Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Konfabulasi

Konfabulasi adalah suatu kesalahan ingatan berupa produksi ingatan yang dibuat-buat, terdistorsi, atau salah tafsir mengenai diri sendiri atau dunia. Fenomena ini umumnya terkait dengan jenis-jenis kerusakan otak tertentu atau subkelompok tertentu dari demensia. Meskipun masih menjadi bidang penelitian yang aktif, basal forebrain diyakini berperan dalam terjadinya konfabulasi. Individu yang mengalami konfabulasi menampilkan ingatan yang salah, mulai dari ketidakakuratan halus hingga fabrikasi yang surealis, dan sering kali mencakup kebingungan atau distorsi dalam kerangka temporal dari ingatan mereka. Secara umum, mereka sangat yakin terhadap ingatan mereka, bahkan ketika dihadapkan pada bukti yang bertentangan.

Wikipedia article
Diperbarui 10 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Konfabulasi adalah suatu kesalahan ingatan berupa produksi ingatan yang dibuat-buat, terdistorsi, atau salah tafsir mengenai diri sendiri atau dunia. Fenomena ini umumnya terkait dengan jenis-jenis kerusakan otak tertentu (khususnya aneurisma pada arteri komunikans anterior) atau subkelompok tertentu dari demensia.[1] Meskipun masih menjadi bidang penelitian yang aktif, basal forebrain diyakini berperan dalam terjadinya konfabulasi. Individu yang mengalami konfabulasi menampilkan ingatan yang salah, mulai dari ketidakakuratan halus hingga fabrikasi yang surealis, dan sering kali mencakup kebingungan atau distorsi dalam kerangka temporal (waktu, urutan, atau durasi) dari ingatan mereka.[2] Secara umum, mereka sangat yakin terhadap ingatan mereka, bahkan ketika dihadapkan pada bukti yang bertentangan.[3]

Konfabulasi terjadi ketika individu secara keliru mengingat informasi yang salah, tanpa niat untuk menipu. Kerusakan otak, demensia, dan toksidrom antikolinergik dapat memicu distorsi ini. Terdapat dua jenis konfabulasi: yang diprovokasi dan yang spontan, dengan dua perbedaan: verbal dan perilaku. Pernyataan verbal, informasi palsu, dan ketidaksadaran pasien terhadap distorsi tersebut merupakan ciri dari fenomena ini. Struktur kepribadian juga memainkan peran dalam terjadinya konfabulasi.

Berbagai teori telah dikembangkan untuk menjelaskan konfabulasi. Neuro­psycho­log­i­cal teori menyatakan bahwa disfungsi kognitif menyebabkan distorsi tersebut. Teori identitas diri berpendapat bahwa individu melakukan konfabulasi untuk mempertahankan diri. Teori temporalitas percaya bahwa konfabulasi terjadi ketika seseorang tidak mampu menempatkan peristiwa secara tepat dalam waktu. Teori pemantauan dan pengambilan strategis berargumen bahwa konfabulasi muncul ketika individu tidak dapat mengingat memori dengan benar atau mengawasinya setelah pengambilan. Teori kontrol eksekutif dan jejak samar (fuzzy-trace) juga berupaya menjelaskan mengapa konfabulasi terjadi.

Konfabulasi dapat muncul akibat cedera atau penyakit sistem saraf, termasuk sindrom Korsakoff, penyakit Alzheimer, skizofrenia, dan cedera otak traumatis. Dipercaya bahwa kerusakan terjadi pada lobus frontal kanan otak, sehingga menimbulkan ingatan palsu. Anak-anak sangat rentan terhadap konfabulasi yang dipaksakan karena mereka sangat mudah terpengaruh. Umpan balik dapat meningkatkan keyakinan terhadap ingatan yang salah. Dalam kasus yang jarang, konfabulasi juga dapat terjadi pada individu normal.

Berbagai tes memori, termasuk tugas pengenalan dan tugas ingatan bebas, dapat digunakan untuk mempelajari konfabulasi. Pengobatan bergantung pada penyebab mendasar dari distorsi tersebut. Penelitian yang sedang berlangsung bertujuan untuk mengembangkan baterai tes standar guna membedakan berbagai jenis konfabulasi, membedakan delusi dari konfabulasi, memahami peran proses bawah sadar, dan mengidentifikasi konfabulasi patologis maupun nonpatologis.

Referensi

  1. ↑ Berrios G E (1998) Confabulations: A Conceptual History. Journal of the History of the Neurosciences. 7: 225-241.
  2. ↑ Pendick, Daniel (Summer 2000). "The truth about confabulation". Memory Loss & the Brain: Newsletter of the Memory Disorders Project. Rutgers University-Newark. Diarsipkan dari asli tanggal 3 January 2013. Diakses tanggal 7 April 2022.
  3. ↑ Matthews, Paul M.; McClelland, James L. (2010). Nalbantian, Suzanne (ed.). The memory process: neuroscientific and humanistic perspectives. Cambridge, Massachusetts: MIT Press. ISBN 978-0-262-01457-1.

Bacaan lanjutan

  • Schnider, Armin (2018), The Confabulating Mind. How the brain creates reality. 2nd edition, Oxford, New York: Oxford University Press, ISBN 9780198789680
  • Hirstein, William (2005), Brain Fiction: Self-deception and the riddle of confabulation, Cambridge, Massachusetts: MIT Press, ISBN 978-0-262-08338-6, diakses tanggal 21 March 2012
  • Sacks, Oliver (1985), "The Man Who Mistook His Wife for a Hat", The British Journal of Psychiatry: The Journal of Mental Science, 166 (1), New York: Perennial Library: 130–1, doi:10.1192/bjp.166.1.130, ISBN 978-0-06-097079-6, PMID 7894870

Pranala luar

Klasifikasi
D
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Republik Ceko

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Bacaan lanjutan
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Reza Rahadian

pemeran laki-laki asal Indonesia

Sheila Dara Aisha

pemeran perempuan asal Indonesia

Dian Sastrowardoyo

pemeran perempuan asal Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026