparan di hadapan peserta konferensi. Perdana Menteri Myanmar Thein Sein akan menjelaskan isu tersebut pada KTT ASEAN, dan ASEAN akan memfasilitasi pertemuan dengan pihak-pihak yang ingin berdiskusi lebih lanjut terkait isu tersebut.[3] Dr. Gambari tetap hadir dan terbuka untuk pertemuan tertutup dengan para pimpinan negara peserta KTT Asia Timur.

Perubahan iklim

Pertemuan ini diharapkan bisa menghasilkan keputusan terkait pencegahan perubahan iklim.[4] KTT Asia Timur Ketiga akhirnya menghasilkan Deklarasi Singapura terkait Perubahan Iklim, Energi, dan Lingkungan,[5] yang berisi target-target penting terkait isu tersebut, dan ditandatangani para peserta konferensi.

Perdagangan

KTT Asia Timur Ketiga akhirnya setuju untuk menerima laporan lanjutan terkait Kemitraan Ekonomi Komprehensif Asia Timur (CEPEA) pada KTT Asia Timur Keempat. Laporan ini telah diajukan sejak KTT Asia Timur Kedua.

Konferensi ini juga menyetujui pembentukan Institut Penelitian Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur (ERIA).

Kejadian setelah pertemuan

Jepang dan Cina sepakat pada bulan Desember 2007 untuk:[6]

memperkuat kemitraan dalam integrasi ekonomi regional Asia Timur, termasuk Kesepakatan Pasar Bebas Asia Timur (EAFTA), Kemitraan Ekonomi Komprehensif Asia Timur (CEPEA), dan Institut Penelitian Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur (ERIA).

Referensi

  1. ↑ "The Hindu (India) - U.N. official in Myanmar". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-11-14. Diakses tanggal 2020-10-21.
  2. ↑ "Channel News Asia - UN envoy Gambari calls on PM Lee to exchange views on Myanmar". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-14. Diakses tanggal 2020-10-21.
  3. ↑ "Channel News Asia - ASEAN stands ready to help Myanmar: Singapore PM Lee". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-14. Diakses tanggal 2020-10-21.
  4. ↑ "Channel NewsAsia: ASEAN to issue 2 statements on tackling climate change". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-14. Diakses tanggal 2020-10-21.
  5. ↑ "Singapore Declaration on Climate Change, Energy and the Environment". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-13. Diakses tanggal 2020-10-21.
  6. ↑ Tiongkok, Japan to maintain dialogue on assistance to third nations Diarsipkan 2007-12-09 di Wayback Machine.

Pranala luar

  • People's Daily Online - Backgrounder: East Asia Summit

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Peserta
  2. Agenda
  3. Myanmar
  4. Perubahan iklim
  5. Perdagangan
  6. Kejadian setelah pertemuan
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Konferensi Asia–Afrika

Konferensi antar negara pada tahun 1955

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN

pertemuan setiap setengah tahun yang diselenggarakan oleh negara-negara anggota ASEAN

Konferensi Tingkat Tinggi Nonblok

Konferensi Tingkat Tinggi Nonblok adalah konferensi tingkat tinggi yang dilakukan oleh negara-negara yang menganut prinsip politik tidak terikat oleh salah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026